Mengapa Petani Enggan Meminjam Uang di Bank

Mengapa Petani Enggan Meminjam Uang di Bank?

Mengapa petani enggan meminjam uang di Bank? Ada beberapa alasan, salah satunya adalah karena bank dianggap sebagai salah satu pihak yang paling pelit untuk menyalurkan kredit kepada para petani.

Sebenarnya alasan tersebut terbilang cukup klasik sekali, apalagi banyak pihak bank yang beranggapan bahwa penyaluran kredit kepada para petani dinilainya sangat beresiko.

Meskipun demikian, tetap ada beberapa pihak bank yang memberikan kredit kepada petani, tapi dengan berbagai macam syarat yang tentu saja sulit sekali dipenuhi oleh sebagian besar petani daerah.

Jadi, tidak heran jika sampai saat ini masih ada banyak petani yang enggan untuk melakukan pinjaman uang di bank. Adapun alasan lebih lengkapnya sebagai berikut.

Alasan Petani Enggan Meminjam Uang di Bank

Sebagian besar petani menjalankan usahanya dengan memanfaatkan uang yang mereka miliki, tetapi tetap saja ada suatu keadaan dimana mereka membutuhkan uang lebih banyak lagi untuk mengembangkan usahanya di bidang pertanian.

Makanya mau tidak mau mereka harus meminjam uang di beberapa pihak penyalur kredit.

Tapi yang jadi masalahnya di sini adalah banyak sekali pihak bank yang sudah semestinya menjadi penyalur kredit justru mempersulit para petani untuk melakukan pinjaman uang.

Jadi, jangan heran jika pada akhirnya banyak pula dari mereka yang mulai enggan meminjam uang di bank dan lebih memilih untuk melakukan pinjaman uang di koperasi-koperasi.

Adapun alasan kenapa petani enggan meminjam uang di bank lainnya adalah karena produk kredit yang banyak ditawarkan pihak bank ternyata tidak semuanya matching dengan profil para petani.

Bahkan kadang kalanya ada pihak bank yang memberikan kredit dalam jangka cukup panjang sehingga yang demikian ini dianggap cukup merugikan petani.

Tidak hanya itu, jaminan yang disyaratkan pihak bank untuk melakukan kredit terlampau tinggi sehingga yang demikian tersebut semakin membuat para petani yang tergolong ke dalam kelas ekonomi rendah sulit untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Petani Tidak Tertarik Syarat yang Ditawarkan Pihak Bank

Terlepas dari masalah itu, juga banyak dari para petani yang tidak tertarik dengan syarat-syarat yang ditawarkan pihak bank, bahkan beberapa diantaranya cukup rumit.

Lalu jika berbicara mengenai suku bunganya sendiri ternyata para petani yang akan melakukan kredit di bank akan mendapatkan bunga yang cukup tinggi. Sehingga yang demikian tersebut pula yang pada akhirnya mengurungkan niat para petani untuk meminjam uang di bank.

Beberapa dari petani juga sering sekali mendapat penolakan pada saat mengajukan kredit di bank.

Terlepas dari hal tersebut, dari pihak bank sendiri tentu saja juga memiliki beberapa alasan tertentu yang pada akhirnya membuat mereka enggan memberikan pinjaman uang kepada para petani di Indonesia.

Perbankan menilai sektor pertanian di Indonesia sangat berisiko, bergantung sekali pada musim, dan jaminan harga yang tak pasti.

Akibatnya, atas alasan kehati-hatian yang penuh dan efisiensi, pihak bank jauh lebih suka menyalurkan kredit atau pinjaman uang di sektor pertanian khusus untuk sektor hilir, yakni pengelolaan dan perdagangan sebab memang resikonya lebih kecil dan penyerapan atau pun nasabah lebih besar.

Stigma buruk inilah semakin diperparah lagi dengan pendampingan pemerintah yang sampai saat ini masih setengah-setengah saja.

Pendampingan teknis dari kemeneterian atau pun dinas teknis di lapangan hanya sampai ketika para petani menerima kredit saja.

Padahal masalah bisa saja muncul pada saat para petani tidak bisa mengembalikan kredit sebab gagal panen atau pun proses tanam buruk.

Atas dasar itu pula kini semakin banyak para petani yang mengeluhkan masalah tersebut.

Sebagai alternatif terbaiknya sebagian petani Indonesia yang benar-benar membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya melakukan pinjaman uang di koperasi, bahkan ada pula yang meminjam uang di renternir.

Tetapi juga perlu untuk diketahui bahwa meminjam uang di renternir tentu biaya yang harus dikeluarkan jadi lebih banyak lagi, sebab memang bunga yang diberikan cukup tinggi tetapi para petani tidak dipusingkan dengan persyaratan-persyaratan yang rumit.

Leave a Comment