Biologi

Peta Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

Peta persebaran flora dan fauna di dunia secara garis besar, ternyata dibagi atas enam kawasan dengan karakteristiknya masing-masing. Mau tahu?

Tentunya perlu diberitahukan kepada Anda beberapa tempat yang selama ini menjadi tempat penyebaran flora dan fauna di dunia.

Berikut kawasan yang menjadi persebaran flora dan fauna di dunia.

Kawasan Australia

Termasuk semua wilayah Australia, New Zealand dan semua pulau yang ada di Benua Australia. Floranya seperti brigalow, perdu, eucalyptus. Sedangkan faunanya meliputi jerboa, kanguru merah, koala, walabi, dan lainnya.

Kawasan Timur

Kawasan ini, termasuk Indonesia karena meliputi geografis pada Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ada kawasan super luas, seperti Himalaya yang menjadi penyebaran cukup besar dari flora dan fauna.

Contoh floranya berbagai jenis kayu, rerumputan, hingga bunga-bunga yang banyak dijadikan tanaman hias. Fauna yang banyak ditemukan, seperti gajah india, monyet, landak, harimau, rusa, ular, dan beruang jenis madu.

Semuanya secara umum terdapat di Indonesia, kenyataan tersebut menjawab pertanyaan. Mengapa keanekaragaman hayati flora dan fauna di Indonesia tergolong sangat tinggi, dibanding negara lain di Asia Tenggara maupun dunia

Kawasan Neartik

Meliputi kawasan di Greenland dan Amerika bagian utara, dari spesifikasi flora dan faunanya punya kemiripan dengan kawasan Paleartik. Penyebabnya, bisa saja karena migrasi makhluk hidup tersebut.

Flora khas di kawasan ini adalah quinoa, jagung, tomat, kentang, amaranth. Faunanya mulai dari jenis reptil hingga mamalia, seperti lembu kesturi, bagal, opossum, gopher, bison, serigala.

Kawasan Neotropis

Meliputi kawasan Amerika Bagian Selatan yang memiliki iklim cukup tropis, sehingga memungkinkan banyak flora dan fauna yang berkembang biak.

Flora yang bisa hidup di kawasan ini di antaranya tanaman kakao, amaranth, jagung, kentang. Fauna khas di kawasan ini adalah, guanaco, armadillo, rehea, fox, cavy, shunt, burung, hingga monyet.

Kawasan Ethiopia

Wilayahnya adalah, Benua Afrika bagian selatan sahara, termasuk Arab Bagian Barat Daya. Di kawasan ini didominasi oleh fauna jenis vertebrata, burung, dan mamalia.

Contohnya jerboa, zebra, cheetah, hartebeest, jerapah, okapi, simpanse, dan banyak lagi. Lain lagi dengan flora di kawasan Ethiopia di antaranya kaktus, akasia, red flower, stump, dan banyak lagi.

Kawasan Paleartik

Nah, yang termasuk dalam kawasan ini adalah Asia Bagian Tengah, Asia Utara, dan Eropa.

Flora dan faunanya juga dibagi berdasarkan berbagai faktor, sehingga terdapat lima sebaran, yaitu padang rumput, padang pasir, sabana, taiga, tundra, hutan gugur, hutan hujan.

Contoh flora yang ada di kawasan ini adalah pohon pinus, oak, rerumputan padang pasir dan gurun. Sedangkan faunanya yakni kijang saiga, desman, tikus mol, dormice, dan chiru.

Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

Ternyata persebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia sangat menakjubkan, wajar jika sudah terdata ratusan ribu jenis flora dan jutaan fauna. Hal itu, tentu tak lepas dari berbagai faktor yang menyebabkan sebarannya berbeda-beda di setiap wilayah.

Setidaknya ada empat faktor utama, yang sangat berpengaruh pada sebaran flora dan fauna dunia tersebut.

Biotik

Adalah faktor yang berhubungan dengan makhluk hidup di alam yaitu manusia, hewan, dan tanaman. Eksistensi ketiganya, memberikan dampak pada sebaran flora dan fauna.

Contohnya, hewan seperti kupu-kupu membantu penyebaran serbuk sari tanaman. Pohon mahoni, jati, dan lainnya membantu ketersediaan air di dalam tanah untuk kebutuhan berbagai jenis hewan termasuk manusia.

Fisiografi

Faktor ini berhubungan dengan ketinggian dan kemiringan sebuah kawasan. Akan berbeda jenis flora dan fauna, yang menetap di dataran tinggi dan dataran rendah.

Contohnya adalah, hewan di dataran tinggi seperti beruang dan harimau. Hewan tersebut, memiliki bulu yang cukup tebal karena mereka harus bertahan pada udara dingin pegunungan.

Klimatik

Yaitu faktor yang sangat berhubungan dengan iklim di suatu kawasan. Faktor iklim ini, punya beberapa indikator yang akan semakin memperjelas dampaknya terhadap sebaran flora dan fauna.

Ada indikator sinar matahari, yang sangat penting bagi tumbuh kembang makhluk hidup.

Untuk tanaman, sangat penting pada proses fotosintesis untuk menghasilkan klorofil dan juga oksigen. Untuk hewan, berfungsi untuk memaksimalkan metabolisme tubuh dan lainnya.

Ada lagi indikator suhu dan kelembaban udara, yang akan berdampak pada kemampuan penyerapan air pada tanaman dan kemampuan berkembang biak bagi hewan.

Indikator angin, menentukan sebaran tanaman menjadi lebih luas. Angin berperan saat menyebarkan serbuk sari tanaman, yang nantinya akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Indikator curah hujan, berhubungan dengan jumlah air yang ada di permukaan dan di dalam lapisan tanah. Dimana air ini sangat penting bagi makhluk hidup, untuk berbagai aktivitasnya.

Edafik

Adalah faktor yang berhubungan dengan kondisi dari tanah di sebuah kawasan. Ketika tanah tersebut subur, maka akan semakin baik bagi eksistensi berbagai jenis tanaman maupun hewan.

Setelah tanaman tumbuh subur, maka imbasnya adalah hewan akan lebih mudah mencari makanan. Contohnya saja, berupa unsur hara serta tanaman yang tumbuh di sekitarnya.

Ada juga beberapa indikator, yang berperan saat tanah mempengaruhi sebaran flora dan fauna, yaitu:

Kandungan Udara

Udara di dalam tanah, juga tak kalah penting untuk membantu proses pernafasan tanaman dan hewan yang hidup di dalam tanah.

Tekstur dari Tanah

Tekstur tanah yang masuk kategori baik adalah memiliki kadar debu, lempung dan pasir yang proporsional. Ketika tanah memiliki tekstur terlalu kasar, akan menyebabkan tanaman tertentu sulit untuk berkembang.

Makanya, akan sangat jelas perbedaan sebaran flora dan fauna di kawasan dengan tanah kasar dan lembut.

Contohnya padang pasir, dengan kandungan pasir lebih banyak dari unsur pendukung tanah. Otomatis hanya beberapa spesies tanaman bisa bertahan.

Tingkat Keasaman

Kondisi tanah yang baik adalah ketika punya tingkat keasaman yang baik. Jika terlalu asam, tanaman tidak akan bisa berkembang dengan baik sebab ketersediaan hara tidak maksimal.

Begitu juga ketika tingkat keasamannya terlalu rendah, juga akan memberikan dampak buruk bagi tanaman.

Ujung-ujungnya tentu hewan tidak akan mendapatkan asupan makanan, yang cukup dari tanaman dan makhluk hidup di dalam tanah.

Struktur dari Tanah

Bagaimana dengan struktur tanah? Ternyata struktur dan kemampuan tanah dalam menyerap air, jadi alasan penting pada eksistensi tanaman dan hewan di sebuah kawasan.

Kandungan Air di Dalam Tanah

Semakin banyak kandungan air di dalam tanah, akan membantu flora dan fauna untuk bisa bertahan hidup lebih baik. Untuk tanaman, bisa tumbuh dengan baik karena akar mendapat nutrisi dari air tanah dengan baik.

Baca : Peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Demikian informasi mengenai peta persebaran flora dan fauna di dunia, semoga menjadi referensi yang berguna.

Klik 2x Selengkapnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button