Budidaya Sawi

6 Langkah Budidaya Sawi

Sawi adalah salah satu jenis sayur mayur yang banyak digemari masyarakat.

Utamanya masyarakat Indonesia.

Sawi juga banyak dimanfaatkan sebagai pelengkap jenis masakan, seperti gado-gado, pecel, rujak, dan lain sebagainya.

Banyaknya minat masyarakat pada sawi ini, lantas membuat banyak orang ingin membudidayakan jenis sayuran yang satu ini.

Adapun cara budidaya sawi haruslah diperhatikan sedemikian rupa, agar hasil yang didapatkan pun bisa lebih baik.

Langkah-langkah budidaya sawi dapat Anda simak ulasannya di bawah ini.

Ada cara dan tahapan yang harus diperhatikan dalam membudidayakan sawi dengan baik. Bagi Anda yang memang berniat membudidayakan sayur sawi, maka berikut ini adalah cara budidaya sawi yang sesuai urutan dan bisa segera Anda praktikkan :

Pemilihan Benih

Benih yang baik, selalu memberikan hasil yang baik. Kalimat ini tentu juga berlaku untuk penanaman sayur sawi. Benih sawi bisa Anda dapatkan dengan dua cara, yakni membeli pada toko benih atau Anda juga bisa dapatkan dari sawi itu sendiri.

Jika Anda melakukan budidaya sawi hanya untuk skala kecil di pekarangan rumah Anda, maka Anda bisa mengambil cara pertama. Dengan mengambil dari sawi itu sendiri.

Syarat memperoleh benih dari sawi itu sendiri adalah dengan mengambil benih sawi berusia tidak kurang dari 70 hari. Ciri khas benih berkualitas sawi adalah seperti, warna benih lebih coklat kehitaman dan mengkilap, teksturnya licin namun keras, dan bentuknya membulat.

Perlu diperhatikan, sawi yang akan dijadikan sebagai sumber benih harus dipisah dari letak sawi yang lain. Hal ini agar proses jadi lebih mudah. Dan benih berkualitas bisa didapatkan.

Penyemaian Benih

Anda harus segera lakukan semai benih, setelah benih berkualitas telah Anda dapatkan. Mula-mula benih yang dipilih harus direndam dalam waktu 12 jam. Benih yang tidak mengapung lantas dikeringkan. Selanjutnya dimasukkan ke dalam polybag sebagai media tanam.

Pastikan Anda telah mengisi polybag dengan humus dan pupuk, menggunakan perbandingan 1:3. Pada tiap polybag yang Anda sediakan, tanamlah sekitar 5 hingga 10 benih. Siram setiap benih dengan dosis 2 kali dalam sehari.

Proses ini dilakukan hingga tunas sawi tumbuh. Sebaiknya, letakkan polybag yang berisi benih di tempat yang sejuk, namun tetap terkena sinar matahari.

Pengaturan Lahan

Pengaturan lahan ini dimulai dari memperbaiki struktur tanah. Tanah yang akan dipakai menanam sawi harus dalam kondisi gembur. Saat mencangkul tanah sebagai lahan, pastikan Anda juga membersihkan tanah dari rumput liar dan gulma.

Lubang lahan yang dibutuhkan untuk penanaman sawi adalah sekitar 40 cm kedalamannya. Lahan juga harus ditambahkan pupuk organik. Hal ini bertujuan agar unsur hara tanah jadi sesuai. Selain itu, lahan juga harus dipastikan mendapatkan sinar matahari langsung.

Penanaman Tunas Sawi

Anda bisa mulai menanam tunas sawi dalam lubang lahan tersebut. Pastikan sebelum ditanam, tunas sudah didiamkan selama kurang lebih 10 hari dulu. Berikan jarak antar tunas sawi yang ditanam pada lahan.

Jarak antar tunas ini bisa menggunakan ukuran 30 cm. Cara menanam tunas, cukup dengan menimbunnya hingga setengah batang tunas. Tambahkan pupuk kompos.

Merawat Tanaman Sawi

Cara budidaya sawi selanjutnya adalah tahap perawatan. Perawatan sawi memang terbilang agak susah. Pasalnya, tiap tanaman sawi harus mendapatkan paparan sinar matahari yang tidak melebihi 8 jam. Sedangkan dosis penyiraman sawi adalah dua kali dalam sehari.

Air yang digunakan untuk menyiram tanaman sawi, hendaknya dicampur dengan pupuk organik. Namun jika tidak ada pupuk organik, Anda bisa manfaatkan air bekas cucian beras.

Pencampuran air dengan bahan ini, dimaksudkan agar unsur hara tanah dan nutrisi tanaman sawi terpenuhi dengan baik. Perbedaan musim juga harus Anda perhatikan dalam hal penyiraman sawi.

Saat musim hujan, kurangi dosis penyiraman. Sebaliknya, saat musim kemarau tambahkan dosis penyiraman dan kurangi intensitas terkena cahaya matahari.

Mengendalikan Hama hingga Panen

Proses pengendalian hama ini, cukup dilakukan dengan pestisida dalam waktu 2 Minggu. Pemberian pestisida ini dilakukan sebelum masa panen. Masa panen adalah masa dimana sawi telah berumur 80 harian.

Saat panen, Anda bisa gunakan cara mencabut hingga akar atau hingga bagian batangnya. Simpan dengan keadaan berdiri, serta tambahkan percikan air agar tetap terlihat segar.

Pastikan juga Anda telah mencuci bersih sawi yang dipanen.

Ok, sekian artikel budidaya sawi yang diposting pada kategori pertanian, semoga bermanfaat untuk pembaca setia petani digital dimanapun berada ya.

Leave a Comment