Budidaya Jangkrik

Cara Budidaya Jangkrik Bagi Pemula

Budidaya jangkrik sebenarnya tidak terlalu rumit sehingga cocok diterapkan oleh pemula.

Jangkrik termasuk serangga yang sering dijadikan sebagai pakan hewan ternak misal seperti ikan, burung dan lain sebagainya. Semakin banyak permintaan pasar akan jangkrik membuat budidaya jangkrik juga semakin berkembang.

Apabila Anda tertarik membudidayakan jangkrik, di bawah ini ada ulasan lengkap tentang budidaya jangkrik yang bisa Anda pelajari.

Berikut ini beberapa tahapan dan cara budidaya jangkrik :

Memilih Lokasi Budidaya Jangkrik

Budidaya jangkrik tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Ada 2 syarat utama lokasi yang harus diperhatikan sehingga cara budidaya jangkrik yang Anda terapkan itu terhindar dari kegagalan panen.

Syarat pertama adalah lokasi budidaya jangkrik harus dilakukan di tempat yang tenang dan memiliki sirkulasi udara yang lancar. Lokasi yang Anda pilih untuk membudidayakan jangkrik juga harus bebas dari predator salah satunya adalah jauh dari kandang ayam.

Lokasi yang memenuhi syarat sudah ditemukan itu artinya Anda perlu segera menyiapkan kandang budidaya jangkrik.

Membuat kandang jangkrik sebenarnya tidak sulit, biaya yang perlu Anda keluarkan pun tidak sampai menguras kantong.

Siapkan beberapa alat dan bahan di bawah ini :

Alat dan Bahan

  • Papan kayu atau tripleks
  • Kayu kaso atau kayu reng
  • Lem
  • Engsel
  • Kawat
  • Isolasi Plastik

Cara Membuat

  • Langkah pertama adalah membuat kotak kandang yang terbuat dari papan kayu atau tripleks dengan tulang dari kayu kaso atau kayu reng berukuran 100 x 60 x 40 cm.
  • Lem setiap sambungan dan juga bagian sudut peti. Cara ini bertujuan agar kandang tertutup rapat tanpa ada celah yang memungkinkan jangkrik bisa keluar
  • Pastikan bahwa bagian atas kandang bisa dengan mudah dibuka tutup maka dari itu pasang engsel pada bagian atas kandang
  • Beri lubang ventilasi pada bagian muka dan belakang kandang. Ukuran ventilasinya sekitar 50 x 7 cm. Tutup ventilasi dengan kawat sehingga tidak ada satupun jangkrik yang bisa kabur
  • Bagian pinggir diberi celah sehingga Anda lebih mudah saat mengangkat atau menggesernya
  • Beri isolasi plastik di sekeliling sisi bagian dalam kandang sekitar 10 cm dari atas sehingga jangkrik tidak bisa bebas merayap ke atas
  • Pasang kaki pada keempat sudut kandang yang tingginya sekitar 10 cm.
  • Kaki-kaki tersebut nantinya akan diberi mangkuk berisi cairan tertentu sebagai alas agar hama tidak mudah masuk ke dalam kandang
  • Letakkan kandang di dalam ruangan gelap dan tenang

Memilih Bibit Induk Jangkrik

Jenis jangkrik yang biasanya menjadi dibudidayakan adalah jenis G Mirafus dan G Testaclus. Anda juga harus bisa membedakan induk jangkrik jantan dan betina yang ciri-cirinya seperti berikut ini :

Induk Jantan

  • Suara derik nyaring
  • Permukaan sayap atau punggung terasa kasar
  • Bagian ekor tidak memiliki ovipositor

Induk Betina

  • Bagian antena masih lengkap dan panjang
  • Kaki masih lengkap dan gerakannya gesit
  • Warna hitam mengkilap
  • Ukuran tubuh besar dan mengeluarkan zat cair dari dalam mulut atau tubuh ketika dipegang

Mengawinkan Jangkrik

Buat kandang untuk mengawinkan yang mirip dengan habitat jangkrik di alam. Olesi dinding kandang dengan tanah liat, semen putih serta beri daun-daun kering. Siapkan pula bak pasir atau tanah sebagai tempat bertelur. Pastikan bahwa jangkrik jantan dan betina yang akan dikawinkan adalah satu spesies.

Masukkan induk jangkrik jantan dan betina ke dalam kandang dengan perbandingan 2:10.

Beri jangkrik pakan yang cukup dan setiap harinya Anda juga harus selalu membuang pakan sisa agar pakan tidak membusuk di dalam kandang.

Proses Penetasan Telur

Proses penetasan telur biasanya membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari sejak masa perkawinan. Pisahkan telur dengan induk betina maksimal setelah 5 hari induk tersebut bertelur.

Kelembaban kandang perlu selalu dijaga caranya dengan menyemprotkan air atau tutup kandang menggunakan karung goni yang dibasahi.

Pemberian Pakan

Cara budidaya jangkrik berikutnya yang tak kalah penting adalah pemberian pakan. Beri pakan jangkrik yang baru menetas dengan campuran beras merah, kacang kedelai dan jagung kering yang sudah dihaluskan. Pakan ini diberikan hanya pada jangkrik usia 1-10 harI.

Jangkrik yang sudah berusia lebih dari 10 hari sudah bisa diberi pakan yang lebih beragam misal seperti sayur-sayuran yang bisa ditambahkan dengan singkong, ubi dan timun.

Masa Panen Budidaya Jangkrik

Jangkrik

Budidaya jangkrik ini membuat Anda bisa mendapatkan dua jenis hasil akhir yang bisa dipanen. Hasil panen pertama berupa telur jangkrik yang bisa Anda jual ke peternak jangkrik.

Hasil panen yang kedua adalah jangkrik dewasa yang tentunya bisa dipasarkan sebagai pakan burung dan ikan.

Demikian artikel budidaya jangkrik ini dibuat, dan publish di kategori Budidaya. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment