Cara Budidaya Ikan Koi

Budidaya ikan koi di Indonesia dalam hal perkembangannya semakin meningkat pesat. Hal tersebut disebabkan karena semakin banyak orang tertarik memelihara ikan koi. Ditambah, cara budidaya ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) sebenarnya juga tidak terlalu rumit bahkan untuk pemula sekalipun.

Berikut ini beberapa poin budidaya ikan koi yang perlu diperhatikan :

Memilih Calon Induk Ikan Koi yang Berkualitas

Keberhasilan dalam membudidayakan ikan koi ditentukan banyak faktor. Salah satu faktor penting agar budidaya ikan koi berhasil adalah memilih calon induk ikan koi yang kualitasnya bagus.

Beberapa ciri calon induk ikan koi yang bagus kualitasnya diantaranya seperti berikut ini:

  • Umurnya lebih dari 2 tahun
  • Tidak terlalu kurus
  • Gerakannya lincah dan agresif
  • Sisik ikan berwarna cerah
  • Tidak ada luka dan tidak memiliki cacat bawaan

Mengetahui ciri calon induk ikan koi yang berkualitas bagus itu tidak cukup, Anda juga perlu tahu cara membedakan ikan koi jantan dan betina.

Cara Budidaya Ikan Koi

Cara membedakan ikan koi jantan dan betina cukup mudah seperti berikut ini :

Ikan Koi Jantan

  • Bagian perut jika diraba terasa padat
  • Sirip berbentuk segitiga lancip
  • Bentuk tubuh ramping dan memanjang
  • Bagian pipi jika diraba cenderung kasar
  • Jika sudah cukup umur, ketika anus dipencet maka akan keluar cairan putih berupa sperma

Ikan Koi Betina

  • Bagian perut jika diraba terasa lembek
  • Sirip berbentuk bulat seperti kipas
  • Bentuk tubuh bulat dan lebih besar dari koi jantan
  • Bagian pipi jika diraba cenderung halus
  • Jika bagian anus dipencet maka akan keluar kotoran bukan sperma

Menyiapkan Kolam Pemijahan

Cara budidaya ikan koi khususnya untuk kolam pemijahan biasanya tidak membutuhkan area kolam yang terlalu luas.

Ukuran kolam pemijahan sekitar 3 x 6 meter dengan ketinggian air sekitar 40 cm saja. Anda juga perlu memasang filter dan penyedot air agar kualitas air dalam kolam tetap terjaga.

Kolam pemijahan yang sudah diisi air jangan langsung dimasukkan calon induk ikan koi, diamkan terlebih dahulu selama 24 jam.

Sembari menunggu Anda perlu menyiapkan ijuk yang berfungsi sebagai sarang telur ikan koi. Tata rapi ijuk dan jepit dengan bambu kemudian letakkan di tepi kolam.

Memijahkan Ikan Koi

Proses pemijahan ikan koi diawali dengan memasukkan calon induk ikan koi betina. Proses pemijahan biasanya berlangsung di malam hari, maka sejak sore hari Anda sudah harus memasukkan calon induk ikan koi betina ke dalam kolam.

Tujuan memasukkan terlebih dahulu ikan koi betina ke dalam kolam adalah agar calon induk ikan tersebut bisa beradaptasi dengan lingkungan kolam pemijahan. Tunggu sekitar 2-3 jam kemudian masukkan 3-5 ekor calon induk ikan koi jantan ke dalam kolam.

Angkat calon indukan ikan koi setelah proses pemijahan selesai. Langkah ini perlu dilakukan guna meminimalisir resiko telur ikan dimakan oleh induknya sendiri.

Perawatan Larva Ikan

Telur ikan koi yang menempel pada sarang ijuk biasanya akan menetas dua hari kemudian, namun telur akan lebih lama menetas jika suhu air dalam kolam terlalu dingin. Angkat sarang ijuk yang berfungsi sebagai media penetasan telur setelah semua telur menetas sempurna.

Larva ikan tidak perlu langsung diberi makan setelah menetas, sebab mereka masih memiliki cadangan makanan yang cukup.Larva ikan koi baru membutuhkan makanan setelah berusia 4 hari.Makanan yang paling tepat untuk larva ikan koi adalah rebusan kuning telur yang sudah dilumatkan dengan air.

Kutu air yang telah melalui proses penyaringan juga bagus digunakan sebagai pakan larva ikan koi. Hindari memberi pakan yang terlalu banyak sebab akan mengotori air kolam. Ikan koi yang sudah cukup besar bisa diberi pakan kutu air atau artemia secara bertahap.

Perawatan Ikan Koi yang Sudah Besar

Perawatan Ikan Koi

Cara budidaya ikan koi berikutnya adalah memasukkan ikan koi berusia 3 minggu ke kolam pemeliharaan yang ukurannya lebih besar yaitu 3 x 4 meter. Kolam berukuran 3 x 4 meter dengan kedalaman sekitar 40 cm bisa menampung 250-300 anak ikan koi.

Ikan koi yang sudah ada di kolam pemeliharaan itu bisa langsung diberi pelet berukuran 250 mikron. Sesekali Anda bisa memberikan pakan alami berupa cacing sutra dan artemia agar warna ikan koi lebih cantik. Pemberian pakan ikan koi ini sebaiknya 2 kali dalam sehari.

Ikan koi yang sudah memasuki usia 3 bulan mulai bisa diberikan pakan kasar. Ikan koi yang berusia 3 bulan ini harus melalui proses pemisahan, agar Anda bisa lebih mudah menentukan harga ikan berdasar ukuran dan warnanya.

Artikel budidaya ikan koi ini telah publish di kategori Budidaya, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment