Budidaya Porang

4 Cara Budidaya Porang Di Lahan Terbuka yang Mudah dan Menghasilkan Keuntungan Besar

Porang adalah salah satu tanaman jenis umbi-umbian yang bernilai tinggi. Kandungan zat glukomanan dalam porang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Harga porang ditentukan dari kualitasnya, semakin sedikit kadar air porang maka semakin mahal harga jualnya.

Di pasaran porang basah dibanderol dengan harga antara Rp. 9.000 – Rp. 10.000 per kg, sedangkan porang kering bisa diekspor dengan harga sekitar Rp. 200.000 – Rp. 300.000 per kg.

Budidaya porang di lahan terbuka dapat Anda lakukan dengan memperhatikan langkah berikut ini.

Menyiapkan Lahan Terbuka

Porang yang ditanam di lahan terbuka dapat memberikan hasil yang lebih besar serta kualitasnya pun lebih tinggi. Menyiapkan lahan terbuka untuk tempat menanam porang juga cukup mudah, Anda hanya perlu membersihkan gulma dan melakukan pembajakan lahan agar tanah menjadi gembur.

Siapkan lubang tanam setelah tanah selesai dibajak. Jarak lubang tanam sebaiknya 25 x 50 cm atau 25 x 60 cm. Isi setiap lubang dengan sekam dan pupuk kompos sehingga porang bisa tumbuh dengan optimal.

Budidaya porang sebaiknya dilakukan dengan sistem monokultur agar hasil lebih maksimal.

Menanam Porang

Menanam porang sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar Oktober hingga Desember. Cara budidaya porang ini bisa dilakukan dengan dua metode penanaman. Metode pertama menggunakan bagian umbi atau katak sedangkan metode kedua menggunakan biji.

Lakukan pembibitan dalam polybag terlebih dahulu jika Anda memilih metode penanaman menggunakan biji. Namun Anda tidak perlu melakukan pembibitan apabila metode yang Anda pilih adalah penanaman porang dengan menggunakan umbi atau katak.

Tanaman porang umumnya hanya bisa hidup sekitar 5 bulan saja sebab setelah bulan kelima porangakan menguning dan kemudian mati. Tanaman porang yang mati itu sekaligus ditandai dengan katak pada tangkai daun langsung berjatuhan.

Katak yang dimaksud bukan nama hewan melainkan bintil porang yang muncul di pangkal dan tangkai daun. Katak berwarna cokelat kehitaman ini bisa disimpan hingga musim hujan tiba untuk ditanam kembali.Katak juga bisa dijual dengan harga yang lumayan tinggi Rp. 11.000 – Rp. 15.000 per kg.

Merawat Tanaman Porang

Sama seperti tanaman pada umumnya, setelah ditanam porang juga harus dirawat secara rutin. Perawatan tanaman porang terdiri dari beberapa tahapan mulai dari membersihkan gulma, meninggikan guludan, memberikan pupuk dan melakukan penjarangan.

Membersihkan Gulma

Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman porangakan mengganggu pertumbuhan tanaman ini. Oleh sebab itu Anda harus secara rutin membersihkan gulma agar pertumbuhan porang tidak terganggu.

Meninggikan Guludan

Peninggian guludan dilakukan dengan cara menimbun pangkal batang porang dengan tanah. Tujuan meninggikan guludan ini agar batang tanaman porang dapat berdiri tegak dan perkembangan umbi porang bisa lebih cepat.

Memupuk Tanaman Porang

Cara budidaya porang ini membutuhkan dua kali proses pemupukan. Pemupukan pertama dilakukan sebelum porang ditanam.Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik kompos yang difermentasi terlebih dahulu.

Proses pemupukan kedua dilakukan saat tanaman porang sudah mulai tumbuh. Jenis pupuk yang digunakan saat proses pemupukan kedua ini bisa pupuk organik atau pupuk anorganik NPK/TSP. Tanaman porang biasanya hanya membutuhkan sedikit pupuk anorganik.

Melakukan Penjarangan

Proses penjarangan ini sangat perlu dilakukan jika ada terlalu banyak tanaman porang dalam sebuah lubang. Hal tersebut bisa terjadi karena satu bibit porang bisa menghasilkan hingga 3-4 batang porang. Proses penjarangan ini perlu dilakukan agar umbi porang bisa tumbuh lebih besar.

Panen Porang

Porang

Porang yang ditanam dari bibit umbi bisa mulai dipanen saat umurnya sudah mencapai 7 bulan sejak masa tanam. Namun porang yang ditanam dari bibit katak biasanya membutuhkan waktu lebih lama, agar bisa dipanen sekitar 18-24 bulan sejak masa tanam.

Proses panen porang dilakukan dengan cara menggali umbi porang.

Sebaiknya porang dipanen saat musim kemarau sebab harga jualnya akan lebih mahal.

Perlu Anda ketahui, bahwa tanaman porang ini memiliki siklus alami yaitu mati di musim kemarau dan tumbuh kembali saat musim hujan.

Ok, demikian artikel tentang budidaya porang ini telah publish di kategori budidaya pertanian, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment