Budidaya Tomat

Cara Budidaya Tomat

Budidaya tomat cukup mudah dilakukan bahkan di pekarangan rumah. Tomat menjadi salah satu tumbuhan yang fleksibel ditanam di berbagai media. Misalnya budidaya tomat dalam polybag, di lahan persawahan, tegal, hingga pekarangan rumah yang terbatas.

Tanaman tomat memiliki siklus hidup yang tergolong pendek, yaitu sekitar 4 bulan saja.

Hal ini menjadikan tanaman dengan nama latin Solanum lycopersicum bisa dipanen dalam waktu relatif singkat. Seperti yang telah diketahui, tomat seringkali dijadikan campuran aneka olahan masakan. Buah ini juga menjadi bahan dasar saus yang bercita rasa khas.

Tak heran apabila permintaan tomat di pasaran tak pernah sepi.

Bagaimana caranya? Simak ulasan cara budidaya tomat yang bisa diikuti berikut ini.

Benih Untuk Budidaya Tomat

Benih bisa Anda dapatkan dari buah tomat itu sendiri, berikut langkah-langkah mudahnya :

  • Belah tomat menjadi dua bagian, kemudian gunakan sendok untuk mengambil biji-bijinya.
  • Letakkan biiji tomat di wadah yang bersih.
  • Simpan dan diamkan biji tomat dalam wadah di tempat yang teduh selama 2-3 hari.
  • Proses ini merupakan fermentasi yang berfungsi untuk mencegah biji mudah terkena penyakit saat tumbuh kembali.
  • Setelah difermentasi, cuci biji tomat dengan air bersih.
  • Perhatikan saat proses mencuci, buang biji yang nampak terapung. Biji tersebut menandakan kondisinya yang sudah buruk dan tidak layak tanam.
  • Saat proses mencuci, beri campuran cuka beberapa tetes dan garam secukupnya.
  • Setelah itu, keringkan benih tomat.
  • Masukkan biji ke dalam plastik lalu letakkan di dalam kulkas selama 1-2 minggu.

Penebaran Benih Tomat

Anda ingin cara budidaya tomat yang simple dan tidak ribet, sebaiknya gunakan pot untuk menanam benih.

Caranya adalah dengan memasukkan 2-3 biji tomat ke dalam media tanam pot. Setelah itu, tutup dengan tanah dan diamkan selama sekitar satu minggu.

Jangan lupa untuk melakukan penyiraman pasca penanaman benih di dalam pot. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembaban media tanam.

Anda juga boleh meletakkan pot tomat selama beberapa jam di lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Setelah itu, letakkan kembali pot tomat di tempat yang sejuk dan hangat.

Pada dasarnya, tomat akan tumbuh dengan baik dengan asupan sinar matahari yang cukup. Hal yang tak kalah penting adalah lahan tanam yang terdrainase dengan baik.

Perawatan Tanaman Tomat

Cara budidaya tomat selanjutnya adalah dengan melakukan perawatan yang tepat.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Jangan melewatkan penyiraman rutin di pagi hari. Hal ini penting dilakukan karena tomat harus melewati hari yang panas di siang hari. Oleh karena itu, kelembaban tanaman perlu dijaga. Selain itu, penyiraman di sore dan malam hari tidak dianjurkan.
  • Selain dengan penyiraman rutin, menjaga kelembaban tanah juga bisa dilakukan dengan pemberian material penutup tanaman atau mulsa. Manfaat pemberian mulsa juga dapat menekan pertumbuhan penyakit dan gulma 5 minggu pasca penanaman tomat.
  • Ketika musim kemarau tiba, sebaiknya lakukan pencegahan agar air tidak menguap dari tanah. Caranya cukup mudah, yaitu dengan meletakkan batu pipih di setiap tanaman.
  • Pemberian pupuk bisa dilakukan setiap dua minggu sekali, yaitu ketika buah tomat berdiameter 2,5 cm. Jenis pupuk yang direkomendasikan adalah pupuk kompos.
  • Pangkas daun bagian bawah ketika tanaman mulai tumbuh. Hal ini dapat membantu tanaman terhindar dari penyakit yang menyebar dari tanah ke daun.

Proses Panen Tomat

Panen Tomat

Biarkan tomat yang sudah tumbuh selama mungkin, agar hasil panen optimal. Jangan terburu-buru mencabut buah tomat yang sudah mulai muncul. Apabila ada yang rontok sebelum matang, simpan di kantong kertas dan letakkan di tempat yang gelap.

Perlu diingat, hindari menempatkan tomat di tempat terang atau yang terkena sinar matahari langsung. Hal ini dapat memicu pembusukan tomat yang lebih cepat. Ciri tomat yang sudah siap panen di antaranya adalah teksturnya keras dengan berbagai ukuran.

Warna tomat merah cerah, beberapa mungkin masih ada yang terlihat kuning. Setelah memetik tomat, jangan langsung meletakkannya di dalam lemari es. Rasa dan tekstur tomat akan berbeda dibanding saat pertama kali dipetik di kebun, apabila langsung disimpan di kulkas.

Sekian, artikel ini telah ditulis pada kategori Budidaya. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment