Cara Budidaya Anggrek

Budidaya anggrek sangat cocok bagi Anda yang hobi mengoleksi tanaman hias. Dengan nama ilmiah Orchidaceae, memiliki bentuk dan warna yang menawan.

Bunga anggrek memiliki filosofi mengenai perjuangan menuju keindahan sejati yang tidak mudah. Hal ini sebanding dengan cara budidaya anggrek yang memang membutuhkan kesabaran ekstra.

Meski demikian, hasil yang didapatkan tentunya sangat memuaskan.

Terlebih harga anggrek di pasaran memang terbilang tinggi dibanding jenis tanaman hias lainnya. Oleh karena itu, budidaya tanaman anggrek bisa menjadi peluang usaha sampingan yang menjanjikan.

Cara budidaya anggrek perlu memperhatikan beberapa hal agar bisa tumbuh lebat dan bernilai jual tinggi.

Tempat penanaman Anggrek dengan sinar matahari yang cukup (14-36 derajat celcius).

Hal ini berguna untuk merangsang pertumbuhan tanaman bunga anggrek itu sendiri.

Namun, intensitas sinar matahari yang dibutuhkan bisa jadi berbeda tergantung jenis anggrek yang ditanam. Misalnya pada anggrek jenis Renanthera dan Arachnis yang membutuhkan cahaya matahari langsung.

Anggrek Cattleya, Ancedium, dan Dendrobium tidak membutuhkan sinar matahari langsung. Bahkan untuk jenis Phalaenopsis, Anda bisa menanamnya di tempat teduh di pekarangan rumah.

Anda juga perlu memperhatikan pertumbuhan akar anggrek selain sinar matahari. Bagian tanaman tersebut biasanya akan muncul ke permukaan pot atau tanah ketika mencapai puncak perkembangannya.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan 4 cara budidaya anggrek yang bisa diikuti berikut ini.

Budidaya Anggrek Dengan Pemilihan Bibit

Cara budidaya anggrek yang pertama adalah mendapatkan bibit untuk ditanam. Anda bisa mendapatkannya di toko tanaman hias terdekat. Biasanya bibit yang dijual berusia 3-5 bulan dan ditempatkan di pot kecil.

Anda juga bisa membeli bibit anggrek berumur 1 tahun yang akar dan daunnya sudah tumbuh. Penanaman hanya perlu dilakukan selama 3 bulan apabila Anda memilih bibit ini.

Pindahkan ke pot kecil berukuran 6-12 cm. Jika sudah mencapai 3 bulan lagi, tanaman anggrek dipindahkan ke pot yang berukuran besar.

Penanaman dan Pemindahan Bibit Anggrek

Tempathidup tanaman anggrek yang dibudidayakan dapat dibagi menjadi dua jenis,yaitu anggrek epifit dan terrestris. Anggrek epifit hidup menumpang pada bagian pohon lain, sedangkan anggrek terrestris hidup di permukaan tanah.

Pindahkan bibit yang sudah berkembang ke batang pohon yang cukup rindang apabila Anda menanam anggrek epifit. Sedangkan untuk anggrek terrestris, Anda bisa memindahkan bibit ke pot tanah liat yang berukuran besar.

Pastikan pot tersebut memiliki lubang-lubang di bawahnya agar drainase air lancar. Media tanam yang digunakan pun perlu mencakup beberapa komponen yaitu sabut kelapa, genteng, arang kayu, batang pakis, dan batu bata.

Jika dirasa membuat media tanam anggrek merepotkan, Anda bisa membeli yang sudah diformulasi di toko pertanian.

Perawatan Bibit Anggrek

Langkah budidaya anggrek yang selanjutnya adalah proses pemeliharaan. Penyiraman anggrek dilakukan sebanyak dua kali sehari.Anda perlu memindahkan pot anggrek ke tempat yang teduh, apabila memasuki musim penghujan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari anggrek terlalu basah sehingga dapat menyebabkan pembusukan pada akarnya.

Tanaman hias ini pada dasarnya tidak bisa diberi pupuk secara sembarangan. Jika ingin mempercepat pertumbuhan tanaman anggrek, pupuk yang digunakan perlu takaran khusus. Anda bisa menggunakan pupuk organik cair sebanyak 50 ml lalu dicampurkan ke dalam 1 L air bersih.

Semprotkanpupuk secara merata ke seluruh bagian tanaman. Pemberian pupuk ini juga tergantung pada jenis anggrek yang ditanam. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya Anda menanyakannya ke toko pertanian tempat membeli bibit anggrek.

Pendewasaan Bunga Anggrek

Tanaman anggrek apabila sudah dirawat dengan baik, Anda tinggal menunggu tanaman hias ini bertumbuh lebih besar dan dewasa. Pada dasarnya, tanaman anggrek yang masih remaja juga sudah ditumbuhi bunga. Namun, jumlahnya belum banyak dan masih berukuran kecil.

Cara budidaya anggrek sampai berbunga lebat memang membutuhkan kesabaran karena memakan waktu yang lama. Rata-rata waktu yang dibutuhkan sampai tumbuh bunga dewasa mencapai 1-6 tahun lamanya.

Budidaya tanaman anggrek ini bisa Anda jadikan sampingan sekaligus menekuni hobi yang menyenangkan. Apabila dilakukan secara konsisten, tanaman anggrek berusia remaja bisa dibanderol sekitar Rp 60.000 (jenis Phalaenopsis dan Dendrobium).

Bunga anggrek yang sudah mencapai usia dewasa bisa dijual ratusan sampai jutaan rupiah, menggiurkan bukan?

Ok, sekian informasi cara budidaya anggrek,

Leave a Comment