Pertanian Terpadu

Apa Itu Pertanian Terpadu? Simak Penjelasan Lengkapnya Disini!

Tahukah Anda apa itu pertanian terpadu? Pertanian terpadu adalah sistem pertanian yang memanfaatkan semua potensi energi yang ada untuk menghasilkan produk yang seimbang. Dunia pertanian pada dasarnya berkaitan erat dengan makhluk hidup dalam beberapa tahapannya, juga butuh ruang di waktu tertentu untuk proses produksi

Melalui program pertanian terpadu ini diharap bisa meningkatkan hasil panen para petani. Selain itu, melalui pertanian terpadu pula ada pengikatan antara bahan organik di dalam tanah, juga bisa meminimalisir penyerapan karbon. Dengan begitu dampak buruk terhadap lingkungan bisa diminimalisir.

 

Pengertian Pertanian Terpadu

 

Pertanian terpadu juga didefinisikan sebagai serangkaian langkah untuk menjaga keseimbangan ekosistem di dalam tanah, sehingga aliran unsur hara dan energi pun bisa terjadi secara seimbang. Tentunya yang demikian ini membuat hasil produktifitas menjadi lebih tinggi dan keberlanjutan.

Tetapi demikian, agar berjalan pada sistem yang telah ada produksi pertanian terpadu diharap agar senantiasa ada disatu kawasan. Dengan begitu proses pemanfaatan sumber daya pun terjadi secara efisien dan efektif. Sederhananya seperti ini, yakni disatu kawasan sebaiknya ada sektor produksi pertanian, baik itu di bidang perikanan, peternakan, maupun tanaman.

Keberagaman sektor pertanian terpadu penting peranannya, sebab bisa mengakibatkan kawasan tersebut memiliki ekosistem yang baik dan lengkap. Bahkan mampu meminimalkan limbah pertanian sebab memang semua komponen produksi ada hubungan timbal balik dengan baik yang saling menguntungkan.

 

Tujuan Pertanian Terpadu

 

Tentu saja dibuatnya pertanian terpadu di tiap – tiap wilayah bukan tanpa alasan. Ada beberapa tujuan dari dibuatnya pertanian terpadu tersebut, diantaranya sebagai berikut.

  • Untuk tingkatkan kesejahteraan para petani, terutama bagi mereka yang bermata pencaharian di bidang sumber daya alam.
  • Untuk memanfaatkan kekosongan kegiatan diwaktu luang, juga menguatkan cash flow para petani. Misalnya dengan dilakukannya proses diversivikasi horizontal.
  • Untuk menerapkan sistem LEISA atau Low External Inputs for Sustainable Agriculture dan Bio Cycle, agar tercapainya efisiensi biaya usaha pertanian yang dapat menurunkan harga produksi.
  • Untuk terapkan Recycling, Recovering, Responding, Reusing, Rethinking, dan Reducing.
  • Untuk tingkatkan keunggulan komparatif juga kompetitif produk tani, baik itu untuk produk primer atau olahan. Dengan begitu produk hasil pertanian memiliki daya saing yang lebih kuat.
  • Untuk menjaga dan tingkatkan kualitas sumber daya pertanian. Misalnya lewat pengelolaan terpadu yang mencakup Integrated Crop Management, Integrated Nutrient Management, Integrated Pest Management, Integrated Soil Moisture Management, Integrated Livestock Management, dan Integrated Waste Management.

 

Sistem Pertanian Terpadu

 

  • Pemanfaatan hubungan baik yang saling ketergantungan antar spesies.
  • Agar terjadi interaksi yang baik antara berbagai macam spesies dalam lahan pertanian terpadu.
  • Mempraktekkan budidaya berbagai macam spesies dalam satuan budidaya, yang didalamnya menyangkut berbagai hewan ternak dan tanaman, juga mengoptimasi budidayanya dengan baik.
  • Tingkatkan hasil produksi dan mengurangi resiko gagal panen.
  • Sustainability secara berkelanjutan dalam waktu lama.

Adapun contoh sistem pertanian terpadu yang tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi di seluruh negara di dunia diantaranya sebagai berikut.

  • Pemanfaatan kebun dan pekarangan rumah atau himestead gardens
  • Desa eko-agrologis atau eco-village
  • Wilayah eko-agrologis atau eco-counties
  • Kebun campur sabuk atau forest shelterbelts
  • Hutan rakyat atau agroforestry

Contoh paling umum yang menggambarkan sistem pertanian terpadu yang paling sering ditemui adalah pemanfaatan pekarangan dan kebun di desa – desa.

 

Kendala pertanian Terpadu

 

Setelah Anda mengetahui informasi lebih lengkapnya tentang apa itu pertanian terpadu beserta tujuan dan sistem pertanian terpadu itu sendiri, kini saatnya untuk menyimak mengenai kendala-kendala dalam menciptakan sistem pertanian terpadu ini.

Adapun kendala yang paling sering terjadi adalah butuh keahlian dalam proses pengelolaannya. Pengetahuan tentang manajemen pertanian juga pengetahuan mengenai ilmu pertanian, perikanan, dan peternakan pastilah sangat diperlukan. Maka dari itu pihak Kementerian Pertanian bersamaan dengan beberapa pihak terkait diharapkan agar segera melakukan penerapan secara langsung ke lapangan.

Kendala lainnya yang juga sering terjadi, yakni sulitnya menerapkan sistem pertanian di masyarakat. Padahal apabila sistem tersebut bisa diterapkan dengan baik dan dijalankan maka pasti akan sangat menguntungkan bagi para petani itu sendiri, dengan begitu kendala pada sistem pertanian sedikit demi sedikit bisa teratasi.

Jadi, sudah sangat jelas ya apa itu pertanian terpadu. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita, Aamiin. Salam Petani Digital

Leave a Comment