Biologi

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Selain manusia, ada makhluk hidup lain yang juga hidup di bumi yaitu flora dan fauna. Persebaran flora dan fauna di Indonesia sangatlah bervariasi, tergantung kondisi lokasi dan faktor lainnya.

Mengetahui seperti apa eksistensi flora dan fauna, juga sangat penting. Apalagi, manusia hidup berdampingan dengan mereka di alam dan berbagi banyak hal.

Berikut ini, penjelasan lengkap mulai dari pengertian hingga faktor yang mempengaruhi sebaran dua jenis makhluk hidup tersebut:

Pengertian Flora dan Fauna

Mengawali pemahaman Anda tentang persebaran flora dan fauna di Indonesia, ada baiknya mengenal dulu pengertian dari istilah flora dan fauna.

Ternyata merupakan dua kata dengan arti berbeda, flora merupakan nama lain dari kelompok makhluk hidup jenis tanaman yang ada di bumi. Sedangkan fauna, yaitu makhluk hidup jenis hewan yang ada dan berkembang di berbagai daerah di dunia termasuk Indonesia.

Jika dilihat dari jumlahnya, flora di Indonesia saja mencapai sekitar 25 ribu lebih jenis yang tersebar. Jumlah tersebut, hanya sekitar 10 persen lebih dari total jumlah flora yang ada di dunia dan sudah teridentifikasi saat ini.

Beda dengan jumlah fauna yang lebih banyak, di Indonesia saja berkisar 350 ribu jenis sementara total yang sudah diteliti dan dikenali adalah sekitar 1,5 juta jenis. Sungguh angka yang menakjubkan, bukan?

Konservasi Flora dan Fauna

Merujuk pada arti dari konservasi, yaitu sebuah langkah dan upaya yang dilakukan untuk menjaga dan melestarikan.

Ketika dihubungkan dengan flora dan fauna, tentunya menjadi sebuah kegiatan berbagai pihak untuk memastikan flora dan fauna tetap hidup nyaman tanpa masalah di habitatnya masing-masing.

Kenapa konservasi dilakukan pada flora dan fauna? Jawabannya karena keberadaannya memiliki fungsi masing-masing untuk menjaga kestabilan bumi. Termasuk menjaga proses-proses di alam diantaranya ekologi, berbagai siklus dan ekosistem.

Di Indonesia sendiri, ada dua jenis konservasi yang dilakukan sebagai langkah konkrit untuk menjaga kelestarian flora dan fauna. Termasuk penyebaran flora dan fauna di indonesia yang sudah terjadi sejak dulu.

  1. Konservasi Dalam Bentuk Pelestarian Alam
  2. Konservasi Dalam Bentuk Suaka Alam

Pelestarian Flora dan Fauna

Saat ini, sudah banyak flora dan fauna yang punah karena pelestarian yang minim. Untungnya, keberadaan makhluk hidup yang masih bertahan saat ini sudah mendapat perhatian berbagai pihak termasuk pemerintah.

Makanya didirikan beberapa lokasi, yang dijadikan tempat untuk melestarikan flora dan fauna tersebut. Hal ini juga berpengaruh pada persebaran flora dan fauna di Indonesia. Apa sajakah itu?

Taman Wisata Alam

Kawasan ini dilindungi dan dijadikan lokasi pelestarian, sekaligus berfungsi sebagai tempat wisata. Kebanyakan dikunjungi oleh wisatawan domestik, untuk mencari ketenangan atau sekedar melihat keindahan alam yang masih dijaga dengan baik.

Ada beberapa taman wisata alam di sejumlah daerah di Indonesia. Sebut saja kawasan Grojogan Sewu yang letaknya di Jawa Tengah, di sana terdapat fauna khasnya yaitu kera ekor panjang dan flora alami yang tumbuh subur seperti pohon pinus.

Ada lagi di Air Hitam, Bengkulu tempat budidaya dan pelestarian tanaman Rafflesia Arnoldi dan penyu. Di Nusa Tenggara Barat juga ada kawasan Kerandangan, yang jadi taman wisata alam.

Di sana makhluk hidup khasnya adalah, ayam hutan dan kayu siren.

Taman Nasional

Lokasi ini, merupakan kawasan dari ekosistem asli sejumlah makhluk hidup yang masuk kategori langka.

Di taman nasional semua makhluk hidup yang ada di dalamnya dilestarikan dan tidak boleh dibunuh, diburu, atau dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial. Kalau melanggar, akan ada hukuman yang diberlakukan.

Hutan ini dikelola oleh pemerintah, kegiatan yang bisa dilakukan di sana adalah melakukan penelitian terhadap flora dan fauna yang ada. Dengan tujuan, untuk melestarikan mereka.

Selain itu, boleh juga dijadikan lokasi study tour atau media pendidikan untuk lebih mengenal berbagai macam flora dan fauna. Biasanya, dilakukan oleh lembaga pendidikan yang membawa siswa mereka ke taman nasional.

Kegiatan lain yang juga boleh dilakukan adalah, pembudidayaan flora dan fauna langsung di habitat mereka. Efeknya sangat positif, yaitu kemungkinan untuk berkembang secara alami akan sangat besar.

Taman ini, juga dimanfaatkan sebagai area wisata yang memiliki aturan cukup ketat. Di Indonesia ada sejumlah taman nasional yang dikelola pemerintah, seperti Taman Nasional Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur, Gunung Leuser di Aceh, dan  Baluran di Jawa Timur.

Ada juga Taman Nasional Bunaken Sulawesi Utara, khusus untuk pelestarian flora dan fauna laut. Kawasan ini jadi objek studi tentang penyebaran flora dan fauna di indonesia di kawasan Sulawesi.

Taman Hutan Raya

Beda lagi dengan kawasan pelestarian yang satu ini, fungsi utamanya adalah untuk menjaga koleksi makhluk hidup yang ada disana. Baik itu flora dan fauna endemik, maupun yang sudah mengalami proses perubahan secara alami.

Lokasi ini ditujukan untuk penelitian, yang dilakukan oleh berbagai lembaga termasuk juga untuk pendidikan hingga rekreasi.

Di Kota Padang, ada Taman Hutan Raya Bung Hatta yang menjadi habitat tanaman seperti srikaya, kuweni, dan rafflesia arnoldi. Sedangkan fauna yang dijaga kelestariannya adalah kijang, harimau sumatera, serta siamang.

Ada lagi contoh di Bali, tepatnya Taman Hutan Raya Ngurah Rai dimana terdapat beberapa fauna seperti penyu sisik, teripang, dan penyu hijau yang dilindungi. Ada juga tanaman seperti tuba, bakau, dan benuang.

Satu contoh lagi. terdapat di Yogyakarta yang dikenal dengan nama Taman Hutan Raya Gunung Bunder. Di sana dilestarikan flora seperti timoho, jati kluwih, dan adenium. Termasuk juga fauna seperti rusa jawa, elang jenis ular, dan bido.

Klasifikasi Flora dan Fauna

Untuk mempermudah pelestarian dari flora dan fauna, juga mengidentifikasi persebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia.

Para ahli, sudah melakukan klasifikasi sesuai dengan beberapa faktor. Faktor paling utama yang dijadikan acuan adalah habitat mereka.

Klasifikasi Flora

Ada dua lokasi utama flora tumbuh dan berkembang, yaitu darat dan air. Masing-masing lokasi, kemudian dikerucutkan lagi menjadi beberapa kategori.

Flora Kawasan Padang Rumput

Yaitu tanaman yang habitatnya ada di padang rumput, contohnya seperti berbagai jenis semak, pohon akasia, lantara carrara, cryptostegia grandiflora, dan masih banyak lagi.

Flora Kawasan Sabana

Mirip dengan padang rumput, tapi ukurannya lebih luas, tapi yang paling terkenal adalah di kawasan New Zealand dan Afrika. Kawasan ini menjadi tempat hidup flora sabana  seperti, pohon palem dan akasia.

Flora Kawasan Tundra

Kawasan ini memiliki suhu iklim sangat rendah, keberadaannya terdeteksi di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Tanaman yang berhasil bertahan hidup di sana seperti betula, willow, dan lumut daun yang masuk kelompok Bryophyta.

Flora Kawasan Hutan atau Taiga

Tentunya Anda sudah tahu apa itu hutan dan sangat banyak tanaman yang bisa tumbuh di kawasan tersebut. Mulai dari jenis lumut, rumput, hingga pepohonan berukuran besar. Contohnya, saman, nangka, mangga, pepaya, mahoni, dan lainnya.

Flora Kawasan Padang Pasir

Adalah tanaman yang bisa hidup di padang pasir, dengan kondisi suhu relatif panas dan sumber air yang terbatas? Jawabannya ada, seperti kaktus, yuka, dan juga kurma.

Tanaman ini, bisa bertahan karena kemampuannya menyerap air maksimal dan menggunakannya sepanjang waktu.

Flora Kawasan Air Garam

Sudah pasti air laut, bukan? Anda juga tentu sudah sering mendengar tentang tanaman yang bisa hidup di daerah lautan. Ada koral, anubias, posidonia, dan masih banyak lagi.

Flora Kawasan Air Tawar

Sedangkan untuk tanaman yang hidup di air tawar, seperti sungai dan danau juga tidak sedikit.

Biasanya tanaman ini diburu pecinta ikan hias, untuk dijadikan pelengkap akuarium. Di antaranya, hygrophila difformis, eleocharis parvula, dan hemianthus callitrichoides.

Klasifikasi Fauna

Tidak jauh berbeda dengan flora, fauna juga diklasifikasikan berdasar habitat mereka. Ada tujuh habitat yang selama ini sudah diteliti, sehingga berhasil memberikan informasi seputar hewan yang hidup di sana.

Fauna Kawasan Padang Rumput

Pada kawasan ini, kebanyakan ditinggali oleh hewan yang makanan utamanya adalah tumbuhan. Tapi, ada juga beberapa yang masuk kategori Karnivora atau pemakan daging. Contohnya adalah zebra, jerapah. bison, dan harimau.

Fauna Kawasan Sabana

Kawasan yang mirip dengan padang rumput ini, juga menjadi habitat bagi berbagai jenis fauna dari yang berukuran kecil sampai besar, seperti rusa, kijang, dan singa.  Sedangkan pada bagian bawah tanahnya terdapat berbagai jenis serangga.

Fauna Kawasan Tundra

Kawasan tundra yang suhunya dingin, ternyata juga dihuni berbagai jenis hewan dengan spesifikasi tahan dingin dan biasanya memiliki kulit yang tebal. Contohnya, muskox, caribou. dan rubah.

Fauna Kawasan Hutan atau Taiga

Untuk habitat di hutan atau Taiga, banyak spesies hewan yang hidup dan berkembang biak secara alami seperti ajak, moose, dan lynx.

Fauna Kawasan Padang Pasir

Seperti di film-film bertema padang pasir, Anda akan melihat sejumlah hewan liar kategori berbahaya mulai dari serangga hingga hewan melata. Contohnya saja, tarantula, ular kobra, hingga kalajengking.

Fauna Kawasan Air Garam

Para pecinta seafood, pasti tahu apa saja hewan yang banyak hidup di kawasan klasifikasi fauna air garam ini. Ada kepiting, cumi-cumi, gurita, ubur-ubur, terumbu karang, hiu, hingga anjing laut.

Fauna Kawasan Air Tawar

Yaitu klasifikasi kawasan air sungai atau danau, yang menjadi habitat fauna seperti berbagai jenis ikan hingga plankton.

Pembagian Wilayah Flora dan Fauna di Indonesia

Pembagian wilayah flora dan fauna di Indonesia, memang sudah ditentukan sejak dulu. Untuk lebih memahami secara umum, berikut ini penjabaran singkatnya:

Pembagian Wilayah Flora

  1. Asiatis, meliputi Pulau Jawa dan Sumatera
  2. Peralihan, meliputi Pulau Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara
  3. Australis, meliputi Papua dan Kepulauan Aru

Pembagian Wilayah Fauna

  1. Asiatis, meliputi Pulau Jawa dan Sumatera
  2. Peralihan, meliputi Pulau Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara
  3. Australis, meliputi Papua dan Kepulauan Aru

 

Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Sebaran dari flora dan fauna di Indonesia, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Lima di antaranya merupakan faktor utama, yaitu:

Klimatik

Faktor yang berhubungan dengan iklim, semakin bagus iklim di sebuah daerah maka akan semakin banyak flora dan fauna yang bisa bertahan dan berkembang biak secara alami.

Beda dengan kawasan dengan iklim ekstrim, seperti kawasan Kutub Utara maupun Selatan. Hanya terdapat sedikit tanaman maupun hewan, yang bisa bertahan hidup dan menjadikan kutub sebagai habitat mereka.

Beberapa indikator iklim yang diteliti dan mempengaruhi sebaran flora dan fauna seperti kelembaban udara, suhu, tingkat curah hujan, dan juga angin.

Biotik

Lebih spesifik adalah, faktor keberadaan manusia baik dalam menggunakan teknologi yang akan berpengaruh pada habitat flora dan fauna. Termasuk kegiatan lainnya, yang juga berhubungan langsung dengan makhluk hidup tersebut.

Sebagai contoh, ketika lahan yang subur dialih fungsikan menjadi perumahan maka akan banyak flora dan fauna yang terkena dampaknya. Mereka terpaksa mencari habitat baru karena habitat mereka sudah dihancurkan.

Edafik

Adalah faktor yang berhubungan dengan kondisi dari tanah yang ada di sebuah kawasan, indikatornya meliputi jumlah air tanah yang tersedia dan pori-pori tanah, indikator unsur hara, struktur tanah, dan kandungan humus yang ada pada kawasan tersebut.

Fisiografi

Lain lagi dengan faktor fisiografi, berhubungan dengan kondisi fisik dari flora dan fauna tersebut dalam menanggapi kondisi lingkungan sekitar.

Contoh, ketika suhu turun di suatu daerah yang biasanya beriklim panas akan berpengaruh pada kemampuan bertahan hidup dari tanaman dan hewan.

Geografis dan Topografis

Tinggi rendahnya sebuah kawasan, juga akan mempengaruhi sebaran flora dan fauna. Makanya, ada penjelasan bahwa tanaman A hanya bisa hidup di kawasan dataran rendah saja. Ada juga hewan B, yang tidak tahan jika dipelihara di daerah dataran tinggi.

Faktor geografis dan topografis, juga menjadi alasan untuk bisa membandingkan flora dan fauna. Terutama yang ada di kawasan dataran tinggi bersuhu rendah dengan dataran rendah yang bersuhu tinggi.

Flora dan Fauna Endemik Indonesia

Endemik artinya adalah penyebaran terbatas, jika dikaitkan dengan flora dan fauna maka artinya adalah tanaman dan hewan terbatas hanya ada di suatu kawasan saja.

Indonesia, memiliki berbagai flora dan fauna yang tidak ditemukan di negara lain. Hal itu disebabkan, penyebaran flora dan fauna di Indonesia itu hanya terjadi di kawasan Indonesia saja. Penasaran apa saja contohnya?

Flora Endemik Indonesia

Ada sejumlah tanaman yang ikonik di Indonesia, dikenal dunia sebagai bagian keanekaragaman hayati lokal yang perlu dilindungi dan dilestarikan.

Beberapa contohnya adalah:

  • Kayu cendana, di kawasan Nusa Tenggara
  • Bunga bangkai, di kawasan Aceh, Bengkulu, Sumatera Barat
  • Kayu eboni, di Sulawesi
  • Anggrek hitam, di Kalimantan
  • Bunga rafflesia arnoldi, di Bengkulu, Sumatera Barat, Aceh
  • Matoa, di Papua
  • Bunga rafflesia patma, di Jawa Barat
  • Sagu, di Papua

Fauna Endemik Indonesia

Merupakan hewan yang juga hanya terdapat di Indonesia, beberapa di antaranya yang masih ada sampai sekarang adalah:

  • Burung cendrawasih, kanguru pohon, buaya irian, walabi, kadal berjumpai, di Papua
  • Orang utan, harimau sumatera, siamang, di Pulau Sumatera
  • Babi rusa, burung maleo, anoa, di Sulawesi
  • Badak bercula satu, macan tutul jawa, banteng, di Pulau Jawa
  • Burung rangkong, bekantan, kera belanda, di Kalimantan
  • Jalak bali warna putih, di Bali
  • Komodo, di Nusa Tenggara

Kerusakan Flora dan Fauna di Indonesia

Sampai saat ini kerusakan pada flora dan fauna di Indonesia masih terus terjadi, kerusakan tersebut memberikan dampak buruk. Bukan saja pada makhluk hidup itu sendiri, namun juga pada lingkungannya.

Kerusakan Flora

Kerusakan yang dialami flora bisa diidentifikasi dengan mudah, contohnya saja pepohonan yang tidak bisa tumbuh lagi dan menjadi mati karena habitatnya terganggu. Ada juga dedaunan yang kering, akibat kekurangan nutrisi dari dalam tanah.

Kerusakan lainnya adalah, kualitas buah jeruk di suatu daerah yang menurun drastis akibat serangan hama. Gagal panen padi karena cuaca hujan terus menerus yang mengakibatkan banjir.

Kerusakan Fauna

Fauna juga banyak mengalami kerusakan, penyebabnya juga sangat variatif salah satunya tentu campur tangan manusia.

Hewan yang luka dan lumpuh akibat dampak dari kebakaran hutan, seperti temuan orangutan luka parah di kawasan Kalimantan beberapa waktu lalu.

Populasi fauna yang semakin menipis, akibat perburuan liar yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Contohnya, yang terjadi pada badak bercula satu dan harimau Sumatera.

 

Film Flora dan Fauna

Selain mengetahui berbagai hal tentang persebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia, Anda juga bisa mengetahui banyak hal lainnya melalui film flora dan fauna yang banyak disediakan saluran televisi nasional maupun internasional.

Beberapa chanel televisi yang populer, memberikan informasi tentang kehidupan flora dan fauna secara detail. Begitu juga dengan sejumlah film tentang flora dan fauna yang bisa memperkaya wawasan Anda. Di antaranya:

  • The Hellstrom Chronicle
  • Earth
  • Microcosmos
  • Leviathan
  • Grizzly Man

Baca juga : Kumpulan Gambar Flor dan Fauna

Demikian informasi mengenai tulisan persebaran flora dan fauna di Indonesia, semoga menjadi informasi yang bermanfaat. Dan berikut rangkaian persebaran flora dan fauna di dunia.

Klik 2x Selengkapnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button