BudidayaTanaman

5 Cara Budidaya Alpukat di Rumah

Cara budidaya alpukat di rumah menjadi fokus tulisan kali ini karena memang masyarakat tergiur dengan lembutnya daging buah alpukat. Dan buah alpukat memang populer di kalangan masyarakat.

Aneka olahan makanan dan minuman bisa dibuat dengan buah yang memiliki nama latin Persea americana.

Alpukat memang kaya akan nutrisi bagi tubuh. Bahkan kandungan vitamin E di dalamnya kerap kali digunakan dalam produk kecantikan.

Rasanya yang khas membuat buah ini tidak pernah sepi dari permintaan pasar. Oleh karena itu, budidaya alpukat menjadi salah satu yang menjanjikan untuk digeluti.

Berikut ulasan cara budidaya alpukat yang mudah dilakukan.

Konten

Persiapan Benih

Benih alpukat yang bagus bisa Anda dapatkan pada biji buah yang sudah tua. Caranya adalah dengan menusuk biji alpukat di tiga titik menggunakan tiga buah tusuk gigi. Sebaiknya, penusukan dilakukan pada satu garis melingkar.

Tunas akan tumbuh pada bagian atas biji alpukat yang lebih lonjong. Sedangkan akarnya akan tumbuh di bagian bawah biji yang permukaannya lebih mendatar.

Media Tanam

Cara budidaya alpukat selanjutnya adalah persiapan media tanam. Pada tahap ini, sebaiknya gunakan media air terlebih dahulu sebelum penggunaan tanah. Berikut langkah-langkah mudahnya :

• Isi gelas plastik dengan air ¾ bagian.

• Masukkan biji alpukat yang sudah ditusuk di tiga titik bagian. Tusuk gigi tersebut berguna untuk menyangga benih agar tetap pada posisinya.

• Pastikan air merendam ¼ bagian biji alpukat.

• Anda dapat merangsang pertumbuhan tunas dan akar dengan menambahkan satu sendok gula pasir.

• Setelah biji ditaruh dalam rendaman, tempatkan di lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung.

• Perhatikan kadar air setiap hari agar benih tumbuh dengan baik. Apabila volume air mulai berkurang, tambahkan sampai jumlahnya sama seperti awal penanaman.

• Dalam satu hari, lakukan pergantian air sebanyak 4-5 kali.

• Akar mulai tumbuh ketika benih memasuki usia 45 hari. Biasanya sudah nampak rimbun dengan tinggi kurang lebih 15 cm. Apabila sudah demikian, benih siap dipindahkan ke lahan.

Penanaman di Lahan

Benih yang sudah memasuki usia lebih dari satu bulan, sudah saatnya ditanam di dalam tanah. Anda bisa menanamnya di pot atau bisa juga secara langsung di pekarangan rumah.

Berikut cara-caranya :

• Apabila hendak menggunakan pot, pilih pot dengan ukuran minimal 30 cm.

• Isi pot dengan tanah yang gembur dan subur sebanyak ½ bagian.

• Buat lubang tanam lalu letakkan bibit alpukat ke dalamnya, tutupi kembali dengan tanam sampai akarnya tertutup.

• Pastikan tanah cukup untuk menutupi agar akar bisa tersangga dengan kokoh.

• Anda bisa merangsang pertumbuhan daun dan akar dengan memotong bagian tunas sebesar 7 cm.

• Setelah bibit ditanam, tempatkan di lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung yang menyengat.

• Lakukan penyiraman secara rutin dengan air secukupnya.

Perawatan Tanaman

Cara budidaya alpukat berikutnya adalah proses pemeliharaan tanaman. Hal ini penting dilakukan untuk mengontrol pertumbuhan agar tetap optimal.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman alpukat :

• Hindari area lahan dari genangan air.

• Biarkan bibit terkena semilir angin untuk mempercepat proses penyerbukan.

• Hujan yang tidak terlalu lebat dapat merangsang pertumbuhan tanaman lebih optimal.

• Pastikan tanaman alpukat mendapat asupan sinar matahari yang cukup setiap harinya.

Atasi segera apabila Anda menemukan kelainan pada tanaman alpukat. Misalnya jika warna daun berubah menjadi kekuningan, segera jemur tanaman di bawah sinar matahari.

Hal tersebut mengindikasikan tanaman kelebihan kadar air.

Daun tanaman berubah menjadi kering kecokelatan menandakan tanaman tersebut kelebihan kadar garam. Untuk mengatasinya, segera siram tanaman tersebut.

Lakukan pemotongan pula pada batang, namun tidak lebih dari 30 cm. Pemotongan ini perlu dilakukan secara rutin untuk merangsang pertumbuhan daun yang lebat.

Proses Panen

Pemanenan bisa Anda lakukan apabila tanaman alpukat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

• Buah tampak mengkilap dan berwarna coklat atau kemerahan.

• Tidak timbul suara yang nyaring ketika mengetuk buah alpukat.

Pastikan Anda memetiknya sampai tangkai buah dengan sempurna, ketika Anda memanen alpukat. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan pada bagian tangkai.

Apabila terjadi kerusakan yang cukup parah, pertumbuhan buah selanjutnya bisa terhambat.

Klik 2x Selengkapnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button