Budidaya Kutu Air

6 Cara Budidaya Kutu Air Daphnia dan Moina

Budidaya kutu air saat ini semakin diminati petani ikan untuk dijadikan pakan. Hal ini karena kandungan gizinya yang dapat membuat ikan bertumbuh lebih cepat dan sehat.

Kutu air mengandung kadar protein dan lemak yang cukup tinggi.

Tidak heran, jika pakan jenis ini semakin giat dibudidayakan. Terutama kutu air daphnia dan moina, keduanya merupakan jenis udang renik dari kelas Crustacea.

Simak ulasan cara budidaya kutu air daphnia dan moina yang bisa Anda ikuti berikut ini.

Pada dasarnya, budidaya kedua jenis kutu air ini mendapat perlakuan yang serupa. Hal ini karena tempat hidup, makanan, dan cara berkembang biaknya yang tidak jauh berbeda.

Kutu Air Daphnia Magna

Kutu Air Daphnia Magna

Kutu air jenis Daphnia bentuknya pipih namun agak lonjong. Ukurannya sekitar 1-5 mm dan berwarna coklat kemerahan. Daphnia memiliki dua antena di kepalanya dan ekornya yang berbentuk lancip.

Di permukaan air, kutu air ini terlihat seperti titik-titik merah yang bergerombol.

Anda bisa menemukan jenis kutu air Daphnia di perairan tawar seperti sungai, danau, rawa, dan waduk.

Kondisi ideal bagi daphnia adalah perairan dengan pH 6.5-7.5 dan bersuhu 26-30 derajat celcius.

Kutu Air Moina

Kutu Air Moina

Moina memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding daphnia, yaitu sekitar 0.9-1.8 mm. Kutu air ini memiliki warna cokelat kemerahan. Terdapat beberapa helai silia atau rambut getar yang terdapat pada bagian perutnya.
Biasanya kutu air Moina hidup berdampingan dengan daphnia di permukaan air. Keberadaannya seringkali sulit dibedakan dengan zooplankton.

Anda dapat dengan mudah menemukan moina di perairan air tawar misalnya kolam, danau, dan rawa-rawa.

Jenis kutu air ini bisa hidup dengan baik di air dengan pH 6.5-7.5 serta suhu 24-30 derajat celcius.

Baik daphnia maupun moina berkembang biak dengan cara seksual dan aseksual. Daphnia memiliki siklus hidup yang lebih lama dari moina, yaitu sekitar 34 hari.

Cara Budidaya Kutu Air Daphnia dan Moina Yang Mudah dan Efektif

Berikut beberapa cara budidaya kutu air daphnia dan moina yang bisa Anda ikuti.

Mendapatkan Bibit

Anda bisa mendapatkan bibit udang renik ini di area danau, waduk, parit, maupun sawah.Apabila menemukan bibit kutu air secara alami cukup sulit, Anda dapat membelinya di Balai Benih Ikan Air Tawar (BBAT). Kutu air hidup mengambang di permukaan air dan bergerombol.

Pada umumnya, kutu air berwarna coklat kemerahan. Gunakanlah jaring halus untuk mengambilnya dari permukaan air.

Memilih Media

Kutu air dapat dikembangbiakkan menggunakan media kolam maupun wadah fiber. Jika Anda memilih media kolam, sebaiknya gunakan kolam semen dengan dasar tanah.

Luas kolam dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Buatlah kolam yang tidak terlalu besar agar perawatan kutu air lebih mudah dilakukan.

Pengapuran

Cara budidaya kutu air membutuhkan kolam dengan perlakuan khusus. Caranya adalah dengan menetralkan pH tanah dan menekan pertumbuhan bakteri patogen. Oleh karena itu, diperlukan pengapuran pada dasar kolam terlebih dahulu.

Berikut beberapa tahapannya :

  • Jemur kolam selama 2-3 hari agar kondisinya benar-benar kering.
  • Setelah mengering, lakukan pengapuran dengan dosis 1-2 kg/m2.
  • Tambahkan pupuk ke dasar kolam untuk merangsang pertumbuhan plankton sebagai makanan kutu air. Anda bisa menggunakan pupuk kandang sebanyak 2 kg/m2 kemudian diamkan selama 3-5 hari.

Menyiapkan Air Kolam

Anda dapat menggenangi kolam dengan air bersih sedalam 30 cm, setelah proses pengapuran. Diamkan kembali selama 2-4 hari agar air kolam menjadi cokelat kehijauan. Perubahan warna tersebut menandakan perkembangbiakan plankton. Air bisa ditambah hingga ketinggian 60 cm.

Penebaran Bibit

Apabila kolam air sudah dirasa cukup dengan plankton dan tumbuhan renik lainnya, saatnya melakukan penebaran bibit. Anda dapat menaburkan bibit daphnia dan moina secukupnya ke permukaan air kolam.

Biasanya, dalam beberapa hari permukaan kolam akan tampak kemerahan. Hal ini menandakan kutu air sudah mulai berkembang dengan baik. Pada usia 7-11 hari, kutu air akan mencapai puncak perkembangbiakannya.

Pemanenan

Anda sudah bisa melakukan pemanenan, setelah berkembang biak dengan maksimal.

Sama seperti saat mengambil bibitnya, kutu air dipanen dengan menggunakan jaring halus. Sebelum digunakan sebagai pakan ikan, kutu air perlu dicuci dahulu dengan air bersih.

Nah, demikian informasi mengenai cara budidaya kutu air, semoga dengan membudidayakan kedua jenis kutu air tersebut, pembaca setia petani digital mendapat manfaat.

Leave a Comment