5 Cara Budidaya Kelinci

Kelinci sebagai hewan yang lucu dan menggemaskan, ternyata memiliki prospek yang bagus untuk dibudidayakan. Jenis mamalia ini memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya cocok untuk dikembangkan.

Hewan ternak dari famili Leporidae ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik, cepat berkembang, dan pemeliharaan yang relatif mudah. Tidak hanya itu, kelinci juga diminati banyak orang, baik sebagai hewan peliharaan maupun dimanfaatkan dagingnya.

Berikut ulasan cara budidaya kelinci yang mudah diikuti.

Memilih Bibit

Cara budidaya kelinci perlu memperhatikan calon indukan yang akan dibudidayakan. Hal ini penting mengingat tingkat keberhasilan ternak kelinci sangat dipengaruhi kualitas indukan. Berikut ciri-ciri indukan kelinci yang berkualitas baik :

  • Memiliki keturunan dan riwayat kesehatan yang baik.
  • Bobot ideal indukan jantan 3-5 kg sedangkan indukan betina minimal 4-5 kg.
  • Memiliki punggung yang datar dan tidak cekung.
  • Warna mata nampak cerah dan tidak terlihat lesu.
  • Bulu halus dan bersih, terutama di sekitar area kelamin.

Perhatikan Kandang Kelinci

Kandang kelinci sebaiknya dibuat dengan sistem tertutup. Artinya, terdapat pembatas kandang mulai dari dinding, lantai, dan atap. Kandang tertutup dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

Kandang Postal

Kandang postal dapat memuat beberapa ekor kelinci sekaligus, bahkan digunakan pula sebagai tempat perkembangbiakan anak-anak kelinci.

Kandang Baterai

Kandang jenis baterai hanya menampung satu ekor kelinci. Kandang ini biasanya terbentuk dari beberapa susunan rak dan cocok untuk pembesaran intensif.

Pemberian Pakan

Kelinci pada dasarnya merupakan mamalia nokturnal atau aktif di malam hari. Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk memberi porsi makan yang besar adalah di malam hari. Dalam satu malam, sebaiknya kelinci diberi pakan 2-3 kali.

Hewan ternak ini sekali makan tidak dalam porsi yang besar, namun frekuensinya cukup sering. Jadi, teknik pemberian pakan yang dianjurkan adalah tidak terlalu banyak namun sering. Pemberian pakan yang berlebihan dapat menyebabkan sisa makanan berceceran.

Sisa makanan tersebut kemudian berpotensi menyebabkan penyakit pada kelinci. Selain itu, perhatikan jenis-jenis pakan yang cocok diberikan kelinci. Di alam liar, hewan ini biasanya memakan makanan seperti rumput, biji-bijian, dan dedaunan yang tumbuh secara alami.

Reproduksi Kelinci

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam ketika kelinci sudah saatnya dikawinkan (dalam masa subur) :

  • Umur kelinci yang siap dikawinkan pada dasarnya bergantung pada rasnya, namun rata-rata ketika usia 6-12 bulan.
  • Kelinci memasuki masa birahi selama 11-15 hari.
  • Periode jeda birahi biasanya berlangsung selama 14 hari.
  • Induk kelinci mengalami masa kehamilan sekitar 28-35 hari.

Ketika kelinci sudah melahirkan anakan, biasanya masa menyusuinya akan berlangsung selama 8 minggu. Namun, hal tersebut terjadi secara alami ketika kelinci hidup di alam bebas. Sedangkan jika dibudidayakan, masa menyusui pada induknya hanya sekitar 15-20 hari.

Pemanenan

Pada dasarnya, tidak terdapat patokan yang pasti mengenai umur berapa kelinci sudah harus dipanen. Biasanya, peternak akan menjual kelinci ke pasaran dalam bentuk anakan maupun daging mentah.

Anakan kelinci biasanya dijual sebagai hewan peliharaan. Jika Anda hendak menjual anakan kelinci, sebaiknya dilakukan ketika sudah mencapai usia di atas 2 bulan. Saat anakan kelinci sudah lepas dari masa menyusui.

Anakan kelinci apablia sudah diperjualbelikan berpotensi kesulitan bertahan, karena dipisahkan dari induknya. Di pasaran, daging kelinci memang belum sepopuler daging ayam, sapi, maupun kambing. Namun, daging kelinci memiliki tempat tersendiri bagi penikmatnya.

Anda bisa memanen kelinci untuk dimanfaatkan dagingnya ketika hewan ini sudah berbobot 2-3 kg. Biasanya bobot tersebut tercapai ketika kelinci sudah berusia 3,5 bulan.

Kelinci membutuhkan asupan pakan yang lebih banyak terutama di malam hari. Oleh karena itu, apabila Anda hendak menjual bibit atau calon indukan, baru bisa Anda lakukan ketika usianya sudah 10-12 bulan.

Harga indukan ini tidak dihargai berdasarkan bobot per kilogramnya, melainkan dilihat kualitas dan tingkat produktivitasnya. Semakin unggul bibit atau indukan kelinci, tentu harga jualnya pun semakin tinggi. Hal ini karena kemampuannya melahirkan anak pun cenderung lebih besar.

Leave a Comment