Budidaya Ikan Gabus

Cara Budidaya Ikan Gabus

Budidaya ikan gabus punya potensi besar, meskipun cara budidaya ikan gabus tidak sepopuler budidaya jenis ikan lainnya.

Ikan gabus selain lezat juga punya banyak manfaat untuk kesehatan khususnya untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Berbagai manfaat untuk kesehatan itulah yang membuat harga ikan gabus di pasaran cukup tinggi.

Membudidayakan ikan gabus bisa dilakukan di berbagai jenis kolam, mulai dari kolam tanah, kolam beton, kolam terpal hingga di dalam drum sekalipun.

Namun, diantara keempat jenis cara budidaya tersebut, kolam tanah yang paling populer sebab dianggap paling mudah.

Cara budidaya ikan gabus di kolam tanah memang lebih mudah. Hal tersebut disebabkan karena proses pembuatan kolam tanah juga lebih mudah jika dibanding proses pembuatan kolam beton ataupun kolam terpal.

Kolam tanah saat ini bukan hanya sekadar tanah digali kemudian diisi air melainkan dimodifikasi dengan lapisan batu pada dinding kolam tanah tersebut.

Kolam tanah juga memiliki keunggulan lainnya diantaranya seperti:

  • Pasokan makanan alami untuk ikan akan lebih banyak
  • Proses pemupukan yang dilakukan sebelum kolam diolah akan menghasilkan air yang lebih subur
  • Proses pergantian air lebih mudah sebab sumbernya dari sungai

Sama seperti cara budidaya ikan di kolam tanah pada umumnya, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan sebelum benih ikan ditebarkan.

Beberapa tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

Mengeringkan Kolam Tanah

Mengeringkan kolam tanah adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan. Proses ini biasanya membutuhkan antara 3-7 hari.

Kolam tanah yang sudah kering ditandai dengan munculnya retak-retak pada permukaan tanah.

Cangkul dasar kolam tanah yang sudah kering sempurna agar kondisinya kembali gembur. Tujuannya adalah untuk membuang gas beracun yang selama ini tertimbun dalam tanah.

Beri Kapur pada Dasar Kolam

Beri kapur dolomit atau kapur tohor pada dasar kolam tanah setelah proses pengeringan dan penggemburan tanah selesai dilakukan. Cara ini bertujuan untuk menyeimbangkan tingkat keasaman kolam dan sekaligus membasmi mikroorganisme yang memiliki sifat patogen.

Sebarkan kapur secara merata di dasar kolam tanah dan balikkan lagi tanah dengan cangkul agar kapur bisa meresap hingga ke dalam. Umumnya, proses ini membutuhkan kapur dengan dosis 250-750 gr per meter persegi.

Beri Pupuk pada Kolam Tanah

Langkah ketiga dalam proses pembuatan kolam tanah untuk budidaya ikan gabus adalah memberikan pupuk organik dan bisa pula ditambahkan dengan pupuk urea serta TSP. Pemberian pupuk berfungsi untuk menyediakan pakan alami berupa cacing dan fitoplankton.

Takaran pupuk yang dibutuhkan biasanya untuk pupuk kompos atau pupuk kandang sekitar 250-500 gram per meter persegi.

Sedangkan untuk pupuk urea takaran umum yang digunakan adalah 15 gr per meter persegi, dan untuk pupuk TSP menggunakan takaran sebesar 10 gram per meter persegi.

Mengisi Kolam dengan Air Bersih

Isi kolam dengan air bersih setelah Anda melakukan proses pemupukan. Proses pengisian air ini harus dilakukan secara bertahap. Pertama kali isi air dengan ketinggian sekitar 30-40 cm, setelah itu biarkan selama 1 minggu.

Tebarkan Benih Ikan

Proses penebaran benih baru dilakukan saat kolam tanah airnya sudah berwarna kehijauan. Warna tersebut menandakan bahwa fitoplankton mulai tumbuh subur. Selain itu, pastikan bahwa benih ikan gabus yang Anda tebarkan umurnya sudah 2 minggu.

Isi kolam dengan air sesuai dengan batas ideal setelah benih ikan gabus ditebarkan. Usahakan untuk menebarkan benih di pagi hari dan berikan pakan setelah dua hari kemudian.

Beri Pakan Ikan

Cara budidaya ikan gabus yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah pemberian pakan. Proses pemberian pakan ini bisa berupa pelet dengan kandungan nutrisi yang terdiri dari protein 15%, lemak 15% dan juga karbohidrat sebesar 10%.

Pemberian pakan tambahan juga diperlukan, biasanya pakan tambahan bisa berupa anak rayap, ikan teri, ampas dapur hingga sisa daging.

Pastikan Anda memberi pakan ikan gabus secara tepat waktu agar mereka tidak saling memangsa, sebab ikan gabus pada dasarnya memiliki sifat kanibal.

Artikel budidaya ikan gabus ini publish di kategori Budidaya, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment