Cara Budidaya Belut Dalam Drum

Permintaan pasar akan belut yang semakin meningkat membuat budidaya belut kini mulai banyak peminatnya. Mudahnya cara budidaya belut juga menjadi salah satu penyebab banyak orang tertarik membudidayakan belut.

Belut bahkan bisa dibudidayakan di lahan sempit dengan menggunakan drum sebagai wadahnya. Modal membudidayakan belut di dalam drum juga tidak terlalu besar.

Bagaimana cara budidaya belut di dalam drum? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Menyiapkan Drum

Drum Plastik Budidaya Lele - Ternak Lele

Tahapan menyiapkan drum yang digunakan sebagai wadah budidaya belut :

  • Membersihkan seluruh bagian drum baik itu yang ada di bagian dalam atau bagian luarnya.
  • Lubangi salah satu sisi drum dengan bentuk memanjang
  • Letakkan drum di permukaan tanah yang datar dan berikan pengganjal di bagian kanan dan kiri sehingga drum sulit menggelinding
  • Buat saluran pembuangan dengan memanfaatkan bagian bawah drum
  • Buat pula atap agar belut tidak terkena sinar matahari langsung

Menyiapkan Media Tumbuh untuk Tempat Hidup Belut

Media tumbuh adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya belut.

Dalam hal budidaya belut, media tumbuh biasanya terdiri dari lumpur kering, pupuk kompos, pupuk TSP dan starter mikroorganisme. Itu juga syarat bagi Anda yang ingin budidaya belut dengan lumpur.

Tentunya media tumbuh tersebut harus dibuat dengan takaran yang tepat.

Media tumbuh yang Anda buat itu akan ditempatkan di bagian dasar kolam drum. Langkah-langkah membuat media tumbuh bisa Anda simak berikut ini:

  • Lapisi bagian dasar drum dengan jerami yang tebalnya sekitar 50 cm
  • Siram masing-masing drum dengan 1 liter starter mikroorganisme. Anda bisa menggunakan starter mikroorganisme jenis EM-4 starter atau Anda bisa beli starter mikroorganisme yang banyak dijual di toko pertanian
  • Tambahkan tanah humus atau pupuk kompos dengan ketebalan sekitar 7 cm
  • Taburkan 5 kg campuran lumpur kering dan pupuk TSP
  • Isi drum dengan air bersih dengan ketinggian sekitar 17 cm
  • Tutup rapat drum
  • Tunggu hingga terjadi proses fermentasi, biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 minggu

Satu hal yang perlu Anda ingat bahwa sebelum proses fermentasi terjadi jangan pernah Anda memasukkan belut ke dalam drum

Memilih Bibit Belut yang Kualitasnya Bagus

Faktor lain yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan budidaya belut di dalam drum adalah bibit belut yang akan dibudidayakan.

Bibit Belut

Anda wajib memilih bibit belut yang bagus kualitasnya jika ingin mendapat hasil budidaya belut yang layak dijual dengan harga tinggi.

Ada dua ciri utama belut berkualitas yaitu yang gerakannya lincah serta berukuran seragam antara 10-12 cm.

Memilih bibit belut yang ukurannya seragam bertujuan meminimalisir resiko belut tidak saling memakan. Belut yang ukurannya lebih kecil biasanya menjadi incaran belut-belut besar.

Pemberian Pakan

Sama seperti budidaya ikan pada umumnya, cara budidaya belut di dalam drum juga tidak bisa dipisahkan dari yang namanya pemberian pakan terbaik. Keberhasilan budidaya belut juga sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan yang diberikan.

Pakan yang bergizi tentunya akan membuat pertumbuhan belut semakin optimal. Jumlah pemberian pakan belut perlu disesuaikan dengan bobot belut. Pakan belut kecil biasanya terdiri dari cacing, kutu air, larva ikan hingga kecebong dengan takaran sekitar ½ -1 kg.

Pakan belut dewasa biasanya terdiri dari katak, belatung, bekicot dan juga ikan dengan takaran sekitar 1,5 – 2 kg. Waktu pemberian pakan harus dilakukan secara rutin tiga hari sekali di sore hari.

Masa Panen

Cara budidaya belut di dalam drum mulai dari memasukkan belut ke dalam drum hingga masa panen biasanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan. Memanen belut yang dibudidayakan dalam drum bisa dilakukan dengan panen sebagian atau panen total.

Panen sebagian adalah panen yang membuat Anda hanya mengambil belut berukuran besar saja. Belut-belut yang ukurannya masih kecil dibiarkan dalam drum agar bisa dipanen di periode berikutnya. Panen total berarti Anda memanen semua belut yang ada di dalam drum baik yang kecil ataupun yang besar.

Belut biasanya dipasarkan dengan harga sekitar Rp. 30.000-Rp. 50.000 per kilogram.

Belut konsumsi biasanya dijual dengan harga yang lebih murah tergantung dari ukuran belut itu sendiri.

Demikian informasi mengenai budidaya belut yang dipublish di kategori Budidaya, semoga bermanfaat ya untuk Anda yang coba ternak belut di sekitar pekarang rumah.

Leave a Comment