Budidaya Seledri Semakin Penting, Karena Banyak Khasiatnya

Budidaya seledri semakin penting, mengingat khasiat seledri yang banyak. Dan sayur seledri selama ini dikenal sebagai sayuran pelengkap beraroma sedap. Aromanya yang sedap ini lantas menjadikan seledri sebagai sayuran bernilai tinggi.

Tidak hanya itu, seledri ternyata juga memiliki khasiat yang sangat bagus bagi kesehatan. Sehingga membuat sayuran ini layak dibudidayakan.

Ada beberapa cara budidaya seledri yang mudah diaplikasikan. Dengan membudidayakan seledri, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan ekonomi juga melalui penjualannya.

Banyak orang yang ingin membudidayakan seledri. Namun tidak mengetahui caranya. Padahal, sebenarnya cara budidaya seledri ini cukup mudah.

Apa saja tahapan cara budidaya seledri?

Ada beberapa tahapan budidaya seledri, di antaranya adalah :

Penanaman dari Sisa Batang

Bibit seledri ternyata bisa didapatkan dari sisa batang seledri itu sendiri. Karenanya, untuk memilih bibit seledri yang baik Anda perlu mendapatkan seledri yang batangnya terlihat sehat, besar dan segar.

Potong bagian batangnya hingga 5 cm panjangnya. Kemudian letakkan potongan batang tersebut dalam botol berisi air, rendam setengah batang seledri tersebut.

Diamkan botol berisi air dan batang pada tempat yang teduh namun tidak tertutup dari paparan sinar pencahayaan matahari. Suhu udara yang diperlukan untuk pertumbuhan seledri ini adalah stabil. Semakin stabil suhu udara, semakin bagus pertumbuhan seledri.

Proses ini akan memakan waktu sekitar semingguan, hingga batang menumbuhkan daun dan menjadi tunas seledri. Seledri akan tumbuh berkembang dari tunas tersebut.

Pemindahan ke Media Tanah

Anda bisa mulai memindahkan batang bertunas ke dalam pot yang sudah berisi tanah. Tahapan ini harus segera dilakukan karena tunas bisa membusuk jika dibiarkan terlalu lama.

Tanah yang dipakai untuk penanaman batang seledri juga tidak boleh tanah yang sembarangan. Tanah harus selalu dalam keadaan lembab, namun harus dijaga agar tidak terlalu basah. Tanah juga harus memiliki kandungan nutrisi yang cukup.

Cara tersebut dipakai untuk Anda yang menanam seledri pada media pot. Berbeda halnya jika Anda menanam pada media tanam secara langsung. Lahan tanah harus dicangkul terlebih dulu hingga menjadi gembur.

Pastikan Anda juga membuat bedengan untuk menanam seledri. Komponen tanah pada lahan ini juga harus dicampur dengan pupuk. Jenis pupuk yang baik digunakan adalah pupuk kandang dan pupuk kompos.

Kapasitasnya bisa menyesuaikan dengan luas lahan penanaman seledri yang Anda targetkan. Urusan media tanah jadi hal yang cukup penting. Jika tanah tidak cocok, pertumbuhan seledri tidak akan berjalan maksimal.

Proses Perawatan Seledri

Salah satu bentuk perawatan tanaman seledri adalah penyiraman. Pada satu Minggu awal, seledri harus diberikan penyiraman yang rutin. Setidaknya dua kali dalam sehari, yakni pagi dan sore.

Pada minggu kedua dan seterusnya, dosis penyiraman harus dikurangi. Namun sebaiknya, penyiraman ini dilakukan jika tanah dalam keadaan kering.

Terlalu sering membasahi tanah seledri juga akan menjadikan hasil panen berkurang kualitasnya. Hal ini karena tumbuhan seledri tidak bisa menerima kondisi pertumbuhan yang terlalu basah dan becek.

Anda juga perlu memberikan pupuk pada tanaman seledri. Pupuk yang baik untuk digunakan pada seledri adalah pupuk organik dalam bentuk cair.

Selanjutnya, perhatikan pengendalian hama yang bisa saja menyerang tumbuhan seledri. Pastikan Anda tidak menggunakan obat pestisida kimiawi. Sebagai penggantinya, gunakan pestisida yang sifatnya organik.

Jangan lupa, selama masa pertumbuhan seledri, Anda juga harus lakukan penyiangan. Proses ini dilakukan untuk membersihkan lingkungan seledri dari gulma yang bisa saja tumbuh di sekitarnya. Gulma dapat menghambat laju pertumbuhan seledri.

Masa Panen Seledri

Masa panen seledri ini sebenarnya ada bermacam-macam. Bergantung pada jenis tanaman seledri itu sendiri. Ada yang hanya perlu waktu 3 Minggu, 50 hari, 125 hari, hingga 3 bulan.

Teknik pemanenan juga bisa Anda lakukan dengan dua cara. Cara pertama dengan mencabut tanaman seledri sampai ke akarnya. Cara kedua adalah dengan hanya mengambil batang yang sudah siap panen saja.

Batang muda sisanya bisa dibiarkan agar tumbuh dan kelak bisa dipanen kembali. Waktu panen seledri biasanya adalah sekali dalam satu minggu.

Sebaiknya lakukan pemanenan seledri di sore hari, agar tidak terkena teriknya matahari.

Artikel ini dipublish di kategori Budidaya, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment