Budidaya Lada

Cara Budidaya Lada Agar Hasil Melimpah

Budidaya lada memang bisa membawa banyak keuntungan. Namun dibutuhkan ilmu pengetahuan terkait cara budidaya lada yang baik dan benar agar hasil melimpah. Jika ada kesalahan dalam mengaplikasikan prosesnya, kemungkinan hasil panen justru akan merugikan.

Mendengar kata lada, tentu Anda sudah tidak asing dengan nama rempah yang satu ini bukan? Lada juga sering dikenal dengan sebutan merica. Indonesia sendiri terkenal dengan tanaman rempah-rempahnya, termasuk merica. Penanaman lada dalam skala besar bisa memberikan Anda keuntungan.

Hal tersebut karena harga penjualan lada di pasaran ternyata bisa lebih tinggi dibandingkan penjualan karet dan kopi. Tidak heran jika banyak orang membudidayakan tanaman rempah ini. Lantas tahukah Anda bagaimana alur cara budidaya lada agar hasil melimpah? Simak penjelasan berikut.

Pembibitan

Anda bisa gunakan dua cara, Untuk mendapatkan bibit merica. Cara pertama dengan mengambil biji dari tumbuhan merica itu sendiri, alias cara generatif. Sedangkan cara yang kedua adalah dengan melakukan stek batang.

Menurut banyaknya hasil terbaik dari beberapa pembudidaya merica, cara yang cukup praktis sebaiknya menggunakan stek batang. Namun, jika memang Anda masih merasa kesulitan dengan cara ini, Anda bisa secara langsung membeli bibit pada penjual bibit.

Saat ini, sudah banyak sekali bibit merica yang dijual di toko pertanian. Pastikan Anda mendapatkan bibit yang benar-benar unggul. Bibit yang unggul berasal dari induk tanaman merica yang sehat dan tidak memiliki gejala penyakit apapun.

Untuk jumlah bibit yang diperlukan, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika Anda memiliki lahan budidaya seluas satu hektar, maka bibit yang kira-kira dibutuhkan adalah 2 ribu biji.

Persiapan Media Tanam

Salah satu syarat media tanam merica adalah tanah yang subur dan memiliki tekstur gembur. Untuk membentuk tanah jadi gembur, Anda perlu mencangkul tanah. Kedalaman tanah yang harus Anda cangkul adalah sekitar 30 cm.

pH tanah yang diperlukan untuk budidaya ini adalah di atas 5. Namun jika pH berada di bawah angka 5, Anda perlu menambahkan dolomit pada lahan tanah Anda. Setelah pemberian dolomit, tanah belum bisa langsung dipakai.

Sebaiknya diamkan dulu hingga 4 minggu lamanya. Setelah dolomit dirasa sudah benar-benar meresap dalam tanah, berikan campuran pupuk kandang yang sudah matang. Campurkan pupuk ini dengan tanah lahan.

Lantas, biarkan tanah dan pupuk menyatu dengan kisaran waktu 2 minggu. Pengaturan media tanam ini, menjadi komponen cara budidaya lada yang cukup penting.

Penanaman Bibit

Biasanya, tumpang sari adalah teknik penanaman yang digunakan untuk tumbuhan merica. Tahapan penanamannya dimulai dari mengatur jarak tanam antar bibit dengan ukuran 2 x 2 meter. Persiapkan juga kedalaman lahan tanam dengan ukuran 50 cm.

Anda perlu mendiamkan lubang lahan hingga 2 minggu lamanya, sebelum ditanami. Pastikan Anda melakukan proses penanaman ini di musim hujan. Hal ini akan mempengaruhi idealnya hasil panen merica nantinya.

Proses penanaman sebaiknya dilakukan di saat matahari tidak sedang terik. Dalam hal ini, Anda bisa lakukan di sore hari. Agar hasil lebih baik lagi, Anda bisa menambahkan pupuk susulan.

Pupuk yang bisa digunakan adalah pupuk kompos. Saat semua bibit dirasa sudah tertanam semua, maka langkah selanjutnya adalah perawatan tanaman lada.

Perawatan

Proses perawatan pertama dan paling penting untuk dilakukan adalah pengairan. Lada sendiri merupakan jenis tanaman yang membutuhkan pasokan air secara cukup di awal pertumbuhannya.

Anda bisa mengurangi dosis penyiraman, jika lada sudah mulai tumbuh besar. Anda bisa lakukan penyiraman saat cuaca sedang sangat terik.

Perawatan kedua adalah memberikan asupan pupuk susulan. Dalam hal ini, Anda bisa gunakan pupuk kompos atau kandang.

Pemberian pupuk susulan ini bisa dilakukan setiap sekali dalam 6 bulan. Selain itu, pastikan Anda juga melakukan pembasmian gulma dan pencabutan tanaman berpenyakit, yang dapat merusak tanaman lada sehat.

Panen

Hasil panen awal lada biasanya tidak begitu melimpah. Waktu panennya juga cukup lama, yakni saat usia lada sudah 3 tahun.

Hal ini menjadi hal yang wajar dialami oleh kebanyakan petani. Lada yang siap panen memiliki ciri khas warna yang merah kekuningan.

Demikian artikel mengenai cara budidaya lada dituliskan, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment