Cara Menanam Bawang Merah

Cara Menanam Bawang Merah

Bawang merah adalah sumber vitamin C sebagai antioksidan yang dan membantu untuk memerangi pembentukan radikal bebas. Vitamin C sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan di dalam tubuh.

Vitamin C atau dikenal dengan asid absorbic adalah nutrisi yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembentukan kolagen yang membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh. Tubuh membutuhkan asupan vitamin C ini untuk memproduksi kolagen, yaitu protein yang membantu mendukung tendon, ligamen dan pembuluh darah, serta menjaga kulit dan organ tubuh lain secara bersama-sama.

Selain itu, vitamin C dalam bawang merah juga berguna untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati, serta membantu memperkuat sistem kekebalan kita agar tubuh terlindungi dari berbagai penyakit.

Bawang merah juga memiliki banyak kandungan senyawa belerang atau sulfur. Sulfur dapat melindungi tubuh dari kanker lambung, payudara, paru-paru, usus, dan prostat. Makan bawang mentah juga membantu menyembuhkan gangguan saluran kemih.

Selanjutnya, bawang merah juga biasanya digunakan untuk mengolesi tubuh bayi ketika masuk angin ataupun demam. Anak-anak memang sangat mudah masuk angin, yang menyebabkan perut kembung. Untuk mengatasinya, ambil bawang merah yang bersih kemudian haluskan. Berikan sedikit minyak telon, kemudian balurkan pada bagian pusar dan perut serta balurkan ke sekujur punggung anak untuk meredakan batuk pada anak dan mempercepat menghilangkan demam serta mengontrol alergi yang bisa menyebabkan demam.

Nah, dari segudang manfaat bawang merah dan kegunaan bawang merah, tidak ada salahnya jika kamu membudidayakan bawang merah dengan cara menanamnya sendiri bila kamu memang hobi bercocok tanam.

 

Cara Menanam Bawang Merah di Rumah

Untuk menanam bawang merah, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan bibit atau benih bawang merah. Pemilihan bibit yang berkualitas sangat penting, karena hasil dari bibit yang berkualitas akan memberikan hasil yang maksimal dalam pertumbuhan bawang merah.

Untuk opsi yang lebih abik adalah dengan membeli bibit bawang merah. Kamu bisa membeli bbit bawang merah yang berkualitas di toko tanaman yang sesuai untuk iklim di daerah kamu tinggal. Selain itu, kamu juga bisa memakai bawang merah yang kamu beli di pasar sebagai bibit untuk menanam bawang merah.

Untuk jenis tanah, kamu bisa mencari tanah hitam bekas bakaran sampah di sekitar pekarangan rumahmu atau membeli tanah yang subur di toko tanaman. Selain itu, kamu juga bisa mempersiapkan lahan subur untuk menanam bawang merah dengan kualitas yang baik.

Sebelum menanam bawang merah, pisahkan bawang merah terlebih dahulu dari umbinya menjadi siung-sing tunggal dan pertahankan agar lapisan kulitnya tetap utuh. selanjutnya pilihlah apakah kamu ingin menanam bawang merah di pekarangan rumah atau di pot untuk tempat bawang tumbuh nantinya.

Jika kamu memilih pot, maka pilih pot yang cukup dalam dan lebar untuk menampung bawang merah yang ingin kamu tanam. Kamu bisa membeli pot atau membuat pot bawang merah sendiri. Hal ini tentu sangat baik untuk mendaur ulang sampah menjadi lebih berguna. Apapun pilihan kamu, kamu tetap harus memilih pot yang memiliki lubang di bawah yang baik atau membuat lubang sendiri, namun jangan terlalu besar agar tanah tanaman tidak berjatuhan.

Tanam siung bawang merah dengan jarak 4 inchi dan kedalaman 2 inchi di dalam tanah atau di dalam pot. Pastikan bahwa bagian akar mengarah ke bawah dan sisi runcingnya mengarah ke atas agar bawang merah tidak tumbuh ke arah yang salah. Tutup siung bawang merah dengan tanah dan tepuk tanah tersebut secara perlahan.

Siram bawang merah setiap 3 hingga 5 hari tergantung pada cuaca. Jika kamu melihat tanahnya mengering dan berdebu, maka sudah saatnya menyiram bawang merah. Bawang merah tidak perlu disiram selama musim gugur dan musim dingin bila kamu menanamnya di pekarangan rumahmu.

Setelah akar bunga pada bawang merah tumbuh, potong akar bunga tersebut agar akar bunga tidak mengambil energi dari pembentukan umbi pada bawang merah. Sebab jika akar bunga dibiarkan dan tidak dipotong, akar bunga tersebut akan mengambil energi dari pembentukan umbi dan menyebabkan umbi bawang merah tumbuh menjadi kecil.

Selanjutnya kamu bisa memanen bawang merah saat bagian atas tanaman berubah warna menjadi kuning dan mulai mati. Simpan bawang merah hasil panen di tempat yang dingin dan kering untuk mengawetkannyaselama 2 minggu sebelum menggunakan bawang merah agar bawang kering terlebih dahulu.

 

Cara Menanam Bawang Merah di Dataran Rendah

Kebutuhan bibit untuk budidaya bawang merah tergantung luas area, ukuran bibit, dan jarak tanam yang kamu inginkan. Jika jarak tanam yang dibuat antara 10-15cm, maka bibit yang dibutuhkan ±600.000 buah suing setiap hektar tanah. Jika setiap suing beratnya 3 gram, bibit yang dibutuhkan sekitar 1.350-1.400 kg bawang merah setiap hektar tanah.

Cara Menanam Bawang Merah di Dataran Rendah

Sebelum menanam bawang merah, pisahkan bawang merah terlebih dahulu dari umbinya menjadi siung-sing tunggal dan pertahankan agar lapisan kulitnya tetap utuh. Tanam siung bawang merah dengan jarak 4 inchi dan kedalaman 2 inchi. Pastikan bahwa bagian akar mengarah ke bawah dan sisi runcingnya mengarah ke atas agar bawang merah tidak tumbuh ke arah yang salah. Tutup siung bawang merah dengan tanah dan tepuk tanah tersebut secara perlahan.

Setelah kamu menanam bawang merah, kamu bisa memberinya pupuk. Pupuk yang digunakan untuk budidaya tanaman bawang merah terdiri atas pupuk organik dan pupuk non- organik. Untuk pupuk organik berupa pupuk kandang ayam dengan dosis 10-20 ton/ha atau pupuk kandang kambing dengan dosis 30 ton/ha.

Sedangkan jika kamu ingin menggunakan non- organik ,dosis yang harus kamu berikan per hektarnya adalah 200 kg N, 180 kg P2O5, 60 kg K2O dan 142 kg S. Pupuk nitrogen digunakan 3 kali selama pertumbuhan, yaitu pada saat tanam, saat pembentukan tunas dan saat pembentukan umbi.

Untuk pupuk fosfor dan kalium diberikan bersamaan dengan pupuk kandang pada waktu tanam. Untuk meningkatkan kualitas dan hasil umbi, dapat diberikan pupuk kimia cair (unsur mikro), seperti Sitozim dengan konsentrasi 0,25% yang disemprotkan pada daun, Massmikro dengan konsentrasi 200 ppm, dan Hipron sebanyak 2 kali dengan konsentrasi 2 ml/l.

Pemberian air dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau dengan menggenangi saluran air di sekitar bedengan setiap 3 sampai 5 hari sekali atau saat tanah telah terlihat mulai mengering. Jika kamu melihat tanahnya mengering dan berdebu, maka sudah saatnya menyiram bawang merah. Bawang merah tidak perlu disiram selama musim gugur dan musim dingin.

Untuk penyiraman dengan sistem gembor bisa dilakukan untuk bawang yang baru ditanam. Namun sebisa mungkin diusahakan lubang gembornya kecil agar air yang keluar juga kecil sehingga tidak merusak tanah di sekitar bibit. Jika air yang keluar besar, maka posisi benih dapat berubah, bahkan dapat mengeluarkannya dari dalam tanah.

Bawang merah di daratan rendah biasanya telah siap dipanen pada umur 80 hari atau sampai berumur 100 hari tergantung pada keadaan dan kesuburan tanaman di lapangan. Atau kamu bisa memanen bawang merah saat bagian atas tanaman berubah warna menjadi kuning dan mulai mati.

Pada akhir masa tanam, bagian puncak bawang merah akan mulai menguning dan mati untuk menandakan saat memanen bawang merah. Jangan memanen bawang merah terlalu akhir karena akan membuat umbinya mengerut dan rasanya tidak enak.

Cara panen dapat dilakukan dengan pencabutan langsung terutama pada tanah yang ringan dan pencukilan dilakukan pada tanah bertekstur agak berat. Lalu hasil tanaman diikat sebanyak 30 tangkai tiap ikat dan dijemur selama setidaknya 2 minggu agar bawang merah kering terlebih dahulu.

Membiarkan bawang merah mengering selama 2 minggu dimaksudkan agar mendapat hasil yang terbaik sebelum menggunakan bawang merah. Selama waktu ini, kulitnya akan mengering dan umbinya mengeras. Simpan bawang merah hasil panen di tempat yang dingin dan kering untuk mengawetkannya sebelum dijual atau di pakai.

 

Cara Menanam Bawang Merah di Botol Aqua

Menanam tanaman bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan botol bekas untuk menanam bawang merah. Kamu bisa menggunakan botol- botol bekas yang ada disekitar kamu. Banyak botol plastik yang bisa dimanfaatkan untuk menanam bawang merah.

Untuk menanam bawang merah dengan cara memanfaatkan botol bekas, kamu bisa menyiapkan beberapa bahan berikut ini, yaitu botol minuman kemasan 2 liter atau gelas plastik bekas, pupuk nutrisi AB Mix, kresek hitam, dan polystyrene foam atau sabut kelapa ataupun spons. Siapkan juga gunting dan lakban untuk alat memotong dan mengelem botol.

Cara penanamannya adalah siapkan gelas bekas atau tempat plastik bekas atau botol plastik bekas yang memiliki kedalaman setidaknya 15 cm. Lalu potong polystyrene foam untuk diletakkan di dalam media botol plastik bekas. Atau bisa juga memakai sabut kelapa atau spons.

Selanjutnya beri lubang pada foam atau spons untuk media menancapkan daun bawang. Dan kelilingi botol dengan kresek hitam untuk memblokir cahaya matahari agar tidak masuk mengenai air nutrisi, sehingga di dalam botol tidak ditumbuhi lumut.

Beri pupuk khusus tanaman bawang merah agar terhindar dari aneka penyakit tanaman. Lalu biarkan tanaman bawang merah setidaknya 3 sampai 4 minggu dan bawang pun siap dipanen tanpa harus membeli terlebih dahulu di pasar. Namun dengan cara ini biasanya orang akan lebih memanfaatkan daunnya karena daunnya tumbuh subur dan lebat dibanding dengan umbinya.

 

Cara Menanam Bawang Merah Di Pohon Pisang

Selain tanah dan air, ternyata batang pohon pisang juga bisa sebagai tempat untuk menanam bawang merah. Penanaman bawang merah di batang pohon pisang akan membuat daun pada bawang merah tumbuh subur karena tujuan penanaman bawang merah di batang pohon ini adalah untuk diambil daunnya, bukan untuk memperbanyak umbi bawangnya. Hal ini disebabkan karena batang pisang hanya bisa menyuburkan daunnya saja.

Selain mudah, proses penanamannya pun tidak memerlukan penyiraman seperti yang dilakukan pada bawang merah yang di tanam di pot. Hal ini karena bawang merah yang di tanam di batang pohon pisang ini akan mengambil nutrisi dan air dari batang pisang tersebut.

Namun meskipun demikian, sistem tanaman ini disebut dengan mutualisme, yaitu tidak merugikan satu sama lain. Maksudnya meski di tanam di batang pohon pisang, tanaman bawang merah yang di tanam di batang pohon pisang ini tidak akan mengganggu atau mempengaruhi pertumbuhan pada buah pisangnya maupun pada daun pisangnya.

Cara penanamannya adalah batang pohon pisang ditusuk sebesar ukuran sebiji bawang merah dengan jarak 10 cm, lakukan secara selang- seling memutar. Jangan sampai melukai isi hati  karena bisa membuat  pohon pisangnya mati. Setelah selesai,  masukan benih bawang merah ke dalam tusukan batang pohon pisang tersebut. Tunggu hingga bawang merah tumbuh dengan sendirinya.

 

Cara Menanam Bawang Merah di Paralon

Selain beberapa hal di atas, proses penanaman bawang merah selanjutnya adalah dengan menggunakan pipa paralon. Persiapkan pipa paralon ukuran diameter 5 dan panjang 2 meter. Lalu lubangi pipa untuk tempat bawang merah tumbuh.

Jarak antara lubang dalam deretan adalah 10 cm dan berselang- seling antara lubang tanam deret di sebelahnya. Siapkan juga tempat dudukkan untuk paralon agar tidak oleng. Kemudian cor dengan semen.

Setelah itu masukan pipa kecil yang telah di lubangi sepanjang paralon di tengah paralon. Ini berfungsi untuk pemerataan air saat penyiraman. Langkah Terakhir adalah memasukan tanah yang sudah dibuat campuran abu batu, arang batok kelapa, dan pupuk kandang ke dalam paralon secara merata. Selanjutnya masukkan benih bawang merah ke dalam tanah yang telah berada di dalam pipa.

 

Cara Menanam Bawang Merah Di Dalam Pot

Bagi kamu yang tidak hobi bercocok tanam, menanam bawang merah tetap bisa kamu lakukan karena proses budidaya atau proses penanamnya cukuplah mudah. Kamu bisa menanam bawang merah di dalam pot atau polybag.

Bibit Bawang Merah

Pemilihan Bibit Tanaman

Untuk memulai Budidaya bawang merah dengan sistem pot atau polybag ini, terlebih dahulu kamu harus menyiapkan bibit untuk tanaman bawang merah.

Hal terbaik yang bisa kamu lakukan jika ingin berhasil dalam menanam bawang merah adalah dengan membeli bibit bawang merah di toko bibit karena bawang merah yang dibeli di pasar kadang- kadang juga diberi bahan kimia untuk membuatnya awet lebih lama.

Bawang merah yang sudah diawetkan seperti ini akan lebih sulit untuk ditumbuhkan dibandingkan dengan bawang merah yang tidak diawetkan.

Kamu akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil jika dibandingkan menanam bawang merah yang dibeli di pasar.

Jika kamu ingin membeli bibit bawang merah dari toko tanaman yang menjual varietas bawang merah, kamu bisa meminta saran penjual mengenai bibit bawang merah yang cocok dengan daerah tempat kamu tinggal. Sebab bawang merah yang dijual di pasar terkadang berasal dari luar daerah yang tidak akan selalu cocok untuk tumbuh di daerah tempat kamu tinggal.

Belilah secara daring untuk menemukan berbagai varietas pilihan bawang merah yang lebih banyak dan pilihlah yang kamu sukai. Ada varietas jenis bawang merah yang kuat dan adapula yang bisa tahan pada cuaca dingin, dan sebagainya.

Kamu juga perlu memperhatikan ukuran umbi dari bibit bawang merah yang kamu beli. Pilihlah ukuran umbi yang kecil atau yang sedang, selain harganya relative lebih murah, penanganannya pun relative lebih mudah. Dan pilih yang sudah bersertifikat karena kualitasnya sudah terjamin.

Namun jika kamu tetap ingin mencoba menanam bawang merah yang kamu beli di pasar juga bukan merupakan pilihan yang buruk untuk dicoba. Pilih bibit yang berasal dari pertumbuhan tidak cacat, sehat, normal, dan bebas penyakit.

Setelah memilih bibit yang baik, selanjutnya adalah menyiapkan tanah. Untuk jenis tanah, kamu bisa membeli tanah hitam di toko tanaman atau mencari tanah hitam bekas bakaran sampah. Jenis tanah yang seperti ini memiliki struktur remah atau gembur agar peresapan air dan sirkulasi udara dalam tanah berjalan lancar. Selain itu, tanah juga harus memiliki lapisan atas atau tapsoil, yakni kedalaman 0-30 cm dari permukaan tanah. Sebab, lapisan atas banyak unsur organik yang diperlukan tanaman.

Tanah yang tidak baik sebagai media tanam yaitu tanah yang strukturnya padat dan tidak berongga contohnya adalah tanah liat atau tanah merah. Tanah seperti ini biasanya sulit ditembus air saat penyiraman, sehingga tanah menjadi becek.

Bawang merah akan sulit tumbuh pada tanah yang becek atau tanah yang kadar airnya terlalu tinggi. Karena akan sulit untuk ditembus oleh akar tanaman bawang merah. Untuk itu, cermatilah tanah yang memiliki kelembaban yang baik di sekitar kamu dengan mencari tanah yang berongga.

Sebelum dimasukkan dalam pot atau polybag, tanah yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi syarat sebagai media tanam bawang merah. Untuk itu, sebelum memulai proses menanam, lebih baik periksa apakah tanah bersih dari sampah plastik agar tidak mengganggu proses tumbuhnya bawang merah nantinya.

Agar tanah bebas kotoran, caranya pertama adalah pertama tanah diayak. Tanah yang belum diayak biasanya banyak mengandung batu, kerikil, potongan kayu dan kotoran lainnya seperti sampah. Secara fisik tanah hasil ayakan sudah baik dijadikan media tanam, karena memiliki ukuran butiran yang halus. Dengan ukuran yang halus ini akar tanaman dapat meresap ke seluruh permukaan tanah, baik di lapisan atas, tengah maupun bawah.

 

Pakai Pupuk Organik

Selanjutnya, agar tanaman bawang merah menjadi semakin subur dan sehat, caranya adalah mencampur tanah dengan pupuk organik. Pupuk organik bisa berasal dari kotoran sapi, kambing, ayam atau kotoran hewan lainnya. Pupuk organik yang baik yaitu sudah betul-betul jadi dengan ciri-ciri sudah remah seperti menjadi tanah.

Perbandingan tanah dan pupuk organik yaitu 2 : 1. 2 bagian berupa tanah, dan 1 bagian berupa pupuk organik. Bawang merah yang ditanam di pot atau polybag ini tanpa pupuk anorganik (buatan) tanaman bisa panen dengan baik dan efisien biaya. Penambahan pupuk buatan seperti urea pada pertanaman di polybag bila tidak hati-hati justru bisa menyebabkan tanaman mati.

Setelah semua bahan dicampurkan, kegiatan selanjutnya ialah memasukkan media tersebut dalam pot atau polybag. Caranya, masukkan bahan tadi ke pot atau polybag yang sudah tersedia secara penuh/rata sesuai ukurannya.

Cara Menanam Bawang Merah di Dalam Pot Atau Polybag Untuk Budidaya

Nah, sehari sebelum tanah ditanami bibit bawang merah, sebaiknya pot atau polybag disiram air agar tanah yang sudah dicampur tadi mengendap dan rata. Selanjutnya untuk memulai proses menanam, pisahkan bawang merah dari umbinya menjadi siung- siung tunggal, pertahankan agar lapisan kulitnya tetap utuh. Selanjutnya letakkan bawang merah pada kedalaman 3 cm agar tumbuh menjadi benih yang kuat. Siram dengan sedikit air.

Selanjutnya simpan pot pada suhu ruangan. Tempat yang kamu gunakan untuk menyimpan tanaman harus mempunyai ventilasi agar ada pertukaran udara yang baik. Suhu ruangan yang perlukan untuk menanam bawang merah adalah ruangan yang memiliki kelembaban yang baik, yaitu suhu antara 25 sampai 30 ° C.

 

Penyiraman Bawang Merah

Siram bawang merah setiap 3 hingga 5 hari sekali atau seminggu sekali atau jika tanahnya telah mengering dan berdebu, maka sudah saatnya kamu menyiram tanaman dari bawang merah tersebut. Caranya dengan di siram atau kocor dengan menggunakan selang air.

 

Pemupukan Bawang Merah

Pemupukan dilakukan pada tanaman umur 1,3 ,4 minggu, komposisnya NPK 5 gram per pot atau polybag bila umur tanaman bertambah sesuaikan dengan di tambah sedikit. Selanjutnya pembersihan gulma dilakukan 1 minggu sekali atau apabila gulma telah tumbuh, sedangkan pembubunan atau penimbunan tanah di pangkal batang tanaman dilakukan 2 minggu sekali agar tanaman kuat saat tumbuh.

 

Pengendalian Hama dan Penyakit

Selanjutnya adalah pengendalian hama dan penyakit. Untuk ulat dan telur cukup diambil ulat dan telur dari daun, sedangkan penyakit yang menyerang dikendalikan dengan pestisida hayati atau pestisida ramah lingkungan.

 

Pemanenan Tanaman Bawang Merah

Pemanenan tanaman bawang merah dapat di lakukan ketika tanaman umur 55-65 hari , caranya dengan di cabut tanaman dari tanah lalu di keringkan dengan cara dijemur di wadah pada siang hari.

Biarkan bawang merah selama 2 minggu sebelum menggunakan bawang merah agar bawang kering terlebih dahulu. Selama waktu ini, kulitnya akan mengering dan umbinya mengeras. Simpan bawang merah hasil panen di tempat yang dingin dan kering untuk mengawetkannya.

Demikian artikel mengenai cara menanam bawang merah, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment