Mengapa Petani Menanam Padi Pada Musim Hujan

Mengapa Petani Menanam Padi Pada Musim Hujan? Temukan Jawabannya Disini!

Satu alasan mengapa petani menanam padi pada musim hujan adalah karena padi merupakan jenis tanaman yang butuh banyak air diawal pertumbuhannya. Makanya jika akan ada banyak petani yang mulai menanam padi saat musim penghujan tiba.

Di musim penghujan tersebut para petani akan terus berupaya untuk dapat melakukan pengelolahan lahan dan tanaman padi dengan sebaik mungkin.

Tujuannya tidak lain untuk tingkatkan swasembada pangan dan tingkatkan perekonomian masyarakat. Dengan begitu lahan yang sudah ditanami bisa kembali dipanen.

Namun demikian, untuk mendapatkan hasil panen yang berlimpah para petani tetap disarankan untuk memberikan kebutuhan pupuk dengan baik.

Alasan Petani Menanam Padi Pada Musim Hujan

Sebenarnya ada banyak sekali alasan mengapa petani menanam padi pada musim hujan, salah satunya adalah karena ketika musim penghujan tiba air banyak, sehingga tanah pun jadi lebih mudah ditanami padi daripada saat musim kering.

Bahkan pada saat para petani nekat akan menanam padi di musim kering, maka tanaman padi yang ditanam bisa dipastikan tidak akan tumbuh dengan baik, bahkan akan mati dengan cepat.

Alasan lain kenapa hujan yang turun mulai dimanfaatkan petani untuk menanam padi adalah agar pada saat masa panen tiba padi tidak terendam oleh air hujan atau terlambat panen. Pada dasarnya syarat utama penanam padi yang baik adalah ketika musim penghujan tiba.

Berbeda dengan jenis tanaman lain, tanaman padi ini bisa tumbuh dengan baik pada curah hujan rata-rata 200 mm per bulan, atau curah hujan yang disarankan, yakni antara 1.500 – 2.000 mm per tahun.

Tanaman padi tentunya akan tumbuh dengan baik di temperatur 15 – 30 derajat dan dengan tingkat kelembapan berkisar 40-60%. Musim hujan membuat ketersediaan air cukup tinggi sehingga menjadi waktu yang tepat untuk proses penanaman tanaman padi.

Selain itu, para petani juga diharap menanam padi pada saat ketersediaan sinar matahari memadai.

Syarat tumbuh tanaman padi lainnya yang penting untuk diketahui para petani adalah media tanah yang akan digunakan.

Media untuk menanam padi ini memang sangat bervariasi dan semua itu juga bergantung pada iklim yang terjadi, mulai berdebu, berpasir, dan lempung.

Agar padi bisa tumbuh dengan baik, pastikan media tanahnya mengandung bahan organik, unsur hara, juga memiliki jenis tanah seperti latosol, grumosol, padsolik, dan andosol.

Padi juga harus ditanam di media tanah yang subur, gembur, memiliki PH 4-7, dan tidak dalam terserang hama penyakit.

Lalu untuk ketinggian tanaman padi yang baiknya adalah sekitar 0-1.500 meter dari permukaan laut.

Cara Menanam Padi yang Baik dan Benar

Adapun cara menanam padi yang baik agar mendapatkan hasil panen yang berlimpah ruah adalah sebagai berikut.

Lahan untuk menanam padi

Menjadi salah satu komponen penting untuk bercocok tanam, Anda disarankan untuk menyediakan lahan yang subur dan sudah dibersihkan dari berbagai macam rumput liar dan gulma. Untuk tingkatkan kesuburan tanah saat ditanami padi, tanah bisa dialiri air terlebih dulu sampai gembur dan lunak, lalu bajak menggunakan traktor.

Terakhir, genangi lahan untuk menanam padi tersebut dengan air kembali setinggi 5 – 10 cm dan biarkan kurang lebih selama 2 minggu. Dengan begitu racun – racun yang ada di dalamnya bisa ternetralisir dengan baik.

Proses pembibitan

Siapkan bibit padi yang bagus, misalnya saja dengan merendamnya selama 2 hari hingga berkecambah. Beri pupuk di area persemaian dengan jenis pupuk Urea dan TSP sebanyak 10 gram untuk setiap semester lahan.

Proses penanaman

Setelah 12-14 hari bibit padi sudah siap untuk ditanam. Setelah itu Anda bisa memindahkan bibit padi ke lahan tanam. Proses pemindahannya tentu saja harus dilakukan dengan hati-hati.

Masukkan akar padi membetuk huruf ‘L’ dengan kedalaman sekitar 1 – 15 cm.

Proses perawatan

Pada tahapan berikut ini Anda bisa melakukan penyiangan selama 2 minggu sekali. Jangan lupa juga untuk melakukan pengairan yang wajar dan terakhir adalah pemupukan setelah 1-7 hari menggunakan pupuk Urea dan TSP.

Proses pemupukan akan dilakukan lagi setelah 25-30 hari menggunakan pupuk Urea dan Phonska.

Proses pemanenan

Apabila tanaman padi sudah mulai menguning dan merunduk, maka saat itu panen sudah siap dimulai.

Jangan sampai terlambat memanen padi, sebab keterlambatan pemanenan padi akan membuat padi yang ditanam rapuh dan roboh.

Semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan mengapa petani menanam padi pada musim hujan, semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment