5 Cara Budidaya Buah Naga

Budidaya buah naga yang berasal dari Amerika Selatan ini pada dasarnya tidak terlalu sulit. Ditambah buah naga menjadi salah satu favorit yang disukai masyarakat. Oleh karena itu, buah naga diyakini dapat meningkatkan perekonomian petani karena banyaknya permintaan.

Juga termasuk salah satu komoditas hortikultura yang banyak diminati masyarakat. Buah dengan nama ilmiah Hylocereus sp. ini memiliki cita rasa dan warna yang unik. Tak heran jika buah ini bisa menjadi santapan langsung maupun diolah menjadi minuman segar.

Berikut ulasan mengenai cara budidaya buah naga yang menjanjikan dan mudah dilakukan.

Pemilihan Bibit

Perkembangbiakan buah naga bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut :

• Generatif

Perkembangbiakan secara generatif dilakukan dengan memilih biji dari buah naga yang berkualitas. Cara ini perlu dilakukan dengan hati-hati dan dibutuhkan teknik khusus oleh petani yang berpengalaman.

• Vegetatif

Bibit buah naga juga bisa dilakukan dengan cara vegetatif, yaitu dengan menggunakan stek batang. Cara ini lebih mudah dilakukan dan memiliki potensi keberhasilan yang lebih tinggi. Selain itu, bibit bisa bertumbuh lebih cepat dan berkualitas karena sifat genetik yang sama dengan induknya.

Menyiapkan Tiang Panjat

Tanaman buah naga perlu penopang agar bisa tetap kokoh di atas permukaan lahan. Tiang panjat diletakkan persis di tengah lubang tanam. Sebaiknya buat tiang panjat berbahan beton dengan tinggi 2-2.5 meter dan diameter 10-15 cm.

Tanam tiang sedalam 50 cm, agar kuat berdiri lama. Penopang yang dipasang di ujung atas juga diperlukan. Anda bisa menggunakan besi berbentuk lingkaran ataupun ban bekas sebagai alternatifnya.

Tiang panjat dipasang secara berbaris sepanjang 2.5 meter, sedangkan jarak antar baris sekitar 3 meter. Anda juga bisa menjadikan ini sebagai jarak tanam. Jangan lupa untuk membuat saluran drainase sedalam 25 cm agar pasokan air tercukupi.

Mengolah Tanah

Cara budidaya buah naga selanjutnya adalah mengolah lahan, berikut langkah-langkah pengolahan lahan yang perlu diperhatikan :

  • Agar tumbuh dengan optimal, lahan yang digunakan untuk menanam buah naga harus bebas dari gulma.
  • Buat lubang tanam sedalam 25 cm dan ukuran 60×60 cm.
  • Isi lubang dengan campuran tanah galian dan 10 kg pasir agar lahan memiliki porositas yang pas.
  • Tambahkan 300 gram dolomit dan 10-20 kg pupuk kandang.
  • Diamkan selama 2-3 hari kemudian tambahkan 25 gram pupuk TSP.
  • Cara pemberian pupuk TSP adalah dengan menaburkannya secara melingkar di tiang panjang.

Menanam Bibit

Bibit buah naga yang diperlukan per satuan tiang panjat adalah sekitar 4 bibit saja. Berikut langkah-langkah penanaman yang harus diperhatikan :

  • Buat jarak antar tiang panjat sejauh 10 cm untuk menanam bibit dengan cara mengitari tiang.
  • Gali tanah sedalam 10-15 cm atau bisa Anda sesuaikan dengan ukuran bibit varietas buah naga.
  • Masukkan bibit ke dalam lubang lalu padatkan tanah sampai bibit benar-benar tertutupi.
  • Setelah keempat bibit ditanam, pastikan bibit menempel pada tiang panjat dengan cara mengikatnya dengan menjulur sepanjang 20-30 cm.

Proses Perawatan

Sama seperti budidaya tanaman buah pada umumnya, cara budidaya buah naga juga membutuhkan perawatan yang baik. Berikut langkah-langkah perawatan yang bisa Anda ikuti :

  • Lakukan penyiangan secara rutin untuk mengendalikan pertumbuhan gulma.
  • Saat tanaman sudah berumur 1 tahun, Anda bisa merambatnya dengan mengikat menggunakan tali.
  • Pada 3 bulan pertama, lakukan penyiraman dengan frekuensi yang lebih sering. Setelah itu, Anda bisa melakukan teknik penyiraman dengan cara irigasi tetes.
  • Ketika tanaman buah naga memasuki fase berbunga, intensitas penyiraman dikurangi. Asupan air cukup dari saluran drainase yang telah dibuat.
  • Perbanyak asupan unsur nitrogen saat pemupukan awal agar pertumbuhan tunas lebih terangsang. Sedangkan jika sudah memasuki fase berbunga, unsur yang diperbanyak adalah asupan fosfor dan kalium untuk merangsang pertumbuhan buah.
  • Gunakan zat potasium nitrat (KNO3) untuk mengurangi pembusukan bunga atau gugur yang berlebihan.

Lakukan 3 jenis pemangkasan tanaman secara rutin. Pemangkasan batang pokok berfungsi untuk mendapatkan batang buah naga yang kokoh dan unggul, pemangkasan cabang produksi untuk memilih cabang produksi sekitar 3-4 buah tunas, dan pemangkasan peremajaan untuk membuang cabang produksi yang sudah tidak bisa ditanam lagi.

Demikian artikel budidaya buah naga ini dibuat, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment