PertanianTanaman

Hama Tanaman Penyebab Gagal Panen

Hama tanaman dapat menghambat pertumbuhan, bahkan mematikan jenis tanaman tertentu. Inilah yang menjadi salah satu penyebab gagal panen pada pertanian maupun perkebunan.

Hama pada tanaman perlu diketahui supaya dapat ditangani dengan tepat dan Anda harus segera mencari solusi agar tidak menimbulkan kerugian.

Di dalam budidaya perkebunan maupun pertanian, hal ini sudah biasa terjadi. Namun, tidak perlu khawatir karena banyak cara yang dilakukan untuk mengendalikannya.

Pengertian Hama Tanaman

Hama tanaman merupakan organisme pengganggu yang menyebabkan kerusakan fisik, serta penyebab penyakit tertentu pada tumbuhan.

Lebih jelasnya, sebutan hama ditujukan untuk hewan yang merugikan dalam kegiatan pertanian dan perkebunan. Seperti beberapa bagian di bawah ini :

Hama Mamalia

Beberapa spesies mamalia dianggap sebagai hama yang berpotensi menimbulkan kerugian serius. Golongan ini merupakan hewan pemakan tumbuhan sehingga meningkatkan resiko gagal panen.

Hama dari kelas mamalia yang sering ditemui, antara lain tupai, kelelawar, tikus sawah, babi hutan, dan kera. Awalnya, luwak termasuk dalam hama pada tanaman karena memakan biji kopi, tapi sekarang binatang ini dibudidayakan untuk memproduksi kopi luwak.

Hama Serangga

Hama serangga menyebabkan kerugian cukup besar pada sektor pertanian dan perkebunan. Hewan merugikan ini memakan bagian tanaman secara langsung, sehingga menimbulkan kerusakan, pembusukan, bahkan kematian.

Jenis serangga tertentu menjadi vektor penyebar penyakit, dan mengeluarkan cairan beracun yang dapat merusak sel tanaman atau menyebabkan nekrosis. Serangga hama dibedakan menjadi dua tipe berdasarkan bentuk mulut, yaitu menggigit mengunyah dan menusuk menghisap.

Tipe serangga menggigit mengunyah dapat memotong bagian tanaman, seperti daun, batang, dan buah yang menyebabkan pembusukan.

Sedangkan tipe serangga menusuk menghisap biasanya memiliki mulut seperti jarum dan pisau. Hama ini meninggalkan bekas tusukan setelah menghisap cairan di dalam tanaman.

Hama Aves

Aves atau burung merupakan hewan pemakan biji-bijian yang dapat merusak tanaman pertanian maupun perkebunan. Hama ini cenderung memakan padi, jagung, kedelai, dan masih banyak lagi.

Umumnya, burung menyerang secara bergerombol sehingga produk biji dari tanaman berkurang bahkan habis. Hal inilah yang menyebabkan kerugian besar akibat gagal panen.

Nematoda

Nematoda yang menyebabkan kerusakan pada tanaman biasanya hidup di dalam tanah. Jenis parasit tertentu bersifat menetap pada akar dan batang. Salah satu contohnya, yaitu Meloidogyne sp, jenis ini menyebabkan kerusakan 100%.

Nematoda juga ada yang hidup di atas tanah, biasanya jenis ini hidup di daun-daun yang melipat, tunas daun, buah, dan batang. Kerugian yang disebabkan oleh nematoda cukup besar, tanaman rusak, membusuk, mati, dan gagal panen.

Gastropoda

Gastropoda merupakan hewan dari kelas moluska yang dapat hidup di berbagai habitat. Sebenarnya, tidak semua ekosistem gastropoda menyebabkan kerugian. Akan tetapi, jenis siput cenderung merusak daun sehingga menghambat pertumbuhan tanaman.

Siput tidak hanya ditemui di lingkungan sawah, hewan ini juga dapat merusak tanaman di kebun rumah.

Hama Artona

Artona merupakan lepidoptera atau kupu-kupu perusak saat masih menjadi larva. Hama pada tanaman ini sering dijumpai pada tanaman kelapa. Ulat yang baru menetas akan menyerang dan meninggalkan bekas berupa titik-titik pada daun.

Ulat yang sudah tumbuh besar biasanya meninggalkan bekas garis-garis pada daun. Hewan ini memakan daun kelapa serta tulang daun.

Hama Tanaman Padi dan Obatnya

Hama pada tanaman padi membuat pertumbuhan dan perkembangan tidak maksimal. Berikut ini berbagai macam hewan yang menyerang tanaman padi serta cara pengendaliannya:

Tikus

Hama yang paling banyak merugikan petani padi adalah tikus. Hewan ini memiliki mobilitas, daya adaptasi, dan perkembangbiakan yang cukup tinggi.

Tikus menyerang tanaman padi pada malam hari. Target utamanya bagian batang dan biji. Hama ini membuat lubang dekat sawah atau semak-semak sebagai tempat persembunyian.

Tikus dapat dikendalikan dengan cara berikut ini:

  • Menutup lubang yang ada di sekitar sawah, lalu pasang perangkap.
  • Lepaskan ular jinak untuk menakut-nakuti atau memangsa tikus.
  • Menggunakan umpan beracun, tapi menerapkan cara ini harus hati-hati dan sesuai dengan prosedur.

Ulat

Hama selanjutnya yang sering terlihat menyerang padi adalah ulat. Hewan ini memakan daun dan batang tumbuhan.

Cara mengendalikan hama ulat pada tanaman padi, yaitu:

  • Mengecek bagian bawah daun, apabila terdapat telur kupu-kupu segera bersihkan.
  • Genangi tempat persemaian dengan air, tujuannya agar ulat naik ke atas dan mudah dibasmi.
  • Apabila cara alami tidak berhasil, Anda dapat menggunakan pestisida sebagai opsi terakhir.

Walang Sangit

Salah satu hama yang meresahkan bagi petani padi adalah walang sangit. Hewan ini dapat meloncat dan terbang serta mengeluarkan bau tidak sedap.

Cara membasmi hama tanaman secara alami, di antaranya:

  • Melakukan sanitasi lingkungan dengan membersihkan area sekitar sawah.
  • Menanam padi secara serempak dalam satu hamparan lahan yang luas.
  • Mengendalikan secara biologi, yaitu menggunakan parasitoid, jamur, atau tanaman pengusir hama lainnya.
  • Menangkap walang sangit dengan perangkap, cara ini dilakukan ketika tanaman padi berada pada fase berbunga sampai masak susu.
  • Mengendalikan dengan cara kimiawi, yaitu menyemprotkan insektisida sesuai dengan dosis pada kemasan.

Wereng

Wereng merupakan hama perusak tanaman padi sekaligus penyebar penyakit tungro. Hewan ini menyerang daun dan batang sehingga menghambat pertumbuhan dan mati.

Cara menangani hama pada tanaman wereng sebagai berikut:

  • Mengatur pola tanam serempak atau bergilir untuk memutus siklus hidup hama wereng.
  • Menggunakan predator pemangsa wereng, seperti kumbang atau laba-laba.
  • Menggunakan insektisida dengan takaran tepat agar tidak merusak lingkungan.

Burung

Burung menyerang tanaman padi pada fase masak susu hingga panen, memakan bulir padi yang menguning sehingga menyebabkan penurunan hasil panen secara langsung. Selain itu, hewan ini mengakibatkan milai patah.

Cara tradisional mengendalikan burung yang masih digunakan sampai saat ini, antara lain:

  • Perangkap jaring untuk menangkap burung.
  • Layang-layang besar berbentuk burung.
  • Kincir angin yang mengeluarkan suara untuk menakut-nakuti burung.
  • Meletakkan air rendaman jengkol di pinggir sawah, burung tidak akan mendekat karena mencium bau yang menyengat.
  • Plastik mengkilap atau kepingan CD agar burung silau dan menjauhi sawah.

Hama Tanaman Kopi

Beberapa tahun terakhir, banyak masyarakat Indonesia yang membudidayakan tanaman kopi. Penamannya terbilang mudah karena dapat tumbuh di seluruh daerah. Meskipun demikian, petani tetap melakukan pengendalian hama agar tidak mengalami kerugian.

Jenis hama yang sering menyerang tanaman kopi, antara lain:

  • Penggerek kopi atau Hypothenemus hampei ferr.
  • Kutu hijau atau Coccus viridis dan kutu cokelat atau Saesetia Coffeae.
  • Kutu dompolan atau kutu putih. Cara menghilangkan hama putih pada tanaman dapat dilakukan dengan alami maupun kimiawi.
  • Penggerek batang merah.
  • Penggerek cabang dan ranting.

Hama Tanaman Cabe dan Obatnya

Tanaman cabai dapat tumbuh di lahan luas maupun pekarangan rumah. Akan tetapi, tidak berarti penanamannya mudah. Serangan hama tidak terduga dapat mempengaruhi hasil panen. Jenis hama pada tanaman cabe dan cara pengobatannya.

Thrips

Thrips merupakan jenis serangga dan masuk dalam golongan kutu daun. Hewan ini memiliki kebiasaan menghisap cairan tanaman melalui daun muda. Selain itu, liurnya dapat menularkan penyakit antar tanaman.

Berikut cara pencegahan hama thrips yang menyerang tanaman cabai:

  • Jangan menanam cabai saat memasuki musim kemarau.
  • Menutup bedengan dengan plastik mulsa perak.
  • Memilih varietas cabai tahan virus dan toleran thrips.
  • Menggunakan pestisida alami dari bawang putih.
  • Membuat pestisida dari ekstrak mimba dan tembakau.
  • Mengatasi thrips dengan bantuan agen hayati, yaitu jamur jenis Beauveria Bassiana.
  • Membasmi dengan cara kimia menggunakan insektisida sistematik, pestisida kontak, atau insektisida translaminar.

Kutu Daun

Kutu daun dapat menyebabkan kerugian secara langsung karena menghisap cairan pada daun dan batang tanaman. Akibat dari serangan hama ini, antara lain daun keriput, kekuningan, dan terpuntir sehingga tumbuhan menjadi kerdil, layu, bahkan mati.

Hama ini dapat menjadi vektor penyebaran penyakit tanaman seperti, PLRV dan PVY pada kentang. Intensitas serangan kutu daun tinggi ketika musim kemarau. Cara pengendalian kutu daun pada tanaman cabai tidak jauh berbeda dengan thirps.

Tungau

Tungau adalah hewan kecil berukuran sekitar 1 mm, mirip dengan laba-laba, biasanya hidup di bawah daun.

Hama pada tanaman ini sulit dikendalikan dengan cara kimia karena membuat jari-jari untuk melindungi diri. Bukan merupakan kelas insekta, jadi tidak dapat dikendalikan dengan insektisida.

Produk kimia yang dapat digunakan untuk membasmi hewan kelas arachnida ini adalah akarisida. Berikut cara mengatasi tungau pada tanaman cabe:

  • Pengendalian dengan kultur teknis.
  • Gunakan mulsa plastik dan tanaman perangkap caisin.
  • Lakukan sanitasi dan pemusnahan
  • Pengendalian secara fisik mekanis, yaitu memasang perangkap ikat biru, kuning, atau putih yang dipasang kurang lebih 50 cm di atas tanaman.
  • Pengendalian secara hayati, yaitu memanfaatkan musuh alami tungau, seperti kumbang.

Kutu Kebul

Banyak spesies kutu kebul, salah satu yang paling merugikan bagi tanaman adalah Bemisia tabaci. Hewan ini menularkan penyakit begomovirus.

Gejala penyakit yang disebabkan oleh kutu kebul, antara lain bercak nekrotik pada daun atau keriting kuning. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh kutu kebul, yaitu:

  • Melakukan pergiliran tanam yang bukan inang kutu kebul. Inang hama ini adalah tomat, kentang, mentimun, semangka, melon, terong, kubis, buncis, selada, lada, ubi jalar, singkong, tembakau, dan
  • Mengendalikan gulma inang begomovirus, tanam tumbuhan tagetes di sekeliling sawah untuk mengurangi serangan kutu kebul.
  • Kumpulkan dan bakar tanaman yang terserang kutu kebul.

Lalat Buah

Apabila terdapat titik hitam di bagian pangkal buah, tandanya tanaman cabe tersebut terserang lalat buah. Hama ini meninggalkan telur di dalam buah yang masih hijau.

Serangan lalat buah terjadi pada musim hujan. Upaya pengendaliannya, antara lain:

  • Melakukan pergiliran tanaman yang bukan inang lalat buah.
  • Mengumpulkan cabe yang terserang, lalu memusnahkannya.
  • Memasang perangkap yang terbuat dari aktif petrogenol.

Ulat Grayak

Serangan ulat grayak meninggalkan bekas bercak putih yang menerawang di bagian atas daun. Hama ini menyerang dalam jumlah besar serta memakan daun hingga gundul. Biasanya muncul saat malam hari dan semakin ganas pada malam hari.

Pengendalian ulat grayak antara lain:

  • Mengumpulkan ulat sekaligus telurnya, lalu dimusnahkan dengan cara dibakar.
  • Menanam tumbuhan perangkat, seperti jagung untuk memusnahkan ulat grayak.
  • Menyemprotkan insektisida dengan rutin hingga tuntas, sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan.

Hama Tanaman Jagung dan Obatnya

Ulat Tanah

Ulat tanah menyerang tanaman jagung pada malam hari dengan memotong bagian batangnya. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Menggunakan insektisida alami yang terbuat dari bakteri Bacillus thuringiensis atau golongan jamur Beauveria bassiana.
  • Penyemprotan dengan insektisida kimiawi, seperti profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin, atau lamdasihalotrin.

Belalang

Jenis belalang yang merusak tanaman jagung adalah Locusta sp dan Oxya chinensis. Ada dua cara untuk membasmi hama ini, di antaranya:

  • Membuat pestisida alami dari daun sirsak, akar tuba dan daun mimba, atau semprotan pepaya.
  • Anda juga dapat menggunakan pestisida kimiawi untuk membasmi belalang, tapi pemakaian berlebihan menyebabkan kerusakan lingkungan.

Lalat Bibit

Lalat bibit atau Atherigona sp menyerang tanaman jagung, dan meninggalkan bekas gigitan pada bagian daun. Akibatnya pucuk daun menjadi layu serta tumbuhan akan mati.

Agar tanaman jagung tidak terkena hama, berikut cara pencegahannya:

  • Melakukan pergiliran tanaman selain padi dan jagung untuk memutus siklus hidup lalat bibit.
  • Apabila menemukan tanaman yang terindikasi lalat bibit, segera cabut dan musnahkan untuk mencegah penyebaran.
  • Area sawah harus bebas dari tanaman gulma.
  • Menggunakan bahan kimia, seperti furadan, curater, petrofur, atau pentacur.

Ulat Tongkol

Ulat tongkol atau Heliothis armigera menyerang dan meninggalkan gigitan pada biji dan lubang pada tongkol jagung.

Pencegahan ulat tongkol dilakukan dengan cara berikut:

  • Menanam varietas jagung yang memiliki pelepah buah yang kuat.
  • Memutuskan siklus hama dengan menanam tumbuhan secara bergilir.
  • Menyemprotkan furadan atau memasukkan di dalam lubang samping tanaman. Cara ini dilakukan ketika jagung berbunga.

Penggerek Daun dan Batang

Hewan perusak tanaman jagung selanjutnya adalah penggerek daun dan batang, biasanya disebut dengan ulat sesamia inferens. Hama tersebut menyerang bagian ruas batang bagian bawah serta titik tumbuh tunas daun.

Kerugian yang disebabkan oleh penggerek cukup besar, oleh karena itu keberadaan hama pada tanaman harus dikendalikan dengan cara berikut ini:

  • Menerapkan kultur teknis dengan pemilihan tanam tumpang sari antara tumbuhan jagung dengan kedelai atau kacang tanah.
  • Memotong bunga jantan untuk meminimalisir kerusakan tanaman jagung.
  • Pengendalian dengan agen hayati menggunakan predator jenis laba-laba untuk memangsa larva penggerek, atau memanfaatkan parasit jenis bakteri, jamur, atau tanaman pengusir hama
  • Pengendalian penggerek dengan pestisida fura

Hama Tanaman Kelapa Sawit dan Obatnya

Kelapa sawit merupakan tumbuhan penghasil minyak yang menjadi sumber penghasil devisa non migas di Indonesia. Budidaya tanaman ini terus mengalami peningkatan pengembangan dan perluasan lahan.

Sejalan dengan kondisi tersebut, petani juga melakukan pengendalian terhadap serangan hama. tanaman. Berikut ini hewan yang kerap menyerang kelapa sawit:

Ulat Api

Teknik mengendalikan ulat api yang menyerang tanaman kelapa sawit, antara lain:

  • Pengendalian secara mekanik, yaitu mengambil ulat atau pupa untuk dimusnahkan.
  • Pengendalian secara hayati menggunakan parasitoid larva, jamur, predator, atau penggunaan virus granulosis baculoviruses.
  • Menggunakan insektisida ketika tanaman berumur 2,5 tahun.

Nematoda

Nematoda menyerang akar kelapa sawit dan menimbulkan gejala daun muda tergulung dan tumbuh tegak. Lama kelamaan, daun menguning dan kering. Kondisi ini membuat tanaman kelapa sawit tidak berbuah, kemudian mati.

Pengendalian nematoda dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Memberikan racun berupa natrium arsenit.
  • Memberantas tanaman yang terinfeksi dengan dibakar.

Kumbang

Kumbang menyerang tanaman kelapa sawit saat masih muda. Hama ini menyebabkan penyakit busuk dan kematian. Cara mengendalikan kumbang yang menyerang tanaman kelapa sawit, yaitu:

  • Menjaga kebersihan kebun dan area sekitarnya.
  • Sampah-sampah dibakar untuk memusnahkan larva hama mati.
  • Mengendalikan menggunakan jamur Metarhizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes.

Penggerek Tandan Buah

Pengendalian penggerek tandan buah dilakukan dengan cara:

  • Sanitasi buah yang terserang larva penggerek.
  • Buah busuk dikumpulkan dalam satu lubang yang diberi insektisida fipronil, lalu tutup kembali dengan tanah.
  • Menurunkan kelembaban area perkebunan dengan menanam gulma.

Hama Tanaman Hias

Hama yang menyerang tanaman hias atau pekarangan harus segera dibasmi. Hewan merugikan ini tidak hanya merusak tumbuhan, tapi juga memicu gangguan kesehatan anggota keluarga. Berikut hama yang menyerang tanaman hias atau pekarangan:

  • Ulat
  • Tungau laba-laba
  • Kutu tanaman
  • Belalang
  • Cacing liang
  • Tikus

Hama Tanaman Buah

Budidaya buah banyak ditemukan di Indonesia, seperti alpukat, jambu biji, jeruk, mangga, melon, manggis, nanas, pepaya, pisang, semangka, dan masih banyak lagi.

Masalah yang kerap kali menyebabkan produksi dan kualitas buah adalah serangan hama pada tanaman. Jenis hama yang menyerang tanaman buah, antara lain:

  • Ulat daun yang biasa menyerang tanaman alpukat.
  • Wereng menyerang tanaman jambu biji.
  • Kutu loncat, penggerek daun, dan karat buah sering ditemui pada tanaman jeruk.
  • Lalat, penggerek batang, wereng, dan tungau biasanya menyerang pohon mangga.

Hama Tanaman Tomat

  • Kutu daun dan thrips
  • Ulat buah
  • Kutu daun aphis hijau
  • Ulat tanah
  • Lalat buah
  • Ulat grayak

Hama Tanaman Terong

  • Kutu daun
  • Kumbang daun
  • Ulat tanah
  • Tungau
  • Ulat buah
  • Ulat grayak
  • Bekicot
  • Kutu kebul

Hama Tanaman Jeruk

Selain disebutkan dalam hama penyerang tanaman buah di atas, hewan yang dapat mempengaruhi produksi jeruk, yaitu:

  • Ulat peliang daun
  • Tungau
  • Kutu daun

Hama Tanaman Tembakau

  • Ulat grayak
  • Belalang daun
  • Kumbang tembakau
  • Kutu kebul

Hama Tanaman Kedelai

  • Lalat bibit atau lalat kacang
  • Lalat buah
  • Ulat grayak
  • Penggorok daun atau oteng-oteng
  • Penggulung daun
  • Ulat jengkal
  • Penggerek buah atau penggerek polong
  • Ulat buah atau ulat polong
  • Kutu daun
  • Kutu kebul
  • Kepik hijau

Hama Tanaman Kakao

Hama apa saja yang menyerang tanaman perkebunan? Inilah hewan perusak tanaman perkebunan, terutama kakao:

  • Ulat kilan
  • Ulat matahari
  • Ulat jaran
  • Kutu putih
  • Kakao mot atau lalat buah
  • Penggerek buah
  • Kepik penghisap buah

Hama Tanaman Sayuran

  • Ulat tanah
  • Uret
  • Kumbang
  • Thrips
  • Kutu daun
  • Tungau merah
  • Kutu kebul
  • Ulat grayak
  • Lalat daun
  • Lalat buah

Hama Tanaman Bawang Merah

  • Ulat tanah
  • Lalat penggorok
  • Thrips
  • Ulat grayak

Hama Tanaman Bawang Putih

  • Ulat grayak
  • Ulat daun
  • Nematoda akar
  • Kutu bawang
  • Ulat tanah

Artikel telah publish di kategori Tanaman, semoga bermanfaat ya

Klik 2x Selengkapnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button