Cara Budidaya Bayam Merah, Cabut, Jepang, Organik, Hidroponik

Budidaya bayam merupakan salah satu pilihan bercocok tanam yang sesuai untuk semua orang. Hal ini karena tanaman bayam bisa tumbuh dengan mudah di berbagai media.

Jika Anda berniat untuk mencoba membudidayakan bayam, pertama-tama Anda perlu memilih jenis bayam nya terlebih dahulu.

Bayam hadir dalam berbagai jenis yang bisa Anda pilih. Beberapa di antaranya adalah bayam cabut, bayam duri, bayam kakap yang memiliki daun berukuran besar, bayam merah, dan masih banyak lagi.

Di Indonesia hanya dikenal dua jenis bayam budidaya, yaitu Amaranthus tricolor dan A.hibrydus.tricolor L ditanam sebagai bayam cabut dan terdiri dari dua varietas, yaitu bayam hijau (bayam putih, bayam sekul atau bayam cina) dan bayam merah karena tanamannya berwarna merah.

Perhatikan berbagai cara membudidayakan bayam di bawah ini.

Budidaya Bayam Cabut

Bayam cabut yang kaya akan mineral seperti asam folat, magnesium, zat besi, kalsium, sodium, dan potassium, serta berbagai vitamin. Contohnya saja vitamin A, B kompleks, C, E, dan K.

Bayam ini merupakan salah satu jenis sayur yang wajib Anda konsumsi bersama keluarga. Untuk bisa merasakan seluruh manfaat dari bayam cabut, Anda perlu mempelajari cara menanam atau membudidayakannya.

Hal tersebut agar Anda bisa mengkonsumsinya kapanpun tanpa harus membeli bayam cabut dari pedagang sayuran.

Apa saja yang harus dilakukan untuk membudidayakan bayam cabut?

Mengolah Lahan Tanam Untuk Menanam Bayam Cabut

Lahan tanam harus Anda olah dan gemburkan dulu sebelum memulai penanaman. Selanjutnya, buat bedengan yang lebarnya 1 meter dengan tinggi bedengan sesuai dengan keadaan lahan yang Anda miliki. Pastikan tanaman bayam Anda tidak terendam air ketika musim hujan tiba.

Taburkan pupuk kandang dengan merata di bedengan dengan dosis sebesar 2 kg untuk setiap 10 meter persegi. Anda juga bisa menggunakan tambahan pupuk kimia ZA, KCL, serta TLC dengan perbandingan sebanyak 1:1:1 dan dosis 1 kg setiap meter persegi.

Ratakan dan aduk pupuk yang telah Anda taburkan di bedengan. Tunggu selama 7 hari hingga 10 hari sebelum Anda mulai menanami bedengan dengan benih tanaman bayam cabut.

Membuat Persiapan Benih Tanaman Bayam Cabut

Anda bisa membeli benih bayam cabut di toko yang menjual berbagai perlengkapan tani. Ada banyak sekali pilihan jenis serta merk tanaman bayam cabut yang unggul. Benih bayam juga bisa Anda peroleh dari tanaman bayam cabut yang sebelumnya Anda tanam.

Pilih jenis tanaman bayam yang paling cocok untuk daerah tempat Anda tinggal. Benih yang Anda butuhkan hanyalah 0,5 gram hingga 1 gram untuk setiap meter persegi.

Budidaya Bayam Cabut di Bedengan

Buat larikan di bedengan Anda dengan jarak antara 10 hingga 15 cm. Taburkan benih bayam Anda di larikan yang telah Anda persiapkan. Larikan tersebut memiliki fungsi untuk menentukan jarak tanam, sehingga setiap tanaman bayam yang tumbuh tidak akan berhimpitan.

Anda juga boleh menaburkan benih bayam secara langsung di atas bedengan, tetapi pastikan benih tersebar rata. Hindari jarak tanam terlalu rapat dengan cara mencampur benih dengan kompos atau dedak terlebih dahulu.

Setelah itu, semprotkan insektisida secara merata di atas bedengan agar lahan tanam terhindar dari gangguan semut dan hama lain. Penyemprotan tersebut harus dilakukan segera setelah Anda menebarkan semua benih bayam cabut.

Menyirami Tanaman Bayam Cabut Secara Rutin

Penyiraman wajib Anda lakukan 2 kali dalam sehari. Tetapi Anda juga bisa menyesuaikan penyiraman dengan kondisi lahan tanam. Lahan tanam harus selalu lembab tetapi tidak boleh terlalu basah, terutama ketika benih bayam cabut belum mulai berkecambah.

Melakukan Penyiangan Untuk Menumbuhkan Bayam yang Sehat

Penyiangan adalah proses pembersihan lahan tanam dari rumput dan gulma. Cabut semua rumput liar yang tumbuh di sekitar bayam cabut Anda. Pasalnya, rumput dan gulma tersebut bisa mengganggu pertumbuhan bayam cabut, sehingga Anda tidak bisa memanen bayam yang sehat.

Memupuk Tanaman Bayam

Anda perlu memberikan pupuk susulan untuk membantu tanaman bayam cabut agar bisa tumbuh dengan lebih baik. Gunakan pupuk kendang yang sudah diayak. Pemupukan sebaiknya dilakukan di sore hari ketika daun bayam dalam keadaan kering, sehingga pupuk tidak akan menempel.

Pupuk urea yang sudah dilarutkan juga bisa digunakan untuk menyuburkan bayam cabut. Campurkan dan larutkan satu genggam pupuk urea dan 20 liter air, kemudian siramkan larutan pupuk urea ke tanaman bayam cabut Anda. Lakukan pemupukan sekali seminggu.

Mengendalikan Penyakit dan Hama

Berbagai bahaya yang sering ditemui oleh tanaman bayam adalah belalang, oteng-oteng, ulat, serta penggerek daun. Semprotkan santoat, metindo, regent, matador, atau insektisida lain untuk mengendalikan berbagai hama tersebut.

Jika tanaman bayam Anda terserang penyakit seperti rebah semai atau penyakit lain, Anda bisa menyelamatkannya dengan melengkapi lahan tanam dengan sistem drainase yang lebih baik dan selalu membersihkan area lahan tanam.

Apabila tanaman bayam Anda semakin memburuk, Anda bisa menggunakan semprotan fungisida seperti bion M, antracol, atau cozeb.

Memanen Bayam Cabut dengan Benar

Langkah terakhir dalam budidaya bayam adalah pemanenan. Setelah bayam cabut berusia 20 sampai 25 hari, Anda bisa mulai memanen tanaman tersebut dengan mencabutnya secara hati-hati dan perlahan hingga ke akar tanaman.
Tinggi ideal untuk tanaman bayam cabut yang sudah siap untuk dipanen adalah 20 cm. Setelah memanen tanaman bayam cabut, ikat bagian batangnya. Jika Anda berencana untuk menjual bayam cabut tersebut, cuci bayam sampai bersih untuk menghilangkan tanah pada batangnya.

Selain mudah, proses penanaman hingga pemanenan bayam cabut tidak memerlukan waktu yang lama. Anda bisa mendapatkan bayam segar sepanjang tahun tanpa perlu mengandalkan para pedagang sayur lagi.

Budidaya Bayam Merah

Budidaya Bayam Merah

Bayam merah memang tidak sepopuler saudaranya, bayam hijau, yang sudah dibudidayakan di mana-mana. Selain itu, pemasaran bayam merah juga kurang memuaskan.

Nama latin bayam merah adalah Amaranthus dubius

Namun, membudidayakan bayam merah cukup menguntungkan karena jenis bayam yang satu ini tidak kenal musim, dengan kata lain bisa tumbuh dari Januari hingga Desember setiap tahunnya.

Anda pun bisa membudidayakannya, tidak menjadi persoalan jika Anda tinggal di daerah dengan iklim dingin atau panas sekalipun. Ikuti instruksi di bawah ini untuk bisa membudidayakan bayam merah dengan sukses:

Persiapkan Lahan Untuk Menanam Bayam Merah

Pilih lokasi tanam dengan tanah yang kondisinya subur dan cocok dengan kriteria tanah untuk bayam merah. Pastikan lahan tersebut bebas dari angin kencang. Gemburkan tanah tersebut dengan mencampurkan pupuk kendang.

Selanjutnya, buat bedengan yang ukuran panjangnya 100 cm sampai 200 cm dan lebar bedengan 30 cm. Ciptakan saluran drainase antar bedengan dengan jarak 30 cm. lakukan penyiraman secara rutin serta pemupukan sekali setiap 2 minggu agar tanah tersebut ternutrisi sebelum penanaman.

Penyemaian Tanaman Bayam Merah

Pertama, sediakan bedengan dengan mencampurkan tanah, sekam, serta pupuk organik dengan menggunakan perbandingan 2:1:1. Setelah itu, sebarkan benih tanaman bayam merah di bedengan semai tersebut dan tutupi menggunakan tanah campuran dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Sirami menggunakan spray 2 kali dalam sehari, yaitu setiap pagi serta sore hari. Pastikan penyemaian dilakukan di tempat yang agak teduh dan pastikan tanah tersebut lembab tapi tidak basah. Setelah benih mulai bertunas dan berukuran 3 cm sampai 6 cm, Anda bisa mulai menanam.

Proses Penanaman Tanaman Bayam Merah

Pilih hanya bibit bayam merah yang memiliki kondisi baik. Buat lubang tanam dengan jarak antara 10 dan 15 cm antar lubang. Pastikan Anda tidak membuat lubang yang terlalu besar atau terlalu kecil. Ambil bibit dengan hati-hati agar tidak merusak akar bibit bayam merah tersebut.

Goyangkan bibit bayam merah sebelum melanjutkan budidaya bayam untuk menghilangkan tanah yang menempel, kemudian masukkan bibit tersebut ke lubang tanam. Tutup lubang tanam dengan campuran tanah dan pupuk, padatkan tanaman sampai bisa berdiri dengan kokoh.

Lapisi tanah tersebut dengan menggunakan jerami atau mulsa organik lain demi mencegah gulma. Setelah proses penanaman selesai, Anda perlu melakukan perawatan yang serius terhadap tanaman bayam merah tersebut.

Perawatan Terhadap Bayam Merah

Perhatikan penyiraman yang merupakan perawatan terpenting untuk bayam merah. Sirami bayam merah Anda 2 kali sehari, setiap pagi hari serta sore hari. Gunakan air yang sudah dicampur dengan pupuk cair untuk menyiram bayam merah selama seminggu setelah penanaman.

Setelah seminggu, Anda boleh melanjutkan proses penyiraman hanya dengan menggunakan air biasa. Pemupukan juga merupakan hal penting untuk menumbuhkan bayam merah dengan baik. Pemupukan sebaiknya dilakukan 2 atau 3 minggu sekali menggunakan pupuk kendang.

Sambil memupuk, Anda perlu menyiangi rumput yang tumbuh di sekitar area penanaman dan juga melakukan penggemburan tanah di area penanaman. Dengan demikian, pupuk yang Anda berikan bisa diserap oleh akar tanaman bayam merah dengan baik.

Waspadai Hama yang Bisa Mencelakai Bayam Merah

Hama seringkali mengganggu kesuburan tanaman bayam merah yang Anda budidayakan. Jika tanaman bayam Anda menghadapi serangan hama serangga, gunakan insektisida secukupnya untuk menyingkirkan serangga yang bisa merusak bayam merah Anda.

Jika hama yang menyerang tanaman bayam Anda adalah jamur, gunakan fungisida yang ampuh untuk menyelamatkan bayam merah dari jamur.

Masa Panen Tanaman Bayam Merah

Bayam merah Anda sudah siap untuk dipanen jika daunnya sudah memiliki ukuran yang sama serta berjumlah banyak. Tinggi tanaman bayam merah siap panen adalah antara 20 cm dan 30 cm. Bagaimana cara memanen bayam merah tersebut?

Salah satu cara memanen tanaman bayam adalah dengan mencabut tanaman bayam tersebut hingga sampai ke akarnya. Cara lain yang bisa Anda coba adalah dengan memetik daun bayamnya dan langsung mengolah bayam merah tersebut.

Budidaya bayam merah biasanya siap untuk dipanen setelah 20 hari hingga 25 hari setelah ditanam. Tapi jika Anda ingin mengambil biji bayam merah, pastikan Anda menunggu hingga bayam berusia 40 atau 45 hari agar benih yang diambil bisa bertahan lama dan dibudidayakan lagi.

Manakah yang ingin Anda coba terlebih dahulu? Budidaya tanaman bayam organik atau bayam merah? Atau, Anda bisa mencoba membudidayakan tanaman bayam cabut di lahan milik Anda dengan mengikuti instruksi selanjutnya.

Budidaya Bayam Organik

Salah satu jenis bayam yang cocok untuk dibudidayakan secara organik adalah bayam yang paling sering Anda temui, yaitu bayam hijau (Amaranthus gangeticus).

Untuk bisa membudidayakannya, ikuti Langkah-langkah berikut ini dengan saksama:

Mempersiapkan Benih Bayam Hijau

Benih tanaman bayam tidak bisa diambil secara sembarangan. Anda harus mengambil benih tersebut dari tanaman bayam hijau yang telah dipelihara hingga berumur 3 bulan. Benih yang diambil dari bayam muda biasanya tidak bisa bertahan lama.

Mengolah Lahan Untuk Membudidayakan Bayam

Tanah yang akan Anda gunakan untuk menanam bayam secara organik harus Anda haluskan terlebih dahulu.

Selanjutnya, Anda bisa mulai membuat bedengan yang lebarnya 1 meter dan tingginya 20 hingga 30 centimeter.

Pastikan Anda membuat bedengan dengan jarak 30 centimeter antar bedengan. Agar bisa memperoleh pencahayaan yang maksimal, Anda bisa membuat bedengan yang membujur dari barat ke timur.

Menebarkan Benih Tanaman Bayam Hijau

Benih bayam memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga Anda perlu membudidayakannya dengan menebar menggunakan tangan atau saringan. Pastikan benih tanaman bayam menyebar dengan kepadatan 0,5 gram sampai 1 gram setiap meter persegi.

Anda juga bisa mencampur benih bayam hijau dengan pupuk kompos atau dengan tanah sebelum menebarkannya di atas bedengan yang telah Anda buat. Hal ini akan membantu penebaran benih yang lebih merata.

Merawat Tanaman Bayam Hijau Organik

Pengaturan air merupakan salah satu perawatan paling penting agar bayam organik Anda bisa tumbuh dengan baik. Perhatikan pengaturan air, terutama ketika Anda baru saja menanam benih bayam tersebut. Lakukan penyiraman pada tanaman bayam secara teratur dan rutin.

Pada musim kemarau, Anda perlu menyiram tanaman bayam sebanyak dua kali dalam satu hari agar kelembaban tanah tetap terjaga dengan baik hingga benih bayam Anda mulai berkecambah.

Masa Panen Bayam

Budidaya bayam biasanya selesai dalam waktu 20 hari setelah waktu penanaman. Selain itu, Anda juga bisa memanen tanaman bayam setelah tanaman tersebut mencapai tinggi 20 centimeter. Jika Anda menanam bayam di lahan seluas 1 hektar, Anda bisa memanen hingga 20 ton bayam.

Bayam potong bisa dipanen ketika bayam tersebut sudah berumur 1 bulan hingga 1,5 bulan. Pastikan Anda memeriksa tanaman bayam potong Anda sekali seminggu, untuk memastikan apakah bayam Anda dalam kondisi baik dan siap untuk dipanen.

Pasca Panen Tanaman Bayam Organik

Setelah proses pemanenan bayam organik selesai, Anda bisa mencuci serta menyortir tanaman bayam tersebut. Gunakan bilah bambu untuk mengikat tanaman bayam dan menggabungkan 50 ikatan menjadi satu. Simpan bayam di tempat yang teduh agar bayam tidak mudah layu.

Bayam sebaiknya tidak dibekukan karena hal ini akan melenyapkan manfaat Kesehatan yang dikandungnya. Itulah sebabnya bayam sebaiknya dijual dan diolah dalam keadaan segar, agar kandungan gizi dalam bayam bisa benar-benar bermanfaat bagi tubuh.

Memilih Bayam Organik Untuk Berbagai Jenis Resep

Bayam yang enak untuk dikonsumsi adalah bayam yang masih muda. Untuk mengenali apakah bayam tersebut masih muda atau tidak, Anda bisa memeriksa bagian batangnya. Batang bayam yang fleksibel dan kurus adalah pertanda bahwa tanaman bayam tersebut masih muda.

Batang bayam yang berserat dan lebih tebal adalah bayam yang lebih kuat dan sudah dewasa. Yang manakah yang cocok untuk kebutuhan Anda?

Jika Anda ingin membuat salad atau makanan lain yang menggunakan bayam mentah, gunakan bayam yang masih muda.Tetapi jika Anda berniat untuk mengolah bayam tersebut menjadi sebuah masakan, bayam dewasa dengan batang tebal lebih cocok untuk digunakan.

Sudah siapkah Anda untuk membudidayakan tanaman bayam organik Anda sendiri? Pembudidayaan bayam organik bisa dilakukan di lahan dengan ketinggian sampai 1000 mdpl.

Jadi, Anda tidak perlu ragu untuk mencobanya, di manapun Anda tinggal. Pastikan Anda mengikuti instruksi di atas.

Budidaya Bayam Hidroponik

Budidaya Bayam Hidroponik

Menyenangkan dan mudah adalah kriteria yang paling disukai orang dari metode penanaman hidroponik.

Jika Anda berniat untuk menanam bayam tetapi tidak ingin menjadi kotor, Anda wajib mencoba metode hidroponik.

Berikut ini seluruh langkah yang perlu Anda ikuti dengan saksama untuk bisa menumbuhkan dan memanen bayam secara hidroponik:

Mempersiapkan Suhu Penanaman yang Tepat

Bayam merupakan sayur yang perlu suhu dingin untuk bisa tumbuh dengan baik. Pastikan suhu yang dimiliki oleh larutan nutrisi berkisar di 17 derajat hingga 25 derajat Celcius. Selain larutan nutrisi, suhu di sekitar media hidroponik harus dijaga agar tidak terlalu panas.

Jika Anda tinggal di area yang dingin atau hangat, pastikan untuk mengecek dan mengatur suhu di sekeliling hidroponik dan suhu dari larutan nutrisi. Hal tersebut perlu dilakukan agar suhu selalu sesuai dengan kebutuhan tanaman bayam.

Mencari Lahan Tanam dengan Cukup Cahaya Matahari

Indonesia memiliki iklim tropis dengan sinar matahari yang sangat cukup untuk semua makhluk hidup. Pastikan tanaman bayam mendapatkan sinar matahari cukup, tetapi tidak terlalu panas agar bayam bisa tumbuh optimal dan tepat waktu.

Menyiapkan Media Tanam Untuk Bayam Hidroponik

Sebenarnya, ada banyak media tanam berbentuk padat yang bisa Anda gunakan untuk menanam bayam hidroponik. Tetapi yang paling direkomendasikan adalah rockwool yang tersedia dengan harga murah serta mudah didapat.

Menyemai Bibit Bayam

Langkah penting pertama adalah menyemai bibit atau benih bayam.

Isi tray atau wadah berukuran besar dengan air hujan yang sudah ditampung, air sumur, atau air tanah dengan suhu yang hangat. Masukkan semua benih bayam ke air hangat untuk membuat kulit benih menjadi lunak.

Siapkan rockwool dengan ukuran 2,5cm x 2,5cm x 2,5cm untuk menanam bibit bayam. Gunakan tusuk gigi untuk melubangi rockwool sedalam 1 cm. Tempatkan rockwool dalam baki lalu masukkan benih bayam dalam rockwool, lalu basahi rockwool dengan air secara perlahan sampai lembab.

Letakkan rockwool dengan bibit bayam di tempat kering dan pastikan mendapatkan sinar matahari. Setelah Anda melihat 4 lembar daun bayam mulai tumbuh, pindahkan ke media tanam hidroponik.

Memindahkan Bayam ke Media Hidroponik

Bibit Bayam Hidroponik

Pisahkan setiap rockwool ke media hidroponik dan masukkan larutan nutrisi ke media hidroponik. Cek media penanaman hidroponik secara rutin, pastikan tinggi air, kebersihan wadah, dan kadap ppm dari larutan nutrisi sudah sesuai untuk pertumbuhan bayam.

Cek budidaya bayam hidroponik Anda dan penuhi kebutuhan nutrisinya setidaknya 2 hari sekali, agar tanaman tersebut bisa tumbuh subur dan tidak layu.

Jangan lupa untuk mengatasi setiap masalah penyakit dan hama yang mungkin dialami oleh tanaman bayam hidroponik Anda.

Memanen Bayam Hidroponik

Setelah memasuki masa panen, jangan menunda untuk memanen bayam Anda. Memanen bayam hidroponik setelah melewati masa panen akan membuat bayam Anda terasa pahit sehingga tidak bisa dinikmati.

Jika mengikuti seluruh petunjuk di atas, Anda pasti bisa mencoba menanam bayam menggunakan metode hidroponik dengan sukses. Setelah Anda mempelajari cara di atas, Anda bisa mencoba Teknik hidroponik lain seperti Nutrient Film Technique atau Deep Water Culture.

Budidaya Bayam Jepang

Budidaya Bayam Jepang

Salah satu jenis bayam yang diminati oleh masyarakat adalah Spinacia Oleracea atau Horenso atau bayam Jepang. Jenis bayam ini biasa tumbuh di dataran tinggi dan memerlukan waktu 50 hari sampai 50 hari saja untuk memasuki masa panen. Berminat untuk membudidayakan jenis bayam ini?

Lokasi terbaik untuk membudidayakan bayam Jepang adalah di daerah yang ketinggiannya mencapai 1000 hingga 1200 mdpl. Tetapi Anda tentu bisa mencobanya di daerah Anda, selama suhu di sekitar lahan tanam masih berkisar antara 15 hingga 30 derajat Celcius.

Berikut petunjuk yang harus diikuti untuk menanam bayam Jepang di daerah Anda sendiri:

Menyiapkan Biji Bayam Jepang

Rendam biji bayam Jepang selama kurang lebih 3 hari, kemudian masukkan biji ke dalam sebuah kain yang sudah dibasahi. Ikat kain tersebut lalu masukkan kain ke dalam baskom plastik. Tunggu 2 minggu sampai biji tersebut mulai berkecambah.

Setelah berkecambah, pindahkan biji ke media penyemaian yang terdiri dari campuran sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2. Tunggu selama 10 hingga 14 hari. Setelah itu, pindahkan lagi bibit bayam ke dalam polybag yang sudah diisi dengan sekam dan pupuk kandang.

Setelah bibit dari bayam Jepang mencapai tinggi 10 cm dan berumur kurang lebih 4 minggu, Anda bisa memulai proses budidaya bayam selanjutnya, yaitu penanaman.

Mengolah Lahan Sebelum Menanam

Sebelum mulai menanam bibit bayam, pastikan lahan tanam telah bersih dari tanaman pengganggu, bebatuan, serta gulma. Setelahnya ciptakan bedengan serta lubang tanam di bedengan yang kedalamannya mencapai 10 hingga 15 cm. Tutup lubang dengan mulsa.

Isi lubang tanam dengan pupuk setebal kurang lebih 3 cm, kemudian tanamkan bibit bayam yang telah Anda semai sebelumnya. Tutupi lubang tanam dengan tanah yang berasal dari galian lubang tersebut.

Merawat Bayam Horenzo dengan Benar

Siangi gulma yang mulai memenuhi lahan tanam bayam Jepang. Jika Anda menemukan serangan hama pada tanaman bayam, semprot dengan fungisida atau pestisida sesuai anjuran dosis, jangan melebihi dosis yang sudah ditentukan.

Sirami bayam Jepang sekali sehari. Setelah memasuki hari kelima belas masa tanam, sirami tanaman bayam Jepang setiap sekali setiap 2 hingga 3 hari.

Beri pupuk kimia pada tanaman bayam Jepang yang terdiri dari TSP, urea, dan NPK dengan perbandingan 2:2:4 pada hari ketujuh dan kelima belas setelah bibit bayam ditanam. Gunakan hanya sejumput pupuk untuk masing-masing tanaman.

Setelah itu, tanaman bayam Jepang hanya memerlukan pupuk kimia yang diberikan sekali setiap bulan atau setiap 3 bulan. Dosis pupuk untuk diberikan adalah 20 hingga 30 ton per hektar untuk pupuk kandang, 400 kg per hektar untuk urea, dan 300 kg per hektar untuk KCI.

Memanen Tanaman Bayam Jepang

Masa panen bayam Jepang dimulai pada hari ke-50 hingga ke-55 setelah Anda memulai masa penyemaian. Panen bayam Jepang yang telah Anda tanam dengan cara memotong bagian pangkal batang sampai ke ujung daun yang panjangnya kurang lebih 20 cm.

Setelahnya rendam bayam Jepang di dalam air selama 10 sampai 15 menit. Tiriskan bayam dan Anda akan mendapatkan bayam Jepang segar.

Budidaya bayam Jepang merupakan yang paling lama dibandingkan dengan bayam jenis lain.

Selain itu, Anda juga harus menjaga suhu disekitar bayam tetap dingin. Tetapi setelah memanen bayam jenis ini, Anda akan merasakan kepuasan tersendiri. Jangan ragu untuk mencoba.

Demikian tulisan mengenai budidaya bayam yang publish di kategori Budidaya, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment