Pertanian Intensif dan Ekstensif

Apa Itu Pertanian Intensif dan Ekstensif? Ini Pengertian dan Perbedaannya

Untuk mengetahui apa itu pertanian intensif dan ekstensif ternyata bukanlah perkara yang murah. Sebab, keduanya tidak memiliki sifat mutlak.

Ada yang bilang, kalau pertanian tersebut disebut sebagai intensif apabila banyak menggunakan tenaga kerja dan modal persatuan luas. Tetapi demikian, kata ‘banyak’ di sini tentu saja sulit untuk ditentukan.

Lalu jika pertanian tersebut dikatakan sebagai ekstensif apabila tidak banyak menggunakan tenaga kerja dan modal persatuan luas.

Contohnya seperti ini, apabila seseorang menggarap sebidang lahan ala kadarnya, kemudian bibit atau benih ditebar dan setelah 3 bulan dipanen dan mendapatkan hasil 2 Ku persatuan luas.

Namun demikian, untuk lebih jelasnya mengenai pengertian antara pertanian intensif dengan ekstensif, mari simak selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Pertanian Intensif dan Ekstensif

Tidak jauh berbeda seperti yang sudah kami singgung di awal, bahwa pertanian intensif ini adalah sistem budidaya tanaman dan hewan yang menggunakan tenaga kerja dan modal besar.

Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi.

Di dunia ekonomi pertanian intensif biasanya juga dibutujkan beberapa aplikasi teknologi pertanian terkini, seperti dalam penggunaan pupuk, benih unggul, pestisida, mesin berefisiensi tinggi, juga automatisasi dalam proses tanam, perawatan, pemanenan, serta pemrosesan produk setelah panen.

Dalam pertanian intensif juga akan dilakukan irigasi secara terkendali, jadi tidak heran jika butuh dana yang lebih besar. Tetapi pastinya yang demikian tersebut berbanding dengan hasil yang didapatkan dari pertanian intensif yang ternyata lebih tinggi.

Sebab memang mendapat dukungan teknologi yang didasarkan pada berbagai macam riset terlebih dulu.

Pada pertanian intensif juga ada pertanian industrial yang akan menerapkan semua jenis teknologi yang tersedia, dengan syarat produksi dapat memberikan untung besar dan bisa memenuhi target kualitas dan kuantitas standar.

Sebagai salah satu contoh paket teknologi yang diterapkan pada pertanian intensif bertujuan untuk menggenjot produksi padi dan gandung meskipun tidak semuanya akan digunakan. Tetapi tetap saja akan diarahkan menuju pertanian intensifikasi.

Sementara itu untuk pertanian ekstensif sendiri kebalikan dari pertanian intensif. Hasil yang didapatkan kebanyakan bergantung pada tingkat kesuburan dan kesehatan tanah asal, iklim, topografi, dan ketersediaan air. Teknologi pada pertanian ekstensif ternyata bukanlah hal yang mendesak sebab lebih mengandalkan luasan lahan.

Pertanian ekstensif menganggap bahwa lahan yang luas akan dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar lagi, dan juga dengan penggunana alat-alat serta mesin kombinasi besar.

Dengan begitu penggunaan tenaga kerja bisa lebih efisien lagi. Adapun elemen teknologi terbaru yang kemungkinkan akan diterapkan pada pertanian ekstensif sangat minim sekali.

Mekanissasi bahkan jadi ekonomis pada pertanian ekstensif dengan lahan yang luas.

Pertanian berkelanjutan pada dasarnya lebih mengandalkan pada bentuk pertanian ekstensif, misalnya saja dengan cara memasukkan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Dengan begitu tidak akan membuar tanah dan lingkungan sekitar rusak. Misalnya pada perkebunan tanaman industri, seperti kelapa sawit.

Baca : Pertanian tanah kering, Pertanian monokultur, Pertanian subsisten

Penting untuk diketahui pula bahwa program ekstensifikasi yang dijalankan oleh pemerintah di order baru, pada dasarnya sama sekali tidak ada kaitannya dengan pertanian ekstensif.

Meksipun demikian, bagi para petani yang ikut program tersebut lewat transmigrasi mendapatkan lahan seluas 2 hektar.

Program tersebut jauh lebih tepat disebut sebagai ekspansi pertanian.

Perbedaan Pertanian Intensif dan Ekstensif

Adapun perbedaan antara pertanian intensif dengan ekstensif sendiri adalah pertanian intensif lebih mengacu pada sistem pertanian. Dimana nanti akan ada penggunaan tenaga kerja serta modal yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan luasan lahannya.

Tentu saja yang demikian ini sangat berbeda sekali dengan pertanian ekstensif yang mana dalam teknik pertaniannya, pertanian ekstensif tersebut lebih butuh lahan yang lebih luas dengan input yang rendah, yakni tenaga kerja dan modal sedikit.

Selain itu, pertanian intensif biasanya lebih sering diterapkan di wilayah padat penduduk, dimana kepemilikan lahan lebih kecil dan mahal.

Bahkan tanah pertaniannya berada dekat dengan pasar serta mendapat output per hektarnya cukup besar. Lalu pada pertanian ekstensif sendiri lebih dipraktekkan di wilayah dengan penduduk cukup dan memiliki lahan besar dan murah.

Tanah pertanian ekstensif letaknya cukup jauh dengan pasar serta memiliki output per hektar relatif lebih kecil.

Leave a Comment