Apa Itu Akuaponik?

Akuaponik ternyata mampu menghasilkan produk berupa sayuran dan ikan. Anda bisa menghemat uang belanja dengan metode ini.

Penasaran tentang apa itu akuaponik dan seluruh detailnya? Simak terus artikel ini untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan terpercaya.

Pengertian Akuaponik

Mari awali pembahasan ini dengan memahami pengertian akuaponik. Nama ini diambil dari gabungan istilah akuakultur dan hidroponik.

Akuakultur merupakan sebuah sistem untuk membudidayakan atau beternak ikan. Sedangkan hidroponik adalah budidaya tanaman dengan air sebagai media tanam.

Jadi, apa itu akuaponik? Metode ini menggabungkan dua jenis budidaya berbeda yaitu ikan dan tanaman secara bersamaan.

Metode ini sudah tercipta sejak 3000 tahun yang lalu di daratan Cina. Sedangkan di Mesir, akuaponik ditemukan 1000 tahun kemudian.

Indonesia sendiri mulai mengenal akuaponik pada tahun 90-an. Sayangnya, sistem yang dikembangkan pertama kali masih mengalami kegagalan sehingga tak dapat diterapkan. Barulah pada tahun 2000-an ditemukan sebuah metode baru.

Metode baru ini bekerja dengan cara mengalirkan air dari kolam melalui filter ke bak penampung. Tujuannya supaya kotoran tersaring. Dari bak penampung, air dialirkan menuju ke tanaman. Setelah itu, air kembali lagi mengalir ke kolam.

Air yang berasal dari kolam mengandung sari-sari dari kotoran ikan yang baik untuk tanaman. Pasalnya, kotoran ikan kaya akan zat gizi untuk membantu pertumbuhan tanaman. Air yang sudah melewati akar tanaman pun kaya akan oksigen yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan ikan.

Akuaponik kini sudah banyak digunakan oleh masyarakat, baik untuk keperluan rumah tangga atau pun komersial. Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan menekuni hidroponik saja atau akuakultur saja.

Kelebihan dan Kekurangan Akuaponik

Sudah paham apa itu akuaponik dan tertarik untuk mencobanya? Jangan terburu-buru, perhatikan penjelasan mengenai kelebihan serta kekurangan dari metode ini.

Kelebihan Akuaponik

Menghasilkan dua produk sekaligus

Keunggulan yang pertama ini tampak sangat nyata. Dalam akuaponik, Anda mengembangkan dua komoditas sekaligus, yaitu tanaman dan ikan. Umumnya, tanaman yang dipilih merupakan jenis sayuran.

Budidaya ikan dan sayuran ini berjalan beriringan dan saling bersinergi. Anda dapat melakukan pembibitan dan perawatan dalam waktu yang bersamaan dan menghasilkan dua produk. Hal ini jelas berbeda jika Anda hanya menjalankan usaha pertanian atau perikanan saja.

Andaikan gagal memanen sayuran, Anda masih memiliki produk lainnya yaitu ikan. Begitu pula sebaliknya, Anda masih memiliki sayuran jika ikan mati.

Hemat Lahan

Menjalankan usaha pertanian dan perikanan secara tradisional membutuhkan dua lahan berbeda. Satu untuk pertanian dan satu lagi sebagai lahan perikanan. Lain halnya dengan sistem akuaponik, Anda hanya perlu menyiapkan sebuah lahan.

Buatlah kolam ikan di lahan yang sudah Anda siapkan. Kemudian di bagian atas kolam bisa Anda pakai untuk membangun instalasi hidroponik. Anda bisa menghemat banyak lahan, bukan?

Penataan yang vertikal seperti ini bisa diterapkan di berbagai wilayah. Terutama di perkotaan yang minim lahan kosong. Jadi, Anda tak perlu pulang kampung untuk memulai usaha perikanan dan pertanian.

Hemat Air

Tak hanya lahan yang bisa dihemat, Anda pun akan lebih hemat air dengan metode akuaponik. Air yang digunakan untuk media tanam sama dengan air yang dipakai untuk memelihara ikan. Sirkulasi air diatur sedemikian rupa agar dapat mencukupi kebutuhan ikan dan tanaman.

Anda hanya perlu menambahkan air ketika volumenya mulai berkurang. Kebutuhan airnya tak sebanyak budidaya ikan dan tanaman di lahan terpisah.

Atur Sesuai Kebutuhan

Budidaya ikan dan tanaman dengan akuaponik sangat fleksibel. Mengapa demikian? Anda bebas mengaturnya sesuai dengan kebutuhan. Misalnya Anda tak punya lahan luas namun ingin menghasilkan banyak produk tanaman. Solusinya yaitu menyusun tanaman secara vertikal.

Selain menghemat ruang, penyusunan tanaman secara vertikal juga dapat menghasilkan produk lebih banyak.

Hasilkan Produk Pertanian Organik

Petani saat ini lebih banyak menggunakan produk buatan pabrik seperti pupuk dan insektisida. Padahal produk ini memiliki bahaya yang jarang disadari oleh masyarakat. Bahaya ini mengancam konsumen dan juga lingkungan. Oleh sebab itu, muncullah produk organik yang lebih sehat.

Produk seperti sayuran yang dihasilkan melalui metode akuaponik termasuk dalam kategori organik. Selama tumbuh, tanaman mendapatkan nutrisi dari kotoran ikan tanpa harus menambahkan pupuk buatan pabrik.

Kekurangan Akuaponik

Biaya Instalasi yang Mahal

Kelemahan yang pertama dari sistem akuaponik adalah mahalnya biaya untuk membeli peralatan dan instalasi. Komponen yang dipakai harus dibeli karena sangat sulit untuk dibuat sendiri.

Komponen pertama yang harus disiapkan adalah kolam. Untuk membangun kolam, Anda harus memilih bahan-bahan berkualitas tinggi supaya mutu kolam terjamin. Di samping itu, Anda juga perlu menyiapkan seperangkat media tanam sekaligus dengan pompa dan filter untuk airnya.

Baru-baru ini muncul penemuan untuk menyiasati biaya akuaponik yang mahal. Caranya adalah dengan memanfaatkan ember besar. Ember dipakai sebagai pengganti kolam dan di bagian tepinya dipakai untuk menggantungkan tanaman.

Metode akuaponik murah meriah ini memiliki air yang statis atau diam. Jadi, jenis ikan yang Anda pilih pun harus disesuaikan.

Bergantung pada Listrik

Sistem akuaponik memiliki sebuah komponen berupa pompa air. Fungsinya adalah untuk mengalirkan air menuju tanaman kemudian kembali lagi ke kolam. Pompa ini dapat beroperasi jika dialiri listrik. Jadi, sistem akuaponik sangat bergantung pada listrik.

Apabila terjadi pemadaman listrik dalam waktu lama, sirkulasi air menjadi terganggu. Hal ini bisa mengakibatkan ikan dan tanaman menjadi mudah mati.

Perawatan Ekstra

Ikan dan tanaman yang dibudidaya dengan metode akuaponik tak bisa didiamkan begitu saja. Anda dituntut untuk rajin merawatnya. Tak bisa sembarangan, ada ilmu dan teknik khusus yang perlu dipelajari untuk merawat akuaponik.

Tak sedikit orang yang gagal dalam praktik akuaponik karena kurang terampil mengoperasikan peralatan. Bila perlu, ikutilah pelatihan sebelum memutuskan untuk memiliki akuaponik sendiri.

Contoh Tanaman Akuaponik

Sampai di sini, Anda sudah memahami apa itu akuaponik beserta kelebihan dan kekurangannya. Selanjutnya, Anda perlu memahami jenis tanaman apa saja yang dapat dibudidayakan dengan metode akuaponik.

Kangkung

Tanaman sayuran ini tumbuh secara alami di rawa-rawa dan juga sawah bertanah basah. Oleh sebab itu, kangkung sangat cocok untuk ditanam di akuaponik. Anda bisa panen hanya dalam waktu satu bulan saja.

Selada

Selada punya sifat yang mirip dengan kangkung, yaitu mudah tumbuh di media air. Tak heran jika banyak orang yang memilih sayuran satu ini untuk ditanam dengan metode akuaponik. Anda bisa panen selada dalam kurun waktu satu bulan setelah masa tanam.

Cabai

Harga cabai bisa menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram pada waktu-waktu tertentu. Untuk mencegah pengeluaran yang membengkak, sebaiknya Anda punya tanaman cabai sendiri di rumah. Dengan metode akuaponik, Anda bisa mulai memanen cabai sejak umurnya mencapai 80 hari.

Leave a Comment