Hidroponik Pengertian & Sejarah Perkembangan di Indonesia

Hidroponik : Pengertian & Sejarah Perkembangan di Indonesia

Kini cara menanam tanaman sudah sangat modern sehingga bisa dilakukan dengan berbagai cara. Satu diantara banyak cara yang mulai digunakan dalam menanam tanaman adalah metode hidroponik.

Teknik hidroponik di Indonesia sudah mulai dikenal banyak orang, dan digunakan oleh para petani.

Cara menanam dengan menggunakan hidroponik ini merupakan cara tanam yang menggunakan bantuan air, sehingga tanaman tidak ditanam di atas tanah seperti cara tanam pada umumnya.

Bukan hanya para petani saja yang menggunakan teknik menanam hidroponik

Tapi banyak juga para pecinta tanaman atau orang-orang yang hobi menanam tanaman menggunakan teknik hidroponik tersebut.

Cara budidaya yang satu ini memang mampu menghasilkan tanaman yang berkualitas.

Apa Itu Hidroponik

Metode atau cara tanam yang tidak menggunakan tanah merupakan definisi dari hidroponik itu sendiri. Kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman ini berasal dari air, yang dimana segala kebutuhan dari tanaman itu sendiri berasal dari sana.

Kata atau istilah hidroponik ini berasal dari bahasa Yunani, yang dimana pengertiannya secara langsung dari istilah tersebut adalah budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Penyangga tanamannya biasanya menggunakan batu apung, kerikil, sekam, serbuk gergaji, rockwool dan sebagainya.

Teknik menanam yang satu ini mulai banyak digunakan oleh masyarakat di perkotaan, karena biasanya lahan di perkotaan tidak seluas lahan di pedesaan.

Hidroponik merupakan solusi bagi Anda yang tidak punya banyak lahan untuk menanam tanaman

Dari berbagai kalangan masyarakat di perkotaan tersebut, teknik ini bisa dibuat dari mulai skala kecil-kecilan yang hanya sekadar hobi saja atau bisa juga untuk skala menengah ke atas yang memang dibuat sebagai bisnis yang menguntungkan.

Namun untuk penanaman hidroponik di Indonesia berskala besar ini banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah pemilihan jenis tanamannya itu sendiri. Jika Anda ingin mencoba budidaya tanaman dengan hidroponik ini, maka Anda harus memilih jenis tanaman yang nilai ekonomisnya tinggi.

jenis tanaman yang paling sering ditanam dengan menggunakan teknik ini diantaranya yaitu selada, timun jepang, tomat dan masih banyak jenis tanaman hidroponik lainnya.

Pengertian Hidroponik

Apa saja pengertian dari hidroponik ini? Cara budidaya/penanaman suatu jenis tanaman tertentu, yang menggunakan atau memanfaatkan air yang tujuannya adalah untuk kebutuhan nutrisi tanaman itu sendiri dan tidak menggunakan tanah.

Biasanya kebutuhan air pada tanaman yang ditanam dengan menggunakan media tanam membutuhkan banyak asupan air, tetapi pada tanaman hidroponik tidak begitu karena cara penanamannya sudah menggunakan air.

Cara tanam dengan menggunakan air ini memang cukup efektif dan efisien, tak heran jika banyak orang yang menanam dengan teknik hidroponik yang dimana di tempat mereka tidak memiliki banyak pasokan air atau minim air.

Pengertian hidroponik secara lengkapnya adalah jenis budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah tetapi menggunakan air sebagai media tanamnya dengan menambah kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Cara tanam hidroponik di Indonesia sudah bukan menjadi hal yang asing atau baru, tetapi masih banyak orang yang belum tahu caranya.

Mereka juga belum tahu banyak tentang keuntungan dari cara tanam hidroponik ini, karena belum paham bagaimana teknik hidroponik ini bekerja.

Sejarah Hidroponik

Ternyata teknik menanam yang satu ini sudah dikenal sejak dahulu, tepatnya sejak tahun 1627. Saat itu terdapat tulisan dari Francis Bacon yang menuliskan tentang hidroponik, ia menjelaskan bahwa tanaman juga bisa ditanam dengan media lainnya selain tanah yaitu menggunakan media air.

Baru di tahun 1699 dilakukan penelitian yang lebih lengkap tentang hidroponik ini, yang saat itu dilakukan oleh John Woodward. Namun hasilnya berbeda, hasil dari tanaman yang ditanam dengan hidroponik ini lebih bagus dengan menggunakan air yang keruh dibanding air yang bersih/jernih.

Maka dari itu Ia menyimpulkan bahwa air yang digunakan untuk menanam tanaman tidak memiliki cukup nutrisi untuk membuat tanaman itu menjadi subur.

Pada tahun 1842 penelitian pada tanaman hidroponik semakin ditingkatkan, ternyata dari hasilnya ditemukan 9 elemen nutrisi yang diperlukan oleh tanaman supaya tanaman tersebut menjadi subur. Peneliti yang menemukan hal itu adalah Julius von Sachs dan Wilhelm Knop.

Kemudian dibuatlah nutrisi yang di dalamnya terdapat 9 elemen nutrisi yang diperlukan oleh tanaman, yang berupa larutan. Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 1859-1865.

Penelitian tersebut akhirnya menjadi cikal bakal munculnya hidroponik, karena masih ada elemen lainnya selain tanah yang mampu menjadi pengganti unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut.

Baca : 3 Nutrisi Hidroponik Organik

Cara bercocok tanam dengan air pada akhirnya akan menghasilkan tanaman yang sama bagusnya dengan tanaman yang ditanam dengan menggunakan media tanah.

Hasil penelitian tersebut juga menjadi penegasan bahwa teknik menanam tidak hanya menggunakan tanah saja, tapi bisa menggunakan media lainnya seperti air. Selain itu, teknik hidroponik ini pun menjadi teknik menanam yang terbilang modern.

Masuk ke abad 19, penelitian dari hidroponik ini semakin meluas karena ditemukan cara budidaya baru yang dinamakan hidroponik, tetapi namanya belum hidroponik. Saat itu nama budidaya tanam yang baru ini masih budidaya perairan atau ada juga yang menyebutnya aquaculture.

Penelitian tersebut ditemukan oleh William Frederick Gericke, yang saat itu berhasil menanam tomat dengan metode hidroponik dengan ukuran tinggi tanamannya yang mencapai 25 cm.

Akhirnya Willian Gericke menerbitkan buku yang isinya mengenai teknik, nutrisi, media dan hal lainnya tentang hidroponik yang sangat lengkap.

Dari situlah cara menanam atau budidaya dengan hidroponik ini semakin meluas dan berkembang pesat, termasuk penanaman hidroponik di Indonesia yang juga mulai banyak digunakan oleh para petani dan orang biasa.

Perkembangan Hidroponik di Indonesia

Lalu bagaimana dengan perkembangan budidaya tanaman dengan menggunakan hidroponik di Indonesia?

Baru di tahun 1980 metode hidroponik ini mulai masuk ke Indonesia, dan pada saat itu cara tanam ini diperkenalkan pada masyarakat luas oleh Bob Sadino.

Bob Sadino Hidroponik

Ia mempopulerkan teknik hidroponik di Indonesia yang saat itu juga sering menjadi narasumber/pakar dalam bidang agribisnis.

Awalnya cara penanaman unik ini hanya dilakukan sebagai hobi atau kecintaan seseorang pada tanaman, yang ingin mencoba menanam tanaman tidak menggunakan tanah.

Bahkan banyak orang yang menggunakan tanaman ini sebagai tanaman hias di rumah, serta menjadi salah satu dekorasi di ruangan yang unik dan menarik.

Namun, lain dulu lain sekarang kini hidroponik sudah bukan hobi semata, tetapi sudah menjadi cara budidaya tanaman yang komersial.

Perkembangan menanam tanaman dengan menggunakan media air ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Ditambah dengan semakin sempitnya lahan tanam di perkotaan, yang membuat banyak orang tidak dapat menanam tanaman sesuka hati.

Apalagi penanaman tanaman hidroponik ini bisa dilakukan di mana saja, dan memiliki banyak media yang dapat dimanfaatkan untuk hasil tanam yang baik.

Menanam sayuran/buah dengan teknik hidroponik bisa dilakukan di halaman/samping rumah, tembok/pagar rumah bahkan di atas kolam ikan.

Khususnya untuk orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan dengan lahan yang sempit, teknik menanam yang satu ini sangat membantu. Budidaya tanaman dengan hidroponik bahkan bisa dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di apartemen atau di rumah susun sekalipun.

Segalanya menjadi mudah dengan teknik penanaman hidroponik ini, sehingga cara tanam hidroponik ini menjadi pilihan alternatif yang tepat bagi masyarakat perkotaan atau masyarakat modern.

Peluang Bisnis Hidroponik di Indonesia

Sistem penanaman dengan menggunakan hidroponik ini bukan hal yang baru di bidang pertanian di Indonesia. Banyak petani Indonesia yang mulai menggunakan teknik ini dalam menanam tanamannya, bahkan potensi pasar hidroponik ini masih luas dan masih bisa berkembang di masa depan.

Permintaan sayuran hidroponik dari waktu ke waktu semakin meningkat, ditambah dengan harga sayurannya yang cukup tinggi. Maka peluang bisnis hidroponik di Indonesia telah menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan.

Bahkan salah satu perusahaan di Jakarta membutuhkan 3 ton sayuran hidroponik setiap bulannya, dan persediaan tersebut sebenarnya belum memenuhi permintaan konsumen. Masih ada beberapa ratus kg sayuran lagi yang diperlukan oleh perusahaan tersebut.

Itulah sebabnya budidaya sayuran/buah dengan menggunakan teknik hidroponik sangat menjanjikan, karena jumlah permintaan di pasar memang terus bertambah. Dan sangat cocok dijadikan sebagai satu diantara banyak cara untuk usaha pertanian.

Beberapa tempat usaha tanaman hidroponik bahkan mampu menghasilkan sayuran 2,5-12 ton setiap harinya.

Ada juga penghasil sayuran hidroponik yang mampu menghasilkan sayuran sebanyak 500-700 kg per hari. Kemampuan produksi sayuran hidroponik ini memang belum mencapai prosentase yang maksimal, pemenuhan kebutuhannya hanya mencapai 60% saja dari jumlah total kebutuhan.

Jika Anda tertarik untuk menjalani bisnis hidroponik di Indonesia ini maka Anda masih bisa memenuhi kebutuhan pasar akan sayuran hidroponik yang jumlahnya mencapai 40%. Hal itu juga dirasakan oleh pengusaha hidroponik, yang mengembangkan bisnis ini tanpa menggunakan green house.

Perusahaan Hidroponik di Indonesia

Semakin berkembangnya hidroponik di Indonesia maka semakin banyak juga jumlah perusahaan yang bergerak di bidang hidroponik, yang juga semakin berkembang pesat di Indonesia.

Dengan perkembangan yang pesat tersebut, tentu menjadi perusahaan hidroponik yang besar di negara ini.

Parung Farm

Satu diantara banyaknya perusahaan hidroponik yang berskala besar di Indonesia adalah Parung Farm, yang merupakan produsen jenis-jenis sayuran yang memiliki daun dan cara penanamannya menggunakan cara hidroponik secara khusus.

Perusahaan hidroponik ini resmi didirikan pada tahun 2003 lalu, tetapi jauh sebelum tahun 2003 perusahaan ini memang sudah mulai berdiri hanya saja masih berskala kecil dan belum resmi.

Awalnya perusahaan ini mencoba teknologi pertanian baru yang dinamakan dengan hidroponik, mereka memulai budidaya tersebut sejak tahun 1988.

Kemudian mereka melihat hasilnya ternyata memang lebih bagus dibanding dengan tanaman yang ditanam secara tradisional atau dengan menggunakan media tanah.

Tim dari Parung Farm ini pun mulai mempelajari hidroponik secara mendalam, dengan mempelajari banyak buku tentang hidroponik, mencari informasi melalui internet, melakukan korespondensi secara langsung dengan para tenaga ahli pertanian dari luar negeri, dan sebagainya.

Bahkan mereka juga berdiskusi secara langsung dengan para tenaga ahli pertanian dari Universitas IPB. Mereka pun mulai menjalankan budidaya tanaman hidroponik dengan menggunakan teknologi low cost yang ada saat itu, karena daya beli masyarakat pada tanaman ini masih rendah.

Hingga akhirnya berbagai eksperimen dilakukan dan Parung Farm berhasil membuat brand sendiri, yang dimana jenis-jenis sayurannya bebas pestisida. Parung Farm juga berhasil memasok sayuran hidroponik ke kota-kota di Indonesia misalnya Kota Bandung dan Jabodetabek.

Selain menggunakan sistem atau cara budidaya hidroponik, Parung Farm juga menggunakan metode budidaya organik dan menghasilkan sayuran organik yang berkualitas baik. Perusahaan ini juga membuka pelatihan hidroponik bagi pemula, dengan biaya yang cukup terjangkau.

Selain menghasilkan sayuran hidroponik dan organik yang berkualitas tinggi, Parung Farm juga memiliki tim yang sudah profesional dan berpengalaman, khususnya di bidang hidroponik ini.

Permasalahan Hidroponik di Indonesia

Meskipun hasil dari tanaman hidroponik ini bagus dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, tetapi di dalam proses penanamannya masih ada banyak kendala atau permasalahan yang harus dihadapi oleh petani.

Permasalahan hidroponik di Indonesia ini, kurang lebih sama dengan permasalahan hidroponik di wilayah lainnya. Berikut ini beberapa kendala dalam penanaman tanaman dengan cara hidroponik di Indonesia :

Listrik 24 Jam

Pada dasarnya tanaman memerlukan waktu istirahat yang cukup seperti manusia, waktu istirahat pada tanaman biasanya selama 7-8 jam dalam satu hari. Selama tanaman beristirahat, maka mereka tidak akan menyerap unsur hara yang ada di sekelilingnya.

Namun tingkat kelembapannya harus tetap terjaga dengan baik, yang dimana tujuannya adalah supaya bagian akarnya tidak mengalami kekeringan dan hal itu bisa mengakibatkan tanaman menjadi layu.

Apabila hal ini dibiarkan maka tanaman akan mati, untuk menjaga supaya hal itu terjadi Anda harus menjalankan aliran pompa secara terus menerus di malam hari. Nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut berasal dari aliran pompa tersebut.

Sayangnya, jika listrik mati maka pompa listrik pun akan ikut mati dan pemberian nutrisi pada tanaman akan terhenti. Untuk cara pencegahannya, Anda bisa menggunakan genset khusus untuk pengaliran dari pompa agar nutrisi tetap bisa diberikan pada tanaman.

Cara lainnya yaitu bisa dengan menggunakan rockwool, karena air yang tersisa pada rockwool ini mampu bertahan selama 2-3 jam lamanya pada saat listik mati.

Daun yang Rusak

Kendala atau masalah lainnya yang dihadapi dalam proses penanaman dengan hidroponik adalah terjadinya hujan, yang bisa membuat tingkat kelembapan meningkat sehingga muncullah cendawan. Cara mengatasinya adalah dengan menutup daun dengan plastik.

Konsenstrasi Larutan

Hujan juga dapat mengubah konsentrasi yang terdapat pada larutan nutrisi, karena air hujan ini memiliki kandungan asam. Apabila air hujan masuk ke dalam tangki maka Anda harus membuang seluruh larutan yang ada di sana, lalu membuat kembali larutan baru.

Jika Anda tidak melakukan hal itu maka tanaman hidroponik akan kekurangan nutrisi sehingga tanaman tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Cara mengatasi hal ini bisa dengan memasang kran penutup, pada aliran hujan yang masuk ke saluran pembuangan tadi.

Ketika hujan turun maka Anda hanya tinggal membuka kran sehingga air hujan bisa langsung terbuang, dan pipa yang mengarahkan larutan nutrisi tadi untuk langsung ke bak tangki yang sudah tertutup.

Debit Air

Dalam cara budidaya yang tepat untuk jenis tanaman hidroponik, Anda akan membutuhkan debit air. Debit air yang dibutuhkan untuk tanaman hidroponik ini adalah sekitar 1-2 liter setiap menitnya.

Anda juga bisa menggunakan pompa yang memiliki kekuatan sekitar 500 watt atau ¾ HP yang sesuai dengan ukuran area tanaman yang luasnya mencapai 720 m2.

Lumut yang Muncul di Selang Plastik

Cara yang paling mudah untuk membersihkan lumut di dalam selang plastik adalah dengan merendam selang dengan menggunakan air panas. Setelah itu tambahkan juga 1 sdm pemutih per galon ketika akan membersihkan lumutnya.

Kemudian jalankan lagi seperti biasa, jika perendaman sudah selesai dilakukan dengan sistem NFT. Cara ini dilakukan untuk mengusir lumut yang berada di dalam selang yang cukup sulit untuk dibersihkan.

Anda juga bisa menggunakan alternatif cara lainnya yaitu dengan merendam selang dengan cairan pemutih, setelah itu bilas seluruh bagiannya, keringkan, dan simpan kembali untuk membersihkan selang di lain hari.

Hidroponik Terbesar di Indonesia

Bukan hanya perusahaan hidroponik berskala besar saja, tapi banyak juga penghasil sayuran atau tanaman hidroponik di Indonesia yang sudah ternama dan skalanya juga besar. Berikut ini beberapa toko hidroponik terbesar di Indonesia yang perlu Anda ketahui :

Waroeng Hidroponik

Waroeng hidroponik

Waroeng hidroponik ini telah menjadi salah satu toko hidroponik di Indonesia berskala besar, yang menyediakan segala peralatan dan perlengkapan budidaya hidroponik yang memang disediakan untuk para petani atau orang-orang yang senang bercocok tanam.

Perlengkapan dan kebutuhan hidroponik di sini bisa untuk para pemula yang berskala kecil, atau bisa juga untuk skala besar untuk produksi atau para pebisnis. Waroeng Hidroponik ingin mewujudkan kemandirian pangan, terutama budidaya hidroponik sayuran/buah.

Bahkan mereka juga mau berbagi pengetahuan tentang hidroponik pada seluruh masyarakat Indonesia. Warung hidroponik adalah solusi untuk segala kemudahan dalam berkebun/bertani dengan cara hidroponik.

Beberapa produk khusus untuk hidroponik yang dijual di tempat ini diantaranya yaitu beragam merk benih, modul hidroponik, nutrisi AB mix, alat ukur hidroponik, media tanam dan lain sebagainya.

Golden Farm 99

Golden Farm 99

Salah satu jenis usaha yang bergerak di bidang agribisnis ini mengkhususkan bidang hidroponik adalah Golden Farm 99. Perusahaan ini juga menyuplai hasil tanaman hidroponiknya ke beberapa toko hidroponik di pasaran, seperti media tanam, pupuk, benih dan sebagainya.

Mereka juga memberikan pengetahuan mengenai bercocok tanam dan budidaya hidroponik, terutama dalam skala bisnis yang masih ingin belajar tentang hidroponik. Pengetahuan ini berupa foto, promo menarik, informasi lengkap hingga tutorial cara menanam dengan teknik hidroponik.

Bagi Anda yang sedang menjalani hobi baru atau memulai usaha/bisnis hidroponik ini bisa belajar dari Golden Farm 99, untuk memperoleh pendapatan dari hasil tanam atau hasil kebun dengan cara tanam hidroponik.

Hidroponik telah menjadi solusi yang tepat untuk berkebun, bagi mereka yang hanya memiliki lahan sempit. Maka dari itu, Golden Farm 99 menjadi media yang tepat bagi Anda yang ingin juga memiliki usaha/bisnis tanaman hidroponik ini.

Hidroponik Net

Hidroponik Net

Salah satu ahli hidroponik yang telah menggeluti bidang hidroponik ini sejak tahun 1995 silam, menjadi co-founder dalam usaha hidroponik di Indonesia yang sudah berkembang semakin pesat.

Hidroponik net ini juga memenuhi segala kebutuhan hidroponik berskala kecil, bahkan skala besar atau yang setara dengan pembuatan greenhouse. Bagi Anda yang ingin membuka usaha/bisnis berskala besar di bidang hidroponik bisa mampir ke hidroponik.net.

Ahli hidroponik yang satu ini yakin bahwa sistem dan metode hidroponik di Indonesia akan semakin berkembang lebih baik, apalagi jika didukung oleh pembuatan green house yang mampu mengembalikan investasi yang dilakukan pebisnis dengan keuntungan yang besar.

Amazing Farm

Amazing Farm

Salah satu merk dagang perusahaan hidroponik besar di Indonesia adalah amazing farm, yang telah berdiri sejak tahun 1998. Perusahaan ini bahkan menjadi perusahaan greenhouse pertama di Indonesia yang menanam sayuran dengan menggunakan teknologi hidroponik.

Perusahaan ini berdiri di masa-masa kritisnya ekonomi Indonesia, tapi mereka membuktikan bahwa perusahaan pertanian mampu melewati krisis ekonomi apapun. Tak heran bila perusahaan pertanian di luar negeri sudah semakin berkembang dan modern hingga saat ini.

Awalnya greenhouse yang dibuat di Amazing Farm ini dibuat dari bahan besi dan juga bambu. Untuk bak tanamnya dibuat dari bahan fiberglass. Sayuran yang diproduksi di sini juga sangat berkualitas karena menggunakan teknologi tumbuh cepat.

Bahkan sayurannya juga bebas dari hama dan pestisida sehingga rasanya berbeda, karena jauh lebih segar dan sehat. Selain menghasilkan sayuran hidroponik, Amazing Farm juga menghasilkan sayuran organik yang kualitasnya juga unggulan.

Selengkapnya : +40 Toko Hidroponik di Indonesia

Jenis Tanaman Hidroponik di Indonesia yang Bernilai Tinggi

Indonesia telah menjadi salah satu negara yang mampu mengembangkan tanaman dan cara budidaya hidroponik. Berikut ini beberapa jenis tanaman hidroponik di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi :

Selada

Tanaman yang satu ini adalah jenis tanaman yang paling banyak ditanam dengan cara hidroponik, sehingga tanaman selada menjadi salah satu jenis tanaman hidroponik yang bernilai ekonomis tinggi.

Tanaman ini memang menjadi jenis tanaman yang paling subur, jika teknik bertanamnya menggunakan teknik hidroponik. Tanaman selada juga mampu tumbuh dengan cepat, sehingga hasilnya mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.

Sayuran Berdaun Hijau

Ada banyak jenis sayuran yang berdaun hijau, yang juga sering dijadikan tanaman hidroponik. Apalagi kebutuhan akan sayuran berdaun hijau ini di Indonesia sangat besar. Jenis tanaman hidroponik berdaun hijau ini diantaranya yaitu bayam, sawi, kangkung dan sebagainya.

Namun jika Anda menanam sayuran-sayuran tersebut dengan menggunakan teknik hidroponik, sebaiknya tidak membiarkan tanaman tumbuh hingga besar. Hal itu akan mengakibatkan tanaman kekurangan sirkulasi udara, yang akan membuat tanaman layu/mati.

Buah-buahan

Tanaman lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia adalah berbagai jenis buah-buahan. Seperti misalnya buah melon, tomat, hingga cabe yang dibudidayakan dengan cara hidroponik, dengan hasil yang sangat baik tak heran jika tanaman hidoponik itu bernilai tinggi.

Bagi tanaman yang memiliki ukuran cukup besar sebaiknya disediakan lahan yang agak luas/besar. Nantinya akan dibutuhkan tempat untuk menopang bobot buah yang sudah tumbuh.

Timun

Apabila Anda masih mencari jenis-jenis tanaman hidroponik yang nilai ekonomisnya tinggi bahkan bisa berskala besar, maka Anda bisa menggunakan timun. Cara perawatan yang baik pada tanaman hidroponik timun ini akan menghasilkan buah yang berkualitas baik.

Dalam menanam tanaman hidroponik timun, sebaiknya Anda menyediakan cahaya yang cukup supaya tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Dalam memilih jenis-jenis tanaman hidroponik yang akan dijadikan tanaman komersial, tentu Anda harus lebih hati-hati karena tak semua jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dengan cara hidroponik ini mampu menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi.

Banyak petani penghasil hidroponik yang melakukan riset dahulu pada jenis tanaman apa saja yang nilai ekonomisnya tinggi ketika dijual.

Apabila Anda melakukan penanaman atau budidaya tanaman hidroponik dengan tepat, maka perkembangan hidroponik di Indonesia ini akan menjadi semakin pesat.

Leave a Comment