Budidaya Ulat Hongkong

6 Langkah dan Cara Budidaya Ulat Hongkong

Ulat Hongkong mempunyai kandungan kalori dan protein sangat tinggi di dalamnya. Kedua kandungan tersebut bisa Anda manfaatkan untuk dijadikan pakan hewan lainnya.

Untuk ladang bisnis, ulat hongkong pun dapat dikatakan cukup menjanjikan

Anda harus mengetahui cara budidaya ulat Hongkong yang baik dan benar agar hasil panen Anda melimpah. Tentunya Anda yang hendak memulai usaha ulat Hongkong ini tidak akan kecewa, sebab ulat Hongkong seringkali dipakai untuk pakan berbagai macam binatang peliharaan di rumah. Dan budidaya nya pun tidak sulit.

Beberapa langkah dan cara budidaya ulat hongkong, berikut ini :

Menyiapkan Kandang

Budidaya ulat Hongkong tidak akan menyita banyak tempat dan memerlukan kandang untuk tempat berkembang biak. Cara pembuatannya sangat sederhana. Anda akan membutuhkan bahan-bahan misalnya seperti triplek, kayu dan lakban plastik berwarna coklat.

Anda akan menggunakan lakban coklat untuk pembuatan wadah yang sejenis dengan nampan. Lakban yang disiapkan mempunyai fungsi sebagai pelapis kayu agar ulat Hongkong tetap aman dan mencegahnya keluar melalui sela-sela sambungan yang terdapat di antara triplek dan kayu.

Memilih Bibit yang Berkualitas

Anda perlu memilih bibit atau induk ulat yang beratnya tidak lebih dari 2 kg. Hal tersebut dikarenakan ukurannya seragam ketika menjadi kepompong. Ketika telah berubah ke dalam bentuk kepompong akan berubah menjadi kumbang dengan jangka waktu 10 hari.

Kumbang yang sudah mempunyai sayap hitam mengkilap menjadi pertanda bahwa kumbang tersebut sudah siap untuk proses ditelurkan. Pembibitan yang Anda lakukan akan berlangsung dalam kurun waktu selama 7 hari.

Proses Pemisahan Kepompong

Ulat Hongkong menghasilkan telur-telur yang akan bermetamorfosis menjadi kumbang dewasa secara sempurna. Anda bisa mendapatkan hasil yang sempurna dengan memperhatikan waktu pemisahan kepompongnya, yang harus dilakukan rutin setiap 3 hari sekali.

Kepompong harus Anda tempatkan pada nampan terpisah, akan berubah menjadi kumbang dengan serentak. Anda perlu melakukan proses pemisahan kepompong sebagai berikut:

  • Pilihlah kepompong yang warnanya putih kecoklatan.
  • Siapkan nampan yang telah dipasang koran. Koran tersebut digunakan sebagai penutup dan alas nampan.
  • Tambahkan kapas sebagai alas kumbang.
  • Letakkan kumbang kira-kira sekitar 250 gram pada nampan yang sudah disiapkan.
  • Turunkan kumbang 7 hari kemudian dengan cara dipisahkan dari kapasnya.
  • Letakkan kapas yang baru untuk kumbang yang hendak dilepaskan, dan begitu seterusnya. Anda harus berhati-hati dalam menurunkannya, karena tingkat kematian kumbang rata-rata bisa mencapai persentase 2-4%.

Proses Pemisahan Kumbang

Kepompong yang telah berubah menjadi sebuah kumbang, perlu disiapkan nampan yang baru lagi. Anda juga harus memberikan alas lagi pada nampan tersebut dengan kapas baru. Kumbang yang sudah dipindahkan ke dalam wadah baru setelah 7 hari, wadahnya telah diisi telur-telur kumbang.

Telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 10 hari dan kemudian akan berubah menjadi larva-larva kecil. Larva kecil tersebut yang biasanya disebut orang-orang sebagai ulat Hongkong.

Ulat bisa Anda pisahkan dari kapas ke wadah tempat pembesarannya setelah berumur 30 hari.

Anda dapat melakukan cara-cara yang disebutkan di atas hingga kumbang menjadi kering atau mati dengan sendirinya. Ulat Hongkong pada umumnya bisa Anda panen dan dijual ketika telah berumur 50 hari.

Pemberian Pakan

Ulat Bibit

Ulat bibit diberikan makanan sekitar 500 gram dengan cara dikepal-kepal terlebih dahulu menjadi 3 bagian. Pemberian pakan tersebut apabila makanan sebelumnya telah benar-benar bersih atau bisa dilakukan setiap 4 hari sekali.

Anda bisa memberikannya makanan berupa dedak atau ampas tahu yang diberikan campuran pur atau tepung tulang.

Ulat yang Kecil

Ulat berukuran kecil yang masih berada di atas kapas sebaiknya Anda beri pakan berupa sayuran selada setengah kering yang telah dijemur. Ulat yang sudah dipisahkan dari kapas diberikan makanan yang dikepal dan disebarkan merata sebagiannya.

Ulat kecil yang berumur 30-60 hari pada satu kotak, bisa Anda berikan pakan sampai dengan 2 kg setiap 3 hari sekali.

Kumbang

Kumbang diberikan pakan yang disebar merata dengan berat pakan sekitar 100 gram saja, dan bisa diberikan setiap 3 kali sehari. Anda perlu memperhatikan berat pakan terhadap bentuk pada jenis metamorfosis ulat.

Ulat Dewasa

Ulat yang sudah berusia 60-90 hari diberikan pakan sebanyak 1,5-2 kg pada masing-masing kotak atau nampan wadahnya.

Perawatannya

Cara budidaya ulat Hongkong yaitu mempertahankan suhu ideal kandang sebesar 29º-30º C, untuk perawatannya.

Anda juga perlu memperhatikan sirkulasi udara yang baik supaya ulat subur dan berkembang biak.

Ok, sekian informasi mengenai bagaimana cara budidaya ulat hongkong untuk kategori peternakan yang dapat Anda pelajari.

Leave a Comment