Cara Membuat Akuakultur untuk Budidaya Ikan Air Tawar

Istilah akuakultur mungkin masih terdengar asing di telinga. Akuakultur pada dasarnya memiliki keterkaitan erat dengan budidaya perairan.

Budidaya akuakultur dibedakan menjadi akuakultur air tawar dan akuakultur air asin.

Budidaya ikan dengan metode akuakultur khususnya untuk budidaya ikan air tawar seperti ikan lele, nila, atau ikan mas berpotensi mendatangkan untung besar.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara membuat akuakultur budidaya ikan air tawar menggunakan recirculating aquaculture system (RAS).

Sesuai namanya recirculating aquaculture system (RAS) membuat air budidaya ikan bisa kembali bersih agar bisa digunakan kembali secara terus menerus.

Sistem ini memungkinkan berbagai limbah padat dari kotoran ikan dan sisa pakan, amonium, CO2 dibuang dan diubah menjadi produk tidak beracun.

Namun hampir tidak mungkin untuk merancang sistem resirkulasi yang tertutup sepenuhnya. Produk limbah yang tidak bisa terurai harus tetap dibuang dan air yang menguap harus diganti.

Meskipun demikian, akuakultur dengan sistem ini bisa lebih menghemat kebutuhan air dan energi yang dibutuhkan.

Menyiapkan Komponen Dasar

Cara membuat akuakultur dengan menggunakan recirculating aquaculture system (RAS) membutuhkan beberapa komponen-komponen dasar seperti di bawah ini:

  • Tangki ikan
  • Tangki pompa
  • Pompa
  • Sinar UV
  • Perangkat oksigenasi
  • Perangkat aerasi
  • Feeder
  • Monitor

Membuat Filter Mekanis

Filter mekanis pada sistem recirculating aquaculture system tersebut berfungsi untuk menghilangkan limbah padat dari aliran air sistem.

Limbah padat khususnya kotoran ikan dan sisa pakan itu perlu dihilangkan untuk menjaga kualitas air, oleh sebab itu diperlukan tangki sedimentasi atau tangki drum.

Isi tangki sedimentasi dengan filter polypropylene. Partikel padat yang tidak terlarut air akan mengendap di filter yang ada di dalam tangki tersebut. P

artikel padat yang mengendap itu nantinya akan membentuk lapisan lumpur sehingga secara rutin tangki sedimentasi harus dibersihkan.

Air yang berasal dari tangki ikan juga dapat dibersihkan secara mekanis menggunakan filter drum.

Filter jenis tangki drum ini lebih praktis sebab tidak membutuhkan perawatan harian. Limbah padat dapat secara otomatis dikeluarkan dari sistem air, namun Anda membutuhkan pasokan listrik terus menerus.

Membuat Filter Biologis

Bagian penting lainnya dari cara membuat akuakultur ini adalah filter biologis.

Perlu diketahui bahwa selain limbah padat ikan juga mengeluarkan limbah biologis salah satunya seperti NH4. Limbah biologis NH4 atau amonium ini diproduksi oleh ikan selama proses pencernaan pakan.

NH4 termasuk produk limbah pencernaan protein yang beracun sehingga membahayakan kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan dengan cara akuakultur.

Pada sistem akuakultur resirkulasi ini juga terdapat bagian yang membuat bakteri baik untuk ikan bisa tumbuh dalam kondisi optimal.

Beberapa filter biologis yang bisa dibuat seperti biotower dan moving bed filter.

Biotower

Sistem ini akan memompa air ke bagian biotower yang terbuat dari jaring filter polypropylene. Air kemudian akan dialirkan dan difilter dengan jaring filter yang ada di dalam biotower.

Air yang mengalir melalui jaring filter tangki biotower itu kemudian akan dikembalikan ke tangki pompa. Biotower juga bisa ditambahkan untuk menghilangkan gas terlarut yang tidak diperlukan ikan misal seperti CO2.

Moving Bed Filter

Filter biologis lainnya yang diperlukan oleh recirculating aquaculture sistem ini dikenal dengan sebutan moving bed filter. Jenis filter ini punya kapasitas filter yang tinggi dengan volume rendah.

Moving bed filter biasanya terbuat dari perangkat aerasi yang diisi dengan filter beads dalam berbagai ukuran. Filter biologis dalam bentuk moving bed ini akan menyaring bakteri nitrifikasi dengan cara menjebaknya di permukaan beads filter tersebut.

Anda juga bisa menambahkan beberapa elemen lagi ke dalam sistem akuakultur resirkulasi ini, di samping dua komponen dasar yang sudah dijelaskan di atas.

Elemen-elemen tambahan tersebut perlu ditambahkan tergantung dari jenis ikan yang dibudidayakan dengan metode akuakultur.

Anda bisa menambahkan beberapa elemen lainnya misal seperti perangkat oksigenasi, perangkat aerasi, feeder, monitor, sinar UV dan lain sebagainya. Penggunaan sinar UV bersifat antiseptik dan anti kuman.

Berkat penambahan sinar UV pertumbuhan mikro-organisme termasuk bakteri bisa dikendalikan.

Sekian artikel mengenai cara membuat akuakultur, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment