Bibit Hidroponik

Cara Persemaian Bibit Hidroponik Yang Bagus Agar Panen Maksimal

Sebelum dipindah ke media tanam, bibit hidroponik yang tumbuh di tempat persemaian akan memperlihatkan potensinya.

Jika tanaman tidak tumbuh optimal ketika disemai, maka lebih baik untuk menggantinya dengan benih lain untuk ditanam.

Panen yang melimpah dengan hasil yang memuaskan merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai semua orang yang berkebun. Namun tidak banyak orang paham bahwa proses tersebut tidak hanya terletak pada perawatan saja, tetapi sudah terjadi sejak sebelum dan selama penyemaian.

Cara persemaian bibit hidroponik agar hasil panen maksimal, berikut ini :

Penentuan Kualitas Benih

Memilih benih memang usaha yang cukup rumit. Terkadang dari sekian banyak bibit, dalam praktek tanamnya bisa saja gagal. Hal ini terutama jika Anda membeli benih dari tempat yang belum terpercaya.

Namun jika Anda membeli benih dari tempat yang jelas memproduksi indukan yang bagus, maka kemungkinan besar benih yang Anda beli memiliki genetika yang serupa. Kemungkinan besar hasil panen akan memuaskan.

Selain memilih benih, cara penyimpanan juga berperan penting dalam mempertahankan kualitas benih. Syarat untuk tempat penyimpanan adalah teduh dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Atau Anda juga bisa membungkus benih hidroponik dalam wadah kedap udara dan menyimpannya di dalam lemari es. Namun usahakan bibit tidak terkena air, termasuk ketika akan menggunakannya, keluarkan saja seperlunya dan langsung masukkan lagi ke wadah penyimpanan.

Jenis bibit hidroponik juga beragam, mulai dari jenis RZ impor yang populer di kalangan hobiis sebagai bibit berkualitas hingga jenis lokal seperti Known You Seed yang juga tidak kalah bagusnya.

Persemaian

Setelah mendapatkan bibit unggul maka langkah selanjutnya adalah melakukan persemaian.

Langkah ini tidak bisa dilewatkan karena proses persemaian merupakan proses adaptasi dari benih menjadi tumbuhan baru yang akan mengalami masa tanam.

Ketika melakukan persemaian, untuk jenis sayur dan buah apapun, selalu tempatkan di lokasi yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Tempat yang teduh cenderung memiliki suhu yang stabil sehingga tidak mengganggu proses tumbuh benih.

Media semai juga harus dibuat bersih dan diperiksa secara berkala terkait tumbuhnya alga, gulma maupun serangan hama dan bibit penyakit.

Proses ini juga merupakan proses penampian. Jika benih yang tumbuh tidak bagus maka tidak akan digunakan untuk proses selanjutnya.

Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari memang penting bagi tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis, demikian pula dengan tanaman yang ditanam dengan sistem hidroponik. Benih yang masih sangat baru harus mendapatkan sinar matahari secara optimal.

Ketika disemai dan benih mulai menunjukkan pertumbuhan yang ditandai dengan pecah benih, maka harus segera dipindah ketempat yang lebih mendapatkan sinar matahari. Waktu tumbuh benih ini bisa bermacam-macam tergantung dari jenis sayuran maupun buah yang ditanam.

Namun jangan meletakkan benih terus menerus di bawah sinar matahari, cukup 7 hingga 8 jam saja.

Waktu yang ideal untuk tanaman berjemur adalah pada pukul 08.00-15.00.

Jika sinar matahari tidak muncul atau Anda kesulitan mendapatkannya maka bisa menggunakan lampu penerangan.

Intinya adalah membuat tanaman menjadi hangat agar proses penyerapan nutrisi bisa berjalan baik. Dengan sinar matahari yang cukup, maka tanaman akan memiliki daun yang lebar, tumbuh tinggi serta untuk buah akan menghasilkan buah yang ranum.

Kelembaban Air

Kondisi kelembaban pada saat persemaian dengan saat di lahan tanam akan berbeda. Perbedaan ini terletak pada kemampuan benih untuk mengolah nutrisi menjadi makanan untuk tumbuh. Ketika dalam tahap persemaian, air yang dibutuhkan hanya sedikit saja.

Pastikan media tanam hanya lembab dan tidak basah sepenuhnya. Jika terlalu basah, maka benih malah berpotensi untuk busuk. Jika nanti sudah dipindah ke lahan tanam maka kuantitas air akan bertambah karena air dibutuhkan untuk pelarutan enzim guna proses fotosintesis.

Begitu pula dengan ketersediaan cairan berupa larutan nutrisi. Anda tidak perlu mengganti larutan nutrisi pada saat persemaian karena benih hanya jumlah nutrisi yang dibutuhkan masih terbatas. Hal yang berbeda terjadi dengan benih yang sudah dipindah tanam.

Sambil menunggu proses panen, benih akan membutuhkan nutrisi dengan kuantitas yang meningkat. Selain itu, penggantian larutan nutrisi juga menghindarkan dari endapan di dasar waduk nutrisi yang bisa menyebabkan kelebihan dosis.

Mendapatkan bibit hidroponik yang bagus memang harus dari indukan yang juga bagus.

Namun terkadang faktor itu saja juga tidak cukup. Anda juga perlu melakukan perawatan secara intensif agar hasil panen yang didapatkan bisa sesuai dengan harapan.

Informasi bacaan lainnya, klik : Hidroponik

Leave a Comment