Apa Itu Akuakultur?

Pernahkah Anda mendengar istilah akuakultur sebelumnya? Belakangan ini, akuakultur dikenal sebagai salah satu program studi di perguruan tinggi.

Sebenarnya akuakultur merupakan istilah untuk menyebut budidaya perairan yang banyak dijumpai di Indonesia.

Apa itu akuakultur? Mari simak penjelasan lebih lengkap pada artikel ini supaya Anda dapat memahaminya.

Pengertian Akuakultur

Istilah ini belum terlalu populer di masyarakat luas. Oleh sebab itu masih banyak orang yang bertanya-tanya, apa itu akuakultur?

Akuakultur sendiri bersinonim dengan budi daya perairan.

Definisi lengkapnya, akuakultur adalah metode untuk melakukan pemeliharaan serta penangkaran berbagai jenis makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan yang hidup di perairan. Sebagian besar akuakultur memiliki tujuan komersial.

Metode akuakultur sudah ditemukan manusia sejak dahulu kala. Bahkan sejak 6000 tahun sebelum Masehi, orang-orang di daratan Australia sudah mulai memelihara belut. Peristiwa ini kerap disebut sebagai awal mula akuakultur di dunia.

belut

Seiring dengan berjalannya waktu, akuakultur pun terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Dahulu akuakultur masih menggunakan cara yang tradisional dan alami. Sedangkan saat ini, teknologi yang dipakai sudah semakin canggih dan modern.

Akuakultur terbagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan jenis air yang digunakan.

Kelompok yang pertama adalah akuakultur air tawar. Umumnya tempat yang digunakan sebagai budidaya antara lain kolam, sungai, danau, dan waduk.

Kelompok lainnya adalah akuakultur air asin. Akuakultur kelompok ini biasa memanfaatkan lautan dan juga tambak air payau.

Kedua kelompok akuakultur ini tentu saja menghasilkan produk yang berbeda-beda.

Kategori Akuakultur

Beberapa aktivitas yang bisa dikategorikan dalam akuakultur antara lain:

Pembudidayaan Ikan

Ikan menjadi komoditas terbesar yang dihasilkan akuakultur, khususnya di wilayah Indonesia. Umumnya, ikan dibudidayakan di kolam atau karamba. Ikan yang paling banyak dihasilkan antara lain ikan lele, mas, dan nila.

Di Indonesia sendiri, ikan laut belum banyak dibudidaya. Sebagian besar ikan laut didapatkan dengan cara dijala atau dipancing. Besar harapan, perikanan di Indonesia semakin baik dikemudian hari.

Pembudidayaan Udang

Sudah juga terdiri dari dua jenis yaitu udang air tawar dan air laut.

Namun sebagian besar budidaya yang dilakukan menggunakan media air tawar. Bahkan jenis udang yang awalnya hidup di air laut pun dibudidayakan di air tawar.

Salah satu jenis udang air laut yang dibudidayakan di air tawar adalah Litopenaeus vannameii atau lebih dikenal dengan nama udang vannamei. Budidaya udang di air tawar dinilai lebih potensial karena mampu menghasilkan keuntungan mencapai 120%.

Pembudidayaan Kerang

Ada beberapa jenis kerang yang dibudidayakan di Indonesia, antara lain kerang hijau, kerang darah, dan juga tiram atau kerang mutiara. Sejauh ini, budidaya kerang di Indonesia dilakukan dengan dua metode, yaitu tambak dan kandang apung.

Pembudidayaan Rumput Laut

Rumput laut banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku agar-agar dan rumput laut kering atau nori. Dahulu, rumput laut didapatkan dengan cara mencari di dasar laut. Namun hal ini tak berdampak baik untuk ekosistem laut. Oleh sebab itu, kemudian muncullah ide untuk budidaya rumput laut.

Terdapat tiga metode untuk membudidayakan rumput laut.

Cara pertama menggunakan rakit apung yang biasa dipakai untuk laut berkarang. Ada juga metode lepas dasar yang membiarkan rumput tumbuh alami di dasar laut. Cara terakhir adalah menggunakan tali apung.

Kelebihan dan Kekurangan Akuakultur

Sudah paham apa itu akuakultur? Nah, di bawah ini terdapat penjelasan mengenai kelebihan dan juga kekurangannya.

Kelebihan Akuakultur

Membantu ketersediaan ikan konsumsi

Sebagian besar tujuan dari akuakultur adalah untuk memenuhi kebutuhan komersial. Produk hasil budidaya seperti ikan, udang, kerang, dan juga tumbuhan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Indonesia memang terkenal sebagai negara maritim, namun kebutuhan ikan nasional belum bisa terpenuhi secara maksimal. Oleh karena itu, Anda sebagai pemilik budidaya perairan tentunya memiliki peran besar dalam memenuhi kebutuhan ikan Indonesia.

Banyak Pilihan

Ada banyak sekali jenis budidaya yang Anda pilih. Misalnya Anda memilih budidaya ikan air tawar, jenisnya pun sangat beragam. Anda bisa memilih sesuai dengan keinginan. Sebelum memilih jenis ikan, ada baiknya Anda memastikan bahwa kondisi lingkungan cocok atau tidak.

Jangan sampai Anda memilih jenis ikan yang salah sehingga cepat mati dan menyebabkan kerugian.

Mudah Untuk Dijalankan

Budidaya komoditas perairan seperti ikan dan udang bukanlah usaha yang sulit dijalankan. Asal Anda memahami ilmu dan metodenya, semua bisa dijalankan dengan mudah. Jangan sungkan untuk belajar kepada orang yang sudah terjun ke bidang ini terlebih dahulu.

Teknologi yang ada saat ini pun semakin canggih dan modern. Hal ini justru lebih mempermudah budidaya. Selain itu, hasil yang didapatkan pun akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan cara-cara tradisional.

Kekurangan Akuakultur

Modal Yang Besar

Modal menjadi hal paling utama yang perlu Anda siapkan ketika memulai sebuah usaha. Dalam budidaya perairan, modal awal memang cukup besar karena kebutuhan yang disiapkan pun banyak.

Setidaknya Anda perlu menyiapkan lahan, kolam atau keramba, bibit, pakan, serta peralatan pendukung. Anda juga memerlukan tenaga tambahan untuk membantu pekerjaan sehari-hari, sehingga butuh untuk mempekerjakan karyawan.

Menyita Waktu

Pertumbuhan ikan, udang, kerang, serta rumput laut harus senantiasa dipantau. Anda harus memastikan bahwa kondisi lingkungan di sekitar lokasi budidaya kondusif. Bahkan Anda harus mengawasi ikan, kerang, dan udang dalam waktu 24 jam dalam sehari.

Tingkat Mortalitas Tinggi

Komoditas seperti ikan dan udang sangat rentan mati. Banyak sekali faktor yang menyebabkannya, contohnya kondisi air yang tercemar, cuaca buruk, lingkungan tidak kondusif, serta bencana alam.

Dalam menjalankan budidaya biota air, Anda harus siap mengalami kerugian. Bisnis ini memang bisa menghasilkan laba berlipat ganda jika Anda berhasil. Namun saat gagal, Anda pun bisa sangat rugi.

Contoh Tanaman Akuakultur

Sampai pada poin ini, Anda tentu sudah memahami apa itu akuakultur beserta keunggulan dan kelemahannya. Anda juga perlu memahami apa saja contoh tanaman akuakultur yang berpotensi untuk dikembangbiakkan.

Rumput Laut

Tanaman akuakultur yang paling populer adalah rumput laut. Seperti namanya, tanaman ini merupakan sejenis rumput yang tumbuh di dasar laut. Tumbuhan berwarna hijau ini dapat dijumpai di perairan laut dangkal.

Ada tiga jenis rumput laut yang dibudidayakan di Indonesia, yaitu:

Euchema Cottoni

Merupakan jenis rumput laut paling populer dan paling banyak dibudidaya. Bisa ditemukan di wilayah Sulawesi, Bali, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara. Rumput laut jenis ini umumnya dipakai untuk memasok bahan baku industri.

Gracilaria sp

Menjadi jenis rumput laut kedua yang banyak dibudidaya di lautan Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Jawa. Jenis ini juga dijadikan sebagai bahan baku industri, terutama sebagai bahan baku kosmetik. Namun tak sedikit pula industri pangan yang menggunakan rumput laut jenis ini.

Caulerpa sp

Sangat kaya akan zat gizi antara lain kalsium, dan kalium, serta protein, karbohidrat, dan serat. Tak heran jika rumput laut satu ini dimanfaatkan untuk bahan baku di industri pangan.

Demikian informasi mengenai akuakultur, semoga tulisan di website petanidigital.id ini bermanfaat.

Leave a Comment