4 Cara Budidaya Semangka

Manis dan segarnya buah semangka memang menjadikannya disukai banyak orang. Buah yang mengandung banyak air ini sangat mudah ditemukan di berbagai tempat sekitar Anda. Baik di pasar, toko buah, swalayan, dan pedagang di pinggir jalan.

Buah yang memiliki nama ilmiah Citrullus lanatus ini memang menjadi salah satu favorit masyarakat tanah air. Apakah Anda salah satu penggemar buah ini? Permintaan pasar terhadap semangka memang tidak pernah sepi.

Semangka ternyata tidak hanya bisa dimanfaatkan buahnya saja, melainkan biji dan daunnya pun bisa diolah menjadi makanan. Oleh karena itu, budidaya semangka termasuk budidaya yang memiliki nilai ekonomi besar.

Berikut ulasan cara budidaya semangka yang bisa Anda ikuti.

Perhatikan Kriteria Lahan

Langkah pertama dalam cara budidaya semangka adalah memperhatikan kriteria lahan, yaitu sebagai berikut :

  • Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di ketinggian 0-1000 mdpl.
  • Curah hujan sekitar 40-50 mm/bulan.
  • Suhu cenderung stabil di siang hari 25 derajat celcius.
  • Kelembaban udara yang rendah. Pada dasarnya, semangka tetap dapat tumbuh di kondisi lahan yang kering.
  • Semangka bisa tumbuh dengan lebat di lahan gembur, bernutrisi, dan jarang terdapat gulma.
  • pH tanah normal (6-6.5).
  • Anda bisa mencampurkan tanah dengan kapur (dolomit), apabila lahan yang disediakan di bawah pH normal atau terlalu asam.

Pemilihan Bibit

Pilihlah bibit semangka berkualitas baik ketika hendak melakukan penanaman. Salah satu varietas semangka yang dikenal unggul adalah jenis hibrida impor. Varietas tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu haploid dan triploid.

Jenis haploid termasuk yang mudah dibudidayakan karena cangkang biji yang relatif lunak. Sedangkan jenis triploid umumnya memiliki cangkang biji yang lebih keras sehingga perlu perlakuan khusus berupa perenggangan.

Anda bisa mendapatkan bibit semangka dengan varietas tersebut di toko pertanian terdekat. Berikut langkah-langkah persiapan bibit semangka yang tepat :

  • Rendam bibit semangka ke dalam air hangat yang dicampur hormon pertumbuhan, fungisida, dan bakterisida.
  • Rendam dan biarkan selama sekitar setengah jam.
  • Setelah itu, angkat dan tiriskan hingga mengering.
  • Bibit semangka yang sudah kering siap ditanam.

Proses Penanaman

Cara budidaya semangka berikutnya adalah penanaman, sebaiknya ikuti petunjuk penanamannya berikut ini :

  • Semai bibit semangka pada lahan yang sudah disiapkan. Pastikan lahan yang digunakan mengandung nutrisi unsur hara yang memadai. Apabila kurang gembur, Anda bisa menambahkan pupuk kandang maupun pupuk organik.
  • Lakukan penyiraman pada bibit yang telah disemai secara rutin di pagi dan sore hari.
  • Anda juga bisa menyemai bibit di pot kecil atau polybag terlebih dahulu. Setelah empat minggu, pindahkan bibit ke media tanam yang telah disiapkan.
  • Buat lubang tanam pada lahan sedalam 8-10 cm.
  • Siram media tanam dengan gembor sebelum melakukan penanaman bibit.
  • Agar pertumbuhan lebih terangsang, Anda dapat merendam bibit semangka terlebih dahulu. Caranya dengan menambahkan larutan perangsang tumbuh ke dalam air rendaman. Hal ini dilakukan agar bibit tidak mudah terserang hama penyakit yang bisa sewaktu-waktu muncul.
  • Lakukan perendaman sekitar 10 menit saja.
  • Selanjutnya, pindahkan bibit semangka dengan perlahan dari polybag ke lahan.

Proses Perawatan

Agar bisa tumbuh dengan lebat, tanaman semangka perlu dipelihara dengan tepat. berikut langkah-langkah perawatan yang perlu diperhatikan :

Penyiraman

Waktu penyiraman yang dianjurkan adalah di pagi dan sore hari. Penyiraman harus dilakukan secara rutin terutama jika sudah memasuki musim kemarau. Selain itu, kelembaban udara juga harus dijaga agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal.

Penyiangan

Proses ini merupakan pembersihan lahan dari gulma maupun rumput pengganggu dapat menghambat pertumbuhan semangka. Tumbuhan liar tersebut bisa menyerap unsur hara yang diperuntukkan bagi tanaman yang dibudidayakan.

Penjarangan

Seringkali tanaman tumbuh terlalu lebat sehingga diperlukan penjarangan. Teknik ini dilakukan dengan cara memangkas daun dan batang yang tidak diperlukan.

Penyulaman

Penyulaman juga merupakan proses penting dalam cara budidaya semangka. Ketika mendapati bagian bibit yang rusak atau bahkan mati, Anda perlu menggantinya dengan bibit baru. Proses inilah yang dinamakan penyulaman.

Sebaiknya Anda segera mencabut bagian tanaman yang sudah layu. Hal ini bisa berdampak negatif ke bibit semangka yang lain, apabila bibit yang rusak tidak segera diganti.

Demikian 4 Cara Budidaya Semangka, semoga bermanfaat untuk Anda ya.

Leave a Comment