Ilmu Ekonomi Pertanian di Indonesia

Apa Sebab Ilmu Ekonomi Pertanian di Indonesia Berkembang Lebih Lambat?

Tahukah Anda bahwa sebenarnya apa sih sebab ilmu ekonomi pertanian di Indonesia berkembang lebih lambat, misalnya jika dibandingkan dengan di beberapa negara di dunia lainnya.

Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan sektor jasa dan industrialisasi ternyata ilmu ekonomi atau sektor ekonomi masih tertinggal jauh.

Bisa dibilang, dunia pertanian sampai saat ini masih memiliki beban berat akibat adanya perubahan birokratis yang begitu cepat.

Selain itu, masalah mengenai paradigma ilmu pertanian ke arah revitalisasi pertanian pun banyak yang tidak diimbangi dengan program kerja yang baik, sumber daya manusia atau pun action di lapangan.

Jadi, tidak heran jika sampai sekarang ilmu ekonomi masih terasa sulit untuk berkembang lebih baik lagi di Indonesia.

Namun untuk mengetahui beberapa penyebab pastinya, mari simak selengkapnya di bawah ini.

Sebenarnya agar ilmu ekonomi pertanian di Indonesia lebih cepat alami perkembangan, hal pertama yang harus dilakukan di sini adalah mendayagunakan pertanian yang lebih baik lagi.

Seperti industri, teknologi, pupuk, benih atau bibit seperti procecing, semi procecing, dan juga final procecing, lalu jasa atau masalah dana.

Jika berbicara lebih lanjut lagi mengenai jasa, khususnya di bidang pertanian ternyata tidak banyak membantu sehingga hal tersebut pula yang mengakibatkan kondisi pertanian tertinggal dengan negara lain, seperti Cili atau Jepang.

Pemerintah sendiri bahkan perlu menekankan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terjadi begitu pesat, bahkan sampai 1.7% per tahunnya. Padahal kondisi pertumbuhan perkapita pertanian sendiri masih sangat rendah.

Apalagi seperti yang kita tahu bersama bahwa di Indonesia jasa dan industri yang dikembangkan ternyata bukan untuk kepentingan bangsa, tetapi untuk kepentingan orang luar.

Ilmu ekonomi pertanian di Indonesia sedang melayani kebutuhan bangsa Amerika Serikat dan Jepang.

Mirisnya, di negeri ini pula sebagian besar mereka yang berprofesi sebagai petani berada di garis kemiskinan, tetapi sumbangan tingkat pertumbuhan ekonomi relatif tinggi.

Nah, untuk imbangi masalah tersebut tentu saja pemerintah tak hanya harus memperhatikan lapangan pekerjaan di bidang pertanian, namun juga mampu sediakan teknologi terbaik untuk membantu petani dalam menciptakan pertanian yang modern.

Jika berbicara mengenai nilai pertanian dan kehutanan di Indonesia, Marzuki Usman selaku peserta Kongres ISEI mengatakan bahwa salah satu akibat lemahnya pemerintah yang terlalu memperhatikan pebisnis atau investor dengan pemberian lahan untuk industri yang terlalu besar dan pembangunan gedung-gedung juga yang lainnya.

Sebaiknya berikan kesempatan kepada para petani untuk membuka lahan baru guna pendayagunaan sektor pertanian yang lebih baik lagi.

Dan setidaknya ada 4 penyebab utama ilmu ekonomi pertanian di Indonesia masih berkembang lebih lambat.

Namun demikian sampai saat ini pastinya akan terus dicarikan solusi untuk mempercepat perekonomian dalam negeri.

  • Penyebab yang pertama adalah adanya hambatan percepatan perekonomian Indonesia. Ini merupakan salah satu jenis masalah perencanaan yang sampai sekarang masih belum matang. Seperti yang diketahui bahwa selama ini target pertumbuhan perekonomian pada semua koridor memang sudah dijadwalkan sejak lama hari. Tetapi pada kenyataannya perencanaan tersebut masih dianggap kurang matang, jadi tidak heran jika sampai sekarnag masih ada banyak perubahan di sana sini.
  • Lalu untuk selanjutnya adalah proses tender proyek yang bisa dibilang cukup bertele-tele. Padahal agar bisa melakukan semua proyek yang ada sehingga bisa berjalan lancar, tender tersebut harus segera dilakukan secara tepat dan juga transparan.
  • Tidak hanya itu, masalah pencarian dana atau disbursed loan pun turut menjadi penyebab ilmu ekonomi di bidang pertanian berkembang lambat. Selama ini pihak bank masih belum bisa cairkan dana pinjaman akibat infrastruktur, khususnya pembebasan lahan yang belum tuntas.
  • Untuk yang terakhir adalah mengenai ketepatan sasaran pembangunan yang dianggapnya belum tepat, sehingga yang demikian tersebut mengakibatkan pembangunan dianggap masih serampangan.

Baca : Petani Indonesia Mengapa Miskin? Temukan Jawabannya Disini!

Tetapi ternyata masih ada banyak lagi penyebab ilmu ekonomi pertanian di Indonesia berkembang lambat, yakni organisasi tani kurang berfungsi, investasi yang rendah, akses pasar lemah, pertanian terpinggirkan, dan kualitas SDM para petani mayoritas rendah.

Leave a Comment