5 Cara Budidaya Kangkung

Budidaya kangkung di rumah dalam polybag, Anda bisa memilih salah satu dari kangkung darat yang juga dikenal sebagai kangkung cabut atau kangkung air.

Apa bedanya kangkung darat dan kangkung air?

Kangkung darat hanya bisa tumbuh di daerah yang kering. Batang kangkung darat berukuran kecil dengan warna putih kehijauan. Selain itu, kangkung darat memiliki daun yang lebih lunak dan tidak tebal. Kangkung darat lebih mudah layu dibandingkan dengan kangkung air.

Budidaya Kangkung Cabut

Budidaya Kangkung Cabut

Vitamin A, lutein, serta karotenoid yang terkandung dalam kangkung bisa membantu menjaga agar penglihatan Anda tetap sehat.

Daripada membeli kangkung yang mungkin sarat dengan bahan kimia, Anda bisa mencoba menanam kangkung cabut sendiri secara organik.

Jika Anda lebih memilih menggunakan media tanah untuk menanam kangkung cabut, di bawah ini adalah instruksi lengkap untuk membudidayakan kangkung cabut.

Pastikan Anda menggunakan hanya biji kangkung berkualitas baik agar seluruh tanaman bisa dipanen secara bersamaan.

Mempersiapkan Benih untuk Budidaya Kangkung

Pilih bibit kangkung cabut yang benar-benar berkualitas serta bebas dari penyakit. Gunakan bibit dari varietas berkualitas. Jika lahan yang Anda miliki berukuran 1 hektar, Anda membutuhkan benih kangkung cabut sebanyak 10 kg.

Gunakan varietas lokal atau Sutra dengan daya penyesuaian yang jauh lebih baik daripada varietas kangkung cabut yang lain.

Mengolah Lahan Agar Siap Ditanami Kangkung

Lahan tanam perlu benar-benar bersih dari rumput liar dan gulma. Setelah membersihkan lahan, gemburkan tanah dengan mencangkulnya. Buat gundukan bedengan yang lebarnya 1 meter. Setiap bedengan harus terpisah sejauh kurang lebih 40 cm.

Sebarkan kompos atau pupuk di atas bedengan dan tinggalkan semalaman penuh. Esok harinya, cangkul lahan hingga mencapai kedalaman 30 cm agar benar-benar gembur. Bangun Kembali bedengan dari arah barat hingga timur sehingga setiap tanaman mendapat cahaya matahari.

Panjang ideal untuk bedengan adalah 15 meter atau kurang, tetapi Anda bebas untuk menyesuaikannya dengan lahan Anda. Lebar ideal untuk bedengan adalah antara 100 sampai 120 cm dan tingginya sebaiknya tidak lebih atau kurang dari 30 cm.

Menyediakan Pupuk Organik untuk Kangkung Cabut

Fermentasikan pupuk organik selama kurang lebih 3 hari sebelum Anda berikan ke lahan tanam kangkung cabut. Gunakan 4 kg pupuk untuk setiap meter persegi lahan tanam. Untuk awal pemupukan, Anda bisa menambahkan pupuk anorganik seperti urea.

Gunakan 15 gram urea untuk tiap meter persegi lahan ketika kangkung cabut mulai berumur 10 hari setelah Anda mulai masa penanaman. Agar pupuk tersebar rata, aduk pupuk organik dan urea bersamaan kemudian berikan pupuk pada larikan yang ada di setiap baris tanaman.

Memulai Penanaman Kangkung Cabut

Buat celah pada bedengan dengan jarak 20cm x 20cm. isikan setiap celah dengan 2 hingga 5 benih kangkung cabut. Lakukan sistem penanaman dengan metode zigzag. Lalu isikan air pada celah tersebut sampai sedalam 5 cm. Lanjutkan merawat kangkung dengan menyiram dan memupuknya.

Penyiraman tanaman kangkung cabut sebaiknya Anda lakukan pada siang dan sore hari setiap harinya. Kurangnya penyiraman akan membuat kangkung cabut menjadi cepat kuning. Selalu siapkan penampungan air untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba hujan turun.

Mengendalikan Serangan Gulma dan Hama Pada Kangkung Cabut

Kutu daun, belalang, ulat grayak, dan berbagai hama lain bisa menggagalkan budidaya kangkung cabut Anda. Karat putih juga merupakan penyakit yang bisa merusak pertumbuhan dan perkembangan kangkung cabut.

Gunakan pestisida yang mudah terurai dan aman untuk mengatasi gangguan tersebut. Pestisida nabati, pestisida piretroid sintetik, dan pestisida biologi adalah pilihan terbaik dan paling aman untuk tanaman kangkung Anda.

Selain itu, gunakan teknik penyulaman yang adalah memilih dan mengganti setiap tanaman yang tidak tumbuh dengan sempurna atau yang mati. Ganti dengan benih baru sehingga hasil yang Anda peroleh akan menjadi lebih maksimal dan seragam.

Memanen Tanaman Kangkung Cabut

Seperti namanya, Anda bisa langsung mencabut tanaman kangkung Anda ketika sudah siap untuk dipanen. Tetapi cara ini membuat tanaman kangkung cabut hanya bisa dipanen satu kali saja. Jika Anda ingin memanen nya lagi nanti, Anda bisa mencoba memotongnya daripada mencabutnya.

Dengan memotong kangkung cabut, Anda bisa melakukan panen beberapa kali lagi sekitar 3 sampai 5 hari ke depan. Masa panen kangkung sangatlah cepat, hanya memerlukan waktu antara 5 sampai 7 hari saja.

Mudah sekali bukan menanam kangkung cabut sendiri? Anda bisa mendapatkan sayur sehat untuk konsumsi keluarga kapanpun tanpa perlu bergantung pada para penjual sayur. Selain itu, Anda bisa menanamnya bersama dengan jenis sayuran yang lain.

Selain kangkung cabut, ada pula kangkung air yang bisa Anda tumbuhkan di sawah yang Anda miliki. Terdapat sedikit perbedaan pada cara penanaman kangkung jenis ini. Perhatikan petunjuk berikutnya untuk menanam kangkung air dengan sukses sampai pemanenan.

Budidaya Kangkung Air

Budidaya Kangkung Air

Zat besi yang terdapat dalam kangkung sangat bermanfaat untuk membantu mencegah penyakit anemia.

Selain itu, kangkung juga mengandung enzim dan antioksidan yang bisa mencegah potensi kerusakan hati dan potensi kanker. Tertarik untuk menanam kangkung air sendiri?

Ada beberapa tahapan yang harus Anda lalui untuk bisa memanen tanaman kangkung air dengan sukses.

Selain itu, diperlukan ketelatenan untuk menanam kangkung air sampai bisa dipanen.

Jangan khawatir, Anda tinggal mengikut seluruh petunjuk di bawah ini untuk menanam kangkung air.

Mengolah Lahan Tanam Sampai Benar-Benar Siap

Cangkul lahan atau bajak lahan hingga subur serta siap untuk ditanami kurang lebih 3 minggu sebelum Anda mulai melakukan penanaman. Pupuk lahan dengan pupuk kandang 2 minggu sebelum proses penanaman. Kemudian genangi lahan hingga 5 cm untuk mencegah kekeringan.

Selanjutnya, buat petak bedengan dengan ukuran sesuai kebutuhan Anda. Misalnya, Anda bisa membuat bedengan berukuran 2 m x 1 m x 30 cm.

Memulai Proses Pembibitan Kangkung Air

Proses selanjutnya dari budidaya kangkung air adalah melakukan pembibitan.

Teknik membibit tanaman kangkung air yaitu dengan memanfaatkan stek batang, tidak seperti kangkung cabut yang menggunakan biji untuk proses pembibitan. Pilih bibit kangkung air yang berkualitas.

Bibit tanaman kangkung air berkualitas yang tingginya antara 20 cm sampai 30 cm merupakan pilihan terbaik. Jangan gunakan bibit yang ukurannya lebih pendek.

Menanam Kangkung Air Dengan Benar

Lakukan proses penanaman kangkung air pada sore hari sehingga bibit kangkung air akan mulai tumbuh pada malam harinya. Ketika menanam kangkung air, Anda perlu menanam stek muda di masing-masing petak tanah dan memberi jarak 1,5 cm x 1,5 cm antar tanaman.

Selalu pastikan bahwa lahan tanam ada dalam kondisi sempurna, yaitu bernutrisi dan basah. Sebelum Anda menanamkan bibit kangkung air ke lahan tanah, pastikan tanah telah diberi pupuk terlebih dahulu selama beberapa minggu sebelumnya.

Melakukan Perawatan Pada Kangkung Air

Pastikan Anda memelihara tanaman kangkung air dengan cara memberi pupuk dan menyiramnya. Ketika cuaca sedang kering, sirami tanaman kangkung dua kali dalam sehari, pada pagi hari serta sore hari. Gunakan pupuk urea untuk menyuburkan pertumbuhan kangkung air.

Gunakan pupuk urea kurang lebih 2 minggu setelah menanam kangkung air. Juga perhatikan bahaya yang mengancam pertumbuhan tanaman kangkung air seperti hewan pengganggu dan hama. Gunakan obat yang sesuai untuk melenyapkan para pengganggu tersebut.

Memanen Tanaman Kangkung Air

Hanya dalam waktu 1,5 minggu setelah Anda menanam kangkung air, Anda sudah bisa memanen sayuran tersebut. Tanda-tanda bahwa kangkung air telah siap panen antara lain adalah memiliki daun yang berukuran panjang dan batang yang mulai membesar.

Sewaktu memanen tanaman kangkung air, pastikan Anda menyisakan batang sepanjang 2 cm agar tanaman kangkung air bisa bertunas lagi, tumbuh, dan bisa dipanen lagi dalam waktu 1,5 minggu kemudian.

Jangan lewatkan setiap petunjuk yang ada di atas agar proses penanaman hingga pemanenan kangkung air bisa terlaksana dengan lancar. Menanam kangkung air sebenarnya tidak terlalu berbeda dari penanaman kangkung darat.

Budidaya Kangkung Darat

Budidaya Kangkung Darat

Jika Anda sudah pernah menanam kangkung air tetapi belum pernah mencoba menanam kangkung darat, Anda wajib mengikuti petunjuk di bawah ini.

Harapannya untuk bisa budidaya kangkung darat dan mengolah sayuran yang kaya nutrisi ini untuk seluruh anggota keluarga Anda.

Kangkung darat sanggup tumbuh dengan baik di berbagai daerah, baik dataran tinggi maupun dataran rendah. Untuk bisa menumbuhkannya dengan sukses, kangkung darat membutuhkan sinar matahari serta curah hujan yang cukup.

Pilih Benih Kangkung Darat

Benih berkualitas adalah biji kangkung darat yang memiliki daya tumbuh di atas 95 persen. Selain itu, pastikan Anda memilih biji kangkung darat yang bisa tumbuh tegak sampai setidaknya berumur 8 minggu. Jangan gunakan benih kangkung yang sudah disimpan selama satu tahun lebih.

Biji kangkung darat yang terlalu lama disimpan memiliki produktivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan biji kangkung darat yang masih baru. Pilih varietas Bangkok dan Sutera yang sudah terkenal kualitasnya dan mempunyai penyesuaian terbaik dibandingkan varietas lain.

Persiapkan Lahan untuk Menanam Kangkung Darat

Lahan tanam harus terlebih dahulu dibersihkan dari semua gulma dan kemudian digemburkan. Lalu ciptakan bedengan selebar 1 meter, mengenai panjangnya bisa disesuaikan sesuai kebutuhan Anda. Tinggi bedengan harus antara 25 cm sampai 30 cm.

Berikan jarak 50 cm sampai 60 cm antar bedengan yang bisa Anda gunakan sebagai saluran air atau drainase. Jarak ini juga sangat cukup untuk Anda berjalan sewaktu melakukan pemeliharaan serta pemanenan.

Berikan Pupuk untuk Menyuburkan Lahan Tanam

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah memberi pupuk pada lahan tanam dengan menggunakan pupuk kandang baik dari kotoran ayam, kambing, atau sapi. Pupuk kandang sangat baik untuk digunakan karena sifatnya yang sangat mudah terurai.

Pupuk kandang sangat cocok dengan berbagai tanaman yang siklus panennya cepat, seperti kangkung darat. Tebarkan pupuk kandang di atas bedengan. Gunakan 10 ton pupuk untuk lahan tanam seluas satu hektar. Diamkan lahan tanam selama 2 atau 3 hari.

Memulai Proses Penanaman Kangkung Darat

Proses penanaman bisa Anda lakukan dengan cara ditebar secara langsung atau dengan ditugal. Anda boleh melakukan penyemaian tetapi pilihan ini tidak wajib dilakukan jika Anda memilih budidaya kangkung darat.

Apabila Anda memilih cara tugal, pastikan terdapat jarak berukuran 10 cm x 5 cm antar setiap lubang tugal. Masukkan 2 sampai 3 biji kangkung darat ke dalam masing-masing lubang tugal. Anda tidak perlu membuat tugal yang terlalu dalam.

Penanaman kangkung darat tidak membutuhkan perakaran terlalu kuat. Sebaliknya jika Anda memilih cara tebar, Anda hanya perlu menebarkan biji kangkung darat di bedengan tanah secara langsung. Pastikan biji benar-benar tersebar merata ke seluruh bedengan.

Pelihara Tanaman Kangkung Darat Agar Tumbuh dengan sehat

Pengairan adalah proses pemeliharaan pertama yang sangat penting dan tidak boleh Anda sepelekan. Kangkung darat sangat memerlukan air, terlebih lagi jika Anda menanamnya di musim kemarau. Mengenai pemupukan tambahan, kangkung darat tidak terlalu membutuhkannya.

Anda bahkan tidak perlu memupuk kangkung darat jika tanaman sayur ini ditanam di lahan tanah bekas tanaman kacang-kacangan. Pemupukan hanya dibutuhkan jika daun kangkung yang tumbuh berwarna hijau pudar atau pucat.

Gunakan pupuk kandang yang mengandung banyak nitrogen untuk memupuk tanaman kangkung darat tersebut. Langkah pemeliharaan lain yang tidak kalah penting adalah dengan mengendalikan para pengganggu seperti penyakit, hama, serta gulma.

Penyiangan sudah cukup untuk menghilangkan gulma. Tetapi jika masalahnya adalah penyakit dan hama, jangan gunakan pestisida kimia. Gunakan pestisida organik yang tidak akan merusak tanaman kangkung darat.

Panen Tanaman Kangkung Darat yang Sudah Dewasa

Anda sudah bisa memanen tanaman kangkung darat saat tanaman sudah berumur 30 sampai 45 hari. Cara paling mudah untuk memanen tanaman kangkung darat adalah dengan mencabut tanaman bersama dengan seluruh akarnya.

Setelah dicabut, kangkung darat harus dibersihkan. Cuci dengan air bersih yang mengalir untuk membersihkan tanah dari bagian akar tanaman kangkung darat. Sekarang Anda bisa mengolah atau menjual sayur kangkung darat panenan Anda sendiri.

Mudah sekali bukan menanam sayuran yang bergizi ini? Masa panen yang benar-benar singkat membuat Anda bisa menanam ulang tanaman ini selama berkali-kali dalam satu tahun. Jika Anda berniat menjualnya, Anda tentu akan mendapatkan keuntungan tetap setiap tahunnya.

Budidaya Kangkung Hidroponik

Budidaya Kangkung Hidroponik

Kangkung merupakan sayur yang kaya akan kandungan vitamin C yang sangat bermanfaat untuk mencegah flu serta menaikkan daya tahan tubuh.

Sekarang Anda bisa menikmati sayur ini setiap saat dengan menanamnya sendiri menggunakan metode hidroponik yang mudah untuk dilakukan.

Berniat untuk menumbuhkan kangkung di rumah dengan memanfaatkan metode tanam hidroponik? Jangan khawatir, metode menanam yang satu ini benar-benar mudah untuk dipelajari dan diterapkan. Anda hanya perlu mengikuti semua petunjuk yang diberikan dengan teliti dan saksama.

Membuat Persiapan Peralatan dan Bahan

Ada bahan-bahan yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu yaitu pupuk hidroponik, benih kangkung, serta zat pengatur tumbuh seperti atonik. Mengenai pupuk hidroponik, Anda bisa menggantinya dengan pupuk cair organik buatan Anda sendiri.

Sedangkan peralatan yang harus disiapkan untuk menanam kangkung hidroponik adalah saringan yang bentuknya mirip besek plastik serta baskom besar yang bisa menampung saringan tersebut. Sekarang Anda bisa mulai mempersiapkan benih kangkung.

Memilih Benih Kangkung yang Berkualitas Untuk Ditanam

Tahap penyemaian tidak boleh dilewatkan. Pilih benih kangkung yang kualitasnya baik dengan cara mengisi baskom dengan air dan menabur benih kangkung dalam baskom tersebut. Tinggal benih dalam air selama 24 jam. Gunakan benih yang tenggelam.

Benih kangkung yang mengapung adalah benih tidak berkualitas yang tidak bisa berkecambah. Meskipun benih tersebut akhirnya berkecambah, pertumbuhan benih tersebut lebih lambat daripada benih berkualitas baik.

Menyemai Benih Kangkung Pilihan

Untuk memulai proses penyemaian, gunakan kain yang kuat untuk menahan air. Gunakan kain tersebut untuk membungkus benih. Sirami kain tersebut menggunakan air hangat. Jaga kelembaban dengan membasahi air agar benih kangkung bisa segera berkecambah.

Letakkan benih kangkung dalam saringan atau besek plastik yang telah Anda siapkan sebelumnya.

Budidaya Kangkung Dengan Menyiapkan Pupuk

Pupuk benih kangkung dengan AB Mix yang mampu menutrisi tanaman kangkung Anda. Untuk menyiapkan pupuk, gunakan baskom yang sudah Anda isi dengan seliter air dan dicampur dengan pupuk A sebanyak 5 ml dan pupuk B sebanyak 5 ml. Aduk rata campuran air dan pupuk,

Memberi Pupuk Pada Benih Kangkung

Kemudian masukkan besek plastik ke dalam baskom besar berisi campuran pupuk. Pastikan ketinggian pupuk hanya mencapai bagian bawah dari saringan yang ada di dalam baskom. Pastikan Anda meletakkan baskom berisi benih yang disemai tersebut di bawah cahaya matahari.

Atau Anda bisa menggunakan metode fototropisme dengan menutup saringan dan baskom tersebut dengan plastik hitam dan membiarkannya selama 24 jam.

Merawat Kangkung Hidroponik

Selalu perhatikan kesehatan kangkung hidroponik Anda. Setelah berumur 2 minggu, kangkung Anda memerlukan konsentrasi larutan pupuk yang lebih tinggi.

Larutkan 7 hingga 9 ml pupuk dalam 1 liter air. Selalu ganti larutan pupuk jika sudah muncul bau yang tidak enak.

Memasuki Masa Panen Kangkung Hidroponik

Kangkung disukai oleh banyak orang karena pertumbuhannya yang cepat. Anda hanya perlu merawat tanaman kangkung hidroponik Anda selama 4 minggu sampai 6 minggu atau kurang lebih 1 bulan sebelum memanennya.

Panen kangkung Anda Ketika masih dalam keadaan segar dan sebelum menjadi tua. Anda bisa langsung mengolah dan menikmati sayur yang kaya akan nutrisi untuk seluruh keluarga Anda tanpa harus membelinya dari pedagang sayur.

Ada banyak cara untuk menanam kangkung secara hidroponik, misalnya dengan menggunakan paralon atau botol bekas. Tetapi bagi pemula, cara di atas adalah yang paling mudah untuk diikuti. Jika Anda sudah berhasil mencoba cara di atas, Anda bisa mencoba menggunakan media lain.

Atau, Anda bisa memanfaatkan lading di rumah Anda untuk menanam kangkung. Pilih jenis kangkung cabut atau kangkung darat untuk dibudidayakan di pekarangan yang Anda miliki. Temukan cara lain untuk membudidayakan kangkung di bawah ini.

Budidaya Kangkung dalam Polybag

Budidaya Kangkung dalam Polybag

Meskipun tidak memiliki lahan tanam yang luas, Anda tetap bisa melakukan budidaya kangkung di rumah dengan mudah dan praktis, yaitu dengan memanfaatkan polybag.

Kangkung memiliki banyak sekali manfaat seperti selenium, zat besi, zinc, vitamin C, vitamin A, serta serat.

Seluruh kandungan tersebut mampu membantu Anda menjaga daya tahan dan bahkan mengobati banyak sekali penyakit seperti sembelit dan insomnia. Sayur yang satu ini bahkan mampu mencegah darah rendah atau anemia.

Anda tentu tidak ingin melewatkan semua manfaat tersebut begitu saja bukan? Jadi jangan ragu-ragu untuk mencoba menanam kangkung dengan menggunakan polybag sebagai media tanamnya.

Ikuti saja langkah-langkah di bawah ini untuk menanam kangkung di rumah.

Mempersiapkan Bibit Tanaman Kangkung

Gunakan hanya bibit kangkung yang unggul. Periksa bibit kangkung dan gunakan hanya yang sehat saja, bebas dari penyakit dan hama serta berasal dari salah satu varietas berkualitas, bukan sembarang varietas. Semaikan biji kangkung terlebih dahulu.

Siapkan tempat penyemaian dan camburi dengan pupuk kandang dan pupuk kompos. Diamkan selama satu hari penuh lalu sebarkan biji kangkung pilihan dengan benar-benar merata. Lalu tutupi benih kangkung dengan tanah.

Selalu jaga kelembaban tempat penyemaian dengan menutup tempat tersebut menggunakan jaring atau dedaunan dengan jarak 30 cm dari permukaan atas semai.

Tunggu sampai bibit kangkung menumbuhkan daun sebanyak 3 atau 4 helai sebelum mengikuti langkah berikutnya.

Mengolah Polybag Sebagai Media Tanam Kangkung

Polybag, pot plastik, pot bunga, maupun wadah bekas bisa Anda manfaatkan sebagai media tanam untuk menumbuhkan sayur kangkung yang kaya nutrisi ini. Pastikan Anda telah membuat lubang untuk resapan air sebelum menggunakan media tanam tersebut.

Campur tanah yang sudah digemburkan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan sebanyak 2:1. Pastikan kedua bahan tersebut ter-aduk hingga benar-benar rata sebelum Anda memasukkannya ke dalam polybag atau pot.

Isi polybag dengan campuran tanah dan pupuk sampai setinggi ¾ bagian. Tunggu selama dua hari sampai kondisi tanah benar-benar stabil sebelum memindahkan kangkung ke dalam polybag.

Menanamkan Kangkung ke Dalam Polybag

Setelah benih sudah menumbuhkan daun serta media tanam telah siap, Anda bisa mulai memindahkan benih ke dalam media tanam. Lubangi tanah dalam polybag hingga 10 cm atau 15 cm untuk memasukkan kangkung ke dalamnya.

Masukkan 2 bibit kangkung dalam setiap lubang di dalam polybag. Buat 3 lubang pada masing-masing polybag agar tanaman kangkung yang akan tumbuh tidak terlalu berhimpitan satu sama lain. Setelah semua benih tertanam, pastikan Anda merawat tanaman sayur Anda dengan rajin.

Merawat Tanaman Kangkung Dengan Rajin

Langkah yang sangat penting untuk dilakukan agar budidaya kangkung bisa berlangsung dengan lancar adalah dengan merawatnya. Lakukan penyiraman dan pemupukan serta pengendalian terhadap penyakit dan hama secara teratur.

Sirami kangkung Anda secara rutin setiap pagi hari dan sore hari ketika cuaca kering. Berikan pupul pada tanaman kangkung ketika kangkung berumur 10 hari. Pilih pupuk organik yang lebih aman daripada pupuk kimia sehingga keluarga Anda bisa mengonsumsinya dengan tenang.

Semprotkan pupuk organik yang sudah terjamin keamanannya secara teratur agar tanaman kangkung terhindar dari penyakit dan hama. Jangan lupa menyingkirkan rumput liar yang mungkin tumbuh di dalam polybag. Rumput liar akan menghambat pertumbuhan sayur Anda.

Memanen Kangkung Polybag

Kangkung darat yang Anda tanam di dalam polybag membutuhkan 1 bulan untuk tumbuh dan menjadi sayur yang siap dipanen. Anda bisa memanen sayur kangkung secara berkelanjutan. Lakukan pemanenan dengan mencabut tanaman tersebut hingga sampai ke akar.

Atau, Anda bisa memanen kangkung dengan memotong bagian atas tanaman menggunakan pisau yang tajam. Sekarang Anda tinggal menikmati hasil panen dengan mengolah kangkung menjadi masakan kesukaan Anda dan keluarga.

Budidaya kangkung sangat mudah untuk dilakukan oleh siapapun. Media apapun bisa digunakan untuk menumbuhkan kangkung, seperti peralon dan botol besar untuk metode hidroponik, atau hanya polybag dan pot dari plastik seperti cara di atas. Ikuti semua petunjuk di atas dengan teliti.

Demikian artikel mengenai cara budidaya kankung yang telah publish di kategori Budidaya, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment