Pupuk Kandang : Harga, Jual, dan Cara Membuatnya

Pupuk kandang atau yang disebut dengan manure merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Biasanya, kotoran hewannya adalah hewan ternak seperti ayam, sapi, kambing, kuda dan babi. Meski unsur haranya berbeda, namun kotoran memegang peran penting untuk tanah dan tanaman.

Meskipun dalam penggunaannya pupuk membutuhkan jumlah lebih banyak daripada pupuk kimia, Anda  setidaknya bisa memanfaatkan limbah ternak yang ada. Secara umum, pupuk ini memiliki nilai N dan P yang merupakan hasil dekomposisi dan sama dengan jenis pupuk buatan.

Apa Itu Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari buangan hasil ternak, apapun jenis kotorannya. Pukan memiliki sifat yang sangat baik seperti memberi garam dan memperbaiki sifat tanah. Ada dua jenis pukan yang bisa dibuat atau ada di pasaran, yakni pukan padat dan pukan cair.

1.     Pupuk Kandang Padat

Pukan ini tampil dalam bentuk padat, namun sudah tidak berbentuk seperti kotoran aslinya. Proses dekomposisi membuat bentuknya mirip seperti tanah yang hancur namun masih lembab. Unsur utamanya adalah nitrogen yang baik untuk sifat fisik, biologi dan kimia tanah.

Biasanya, petani membuat pupuk ini secara mandiri dengan memanfaatkan kotoran ternak yang ada di kandang. Prosesnya bisa sangat sederhana. Misalnya saja hanya dengan mengumpulkan kotoran ternak setiap beberapa hari dan ditumpuk di tempat tertentu selama 2-3 bulan.

Namun, ada juga yang menggunakan dekomposer. Dekomposer memiliki peranan yang penting untuk menghilangkan bau pada kotoran. Selain itu, proses dekomposisinya juga menjadi lebih cepat. Penyiraman dekomposer pada kotoran membuat pukan bisa dipakai setelah satu bulan pembuatan.

2.     Pupuk Kandang Cair

Pukan cair terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah pukan yang bahan utamanya adalah urine ternak. Urin ini ditampung oleh para petani yang kemudian akan disemprotkan ke lahan atau ke area di sekitar akar tanaman. Urin yang sering digunakan adalah kerbau, kuda, dan sapi.

Jenis yang kedua merupakan pukan yang berasal dari larutan hasil pencampuran kotoran ternak dengan air. Pukan ini lebih mudah ditemukan karena tak semua petani menampung urin ternak. Pencampuran ini harus menggunakan kotoran ternak yang masih segar dan basah.

Pelarutan pukan tidak terjadi sebentar. Butuh waktu pencampuran hingga dua minggu. Air pencampuran pun harus berwarna kecoklatan dan tidak lagi memiliki bau. Pukan cair banyak digunakan karena lebih mudah menyerap ke tanah dan bekerja secara efektif.

Kandungan Pupuk Kandang

1.     Kandungan Pupuk Kandang Ayam

Jika Anda mencari pupuk yang memiliki kandungan N atau nitrogen yang besar, maka pilihan yang tepat jatuh kepada pupuk jenis kandang yang berasal dari kotoran ayam. Di dalam pupuk terdapat persentase nitrogen 1%, fosfor sebanyak 0,8% dan kalium sebanyak 0,4%.

Kotoran ayam yang sudah dijadikan pukan memiliki butiran yang sangat halus. Saat diaplikasikan dalam bentuk padatan sekalipun, pupuk akan lebih mudah menyatu dengan tanah. Itu sebabnya, pukan dari kotoran ayam sangat ideal untuk digunakan sebagai pupuk tanaman sayuran.

Karena nitrogennya yang paling tinggi di antara pupuk kandang lainnya, pukan ayam sering digunakan untuk memancing pertumbuhan dan pembungaan lebih cepat. Itu sebabnya pukan ayam banyak digunakan untuk sayur sehingga memperpendek umurnya menuju musim panen.

2.     Kandungan Pupuk Kandang Kambing

Kotoran kambing juga bisa dijadikan pukan untuk aktivitas pertanian dan perkebunan. Kotoran kambing yang segar masih basah dan mengandung urin. Namun setelah kering, biasanya tak lagi berbau. Kandungan di dalamnya adalah N 0,6%, P 0,3% dan kalium 0,2%.

Bentuk kotoran kambing adalah padat, berukuran bulat dan kecil-kecil. Meskipun sudah terdekomposisi saat pembuatan menjadi pupuk, ukurannya kadang masih tetap sama. Hal ini disebabkan tingginya selulosa sehingga sulit untuk terpecah menjadi butiran lebih halus.

Sebelum diaplikasikan ke tanaman, kotoran kambing harus dipastikan kering, sudah dingin, dan tidak lagi berbau. Pukan kambing sering dijadikan pemupukan fase pertama. Itu sebabnya, pukan kambing banyak dipakai untuk tanaman buah, sayur dan hias.

3.     Kandungan Pupuk Kandang Sapi

Pupuk kandang berasal dari sapi sangat populer karena jumlahnya yang lebih banyak daripada pupuk lainnya. Limbah yang dihasilkan terdiri dari berat yang sangat tinggi. Namun meski begitu, hara di dalamnya masih kalah dengan pukan ayam. Sapi memiliki N sebesar 0,4%, P 0,2% dan K 0,1%.

Tekstur kotoran sapi adalah padat dan basah. Anda tidak bisa langsung menaruh kotoran segar di dekat tanaman. Pasalnya, kotoran belum terdekomposisi. Selulosanya sangat tinggi sehingga bisa terjadi perebutan hara N dengan tanaman yang ada di sisinya. Pukan harus diolah dalam waktu tertentu.

Pukan sapi hanya bisa digunakan jika statusnya sudah matang. Tanda jika sudah bisa digunakan adalah bentuknya yang tidak lengket, mirip dengan tanah, dingin, warnanya gelap dan tidak berbau. Penggunaan pupuk sapi bisa menjadi bedding untuk tanaman di kategori hortikultura.

4.     Kandungan Pupuk Kuda

Pupuk kandang terbuat dari kotoran kuda banyak dimanfaatkan sebagai pukan. Kotoran kuda memiliki tekstur yang padat. Dalam kondisi segar, kotoran masih bersifat sangat basah. Kandungan dari pupuk ini adalah N 0,4%, P 0,17% dan K 0,35%.

Pupuk ini mengandung gulma yang sangat sangat tinggi. Pasalnya, kuda sama sekali tak menyerap makanannya dengan baik di pencernaannya. Itu sebabnya, pakan kuda kadang ditemukan dalan kotorannya dalam warna hijau. Kotoran juga tidak bisa diberikan langsung ke tanaman.

Proses dekomposisi pupuk berbahan dasar kotoran kuda bertujuan untuk menghilangkan biji gulma yang ada di dalam kotorannya. Nantinya, kotoran akan mengering dan biji gulma juga bersifat tidak aktif. Setelah tidak berbau dan agregatnya seperti tanah, kotoran baru bisa digunakan.

Cara Membuat Pupuk Kandang

1.     Cara Membuat Pupuk Kandang Ayam

  • Siapkan bahan-bahan pembuatannya: kotoran ayam (200 kg), sekam padi (200 kg), dedak (10 kg), dekomposer cair (15 ml), gula merah (12 kg) dan air.
  • Campurkan air, gula merah dan dekomposer hingga menjadi larutan. Gula merah berfungsi untuk mengaktifkan dekomposer, lalu biarkan selama kurang lebih 12 jam.
  • Di dalam bak untuk pembuatan pukan, campurkan kotoran ayam, sekam padi, dan dedak. Aduk hingga tercampur dengan rata lalu masukkan larutan dekomposer ke atasnya. Aduk lagi hingga dekomposer merata.
  • Tutup bak pembuatan pupuk dengan menggunakan karung goni atau terpal. Sekitar 5 jam sekali, Anda harus mengaduknya. Pupuk akan siap digunakan setelah 5 hari kemudian.

2.     Cara Membuat Pupuk Kandang Kambing

  • Siapkan bahan-bahan utamanya seperti kotoran kambing, gula merah atau gula pasir, bioaktivator, urin kambing, daun kering, air, dan tong plastik.
  • Siapkan tong plastik, lalu masukkan kotoran kambing dan gula yang sudah dihaluskan ke dalam tong.
  • Masukkan dedaunan yang sudah dihancurkan atau setidaknya dibuat menjadi lebih kecil, sehingga mudah untuk diaduk dan tercampur dengan kotoran kambing.
  • Masukan air dalam jumlah yang moderat sehingga tidak membuat genangan di dalam tong plastik. Aduk perlahan-lahan sehingga tercampur dengan merata.
  • Campurkan gula dan bioaktivator sehingga menjadi larutan ke dalam air sebanyak 5 liter. Setelahnya masukkan ke dalam tong plastik. Perbandingannya adalah cairan 70% dan agregat padat sebanyak 30%.
  • Tutup tong plastik dengan menggunakan plastik biasa atau mulsa. Plastik kemudian dilubangi dan diberi selang agar udara dari dalam bisa keluar, namun tak terkontaminasi langsung dengan udara ambien.
  • Proses pembuatan pupuk kambing idealnya adalah 15-20 hari, tergantung dari seberapa banyak jumlah pupuk yang dibuat.
  • Setelah itu, saring pupuk. Bagian pupuk yang diambil adalah cairannya yang nanti akan disemprotkan ke akar tanaman. Pupuk kandang yang baik digunakan untuk tanaman ditandai dengan mengeluarkan bau seperti tape dan cairannya berwarna kecoklatan.

3.     Cara Membuat Pupuk Kandang Sapi

  • Siapkan bahan-bahan dasar pembuatan pupuk sapi di antaranya adalah kotoran sapi (80 kg), sekam (10 kg), dedak padi (10 kg), air tebu (100 ml), EM4 (100 ml), dan air.
  • Buat larutan encer dari EM4, yakni 1 ml gula dan EM4 untuk 1 liter air.
  • Letakkan bahan-bahan utama seperti kotoran sapi, arang sekam, dan dedak di tempat pembuatan pupuk kandang. Siram dengan larutan EM4 hingga membentuk adonan. Kandungan padat sekitar 70% dan airnya sebanyak 30%.
  • Tutup bak penampungan pukan dengan menggunakan mulsa atau plastik. Anda harus selalu mengecek suhunya hingga 14 hari ke depan. Suhu idealnya adalah 40 derajat celcius. Jika lebih dari 60%, buka mulsa agar kondisinya mendingin.
  • Pupuk ini dikategorikan sudah matang apabila memiliki jamur dengan warna putih dan memiliki wangi, tidak lagi berbau kotoran sapi. Anda sudah bisa menggunakannya jika sudah lewat dari 14 hari.

Manfaat Pupuk Kandang

1.     Kaya Nutrisi

Tidak jauh berbeda dengan pupuk anorganik, pupuk jenis kandang pun memiliki nutrisi yang baik untuk kondisi tanah maupun perkembangan tanaman. Di dalamnya secara umum memiliki nitrogen, fosfor dan kalium menjadi hara terpenting untuk dikategorikan sebagai pupuk.

Meski persentasenya tak setinggi pupuk anorganik, namun residu yang dihasilkan sangat rendah. Tanah tidak akan resisten terhadap pupuk. Proses penyerapan nutrisi oleh tanaman juga jauh lebih mudah dan tidak berbahaya untuk lingkungan di sekitar Anda.

2.     Menguatkan Akar

Peran yang sangat penting dari pupuk jenis kandang adalah untuk menguatkan akar. Akar adalah penopang tanaman yang sangat penting. Akar yang lemah menyebabkan pertumbuhan menjadi tidak optimal dan memperpendek usia tanaman.

Pukan akan membuat akar menjadi lembab sehingga tahan terhadap tanah. Proses pertumbuhan tanaman juga menjadi lebih stabil. Tanaman yang kuat juga berpotensi terhindar dari serangan hama dan penyakit seperti jamur atau menguningnya daun pada tanaman.

3.     Kualitas Tanah Membaik

Hal yang terpenting dalam penggunaan pupuk adalah kualitas tanah yang menjadi lebih baik. Tanah akan menyerap pupuk kandang lebih cepat dan tidak meninggalkan residu pupuk, berbeda dengan jenis pupuk kimia. Pukan akan lebih mudah larut apalagi versi cair atau saat terkena hujan.

Kualitas tanah akan memiliki nutrisi dalam jumlah yang lebih banyak. Ketersediaan nitrogen tak hanya mengandalkan dari alam, namun juga disediakan oleh pukan. Pukan akan menarik nitrogen, terserap oleh tumbuhan dan akar, sehingga tersimpan dalam tanah lebih lama.

4.     Mudah Didapat

Manfaat dari pukan adalah mudahnya untuk mendapatkan pupuk. Peternakan ayam menjadi aktivitas ternak yang tak hanya terjadi dalam skala besar, namun juga skala kecil. Peternak umumnya membuang limbah kotoran terutama mereka yang menjual ayam potongan.

Pemanfaatan limbah ini akan menguntungkan Anda. Bahannya mudah didapat, bahkan bisa didapat secara gratis. Proses pembuatannya juga sangat praktis. Sementara di toko pertanian, Anda bisa mendapatkan pupuk ini dengan harga yang sangat terjangkau.

5.     Tidak Mencemari Lingkungan

Salah satu keunggulan dari pemanfaatan pukan adalah sifatnya yang tidak mencemari lingkungan. Saat hujan tiba, pupuk tidak akan tersapu oleh air dan berpindah ke tempat lain. Malah, pupuk akan terserap sehingga nantinya akan masuk ke akar-akar tanaman.

Sifat pukan lainnya adalah tidak berbau. Proses pembuatannya memang cukup lama dan bau saat di awal. Namun ketika sudah matang dan siap digunakan, pupuk ini sama sekali tidak berbau. Jadi, udara di lingkungan Anda juga tidak ikut tercemar akibat penggunaan pupuk.

6.     Menggemburkan Tanah

Apakah tanah di lahan Anda berbentuk seperti tanah liat? Jenis tanah seperti podzolik akan sulit untuk ditanami tanaman tertentu karena drainasenya yang buruk. Untuk mengubah tekstur tanah, Anda bisa memanfaatkan pukan agar teksturnya menjadi gembur.

Hal ini harus dilakukan sebelum Anda melakukan penanaman. Campurkan pukan jenis apa saja dengan lahan. Gemburkan dan campurkan dengan menggunakan cangkul. Penanaman pada lahan bisa dilakukan 3 hari setelahnya setelah tanah siap untuk menerima bibit.

7.     Bisa Dicampur dengan Pupuk Lain

Apapun jenis pukan yang digunakan, Anda tetap bisa mencampurkannya dengan pupuk lain. Contohnya adalah pukan kambing yang dikombinasikan dengan pupuk organik yang berasal dari tumbuhan. Pupuk kandang termasuk media tanam sebagai bedding.

Hanya saja, Anda perlu memperhatikan kandungan dari pupuk tersebut. Jika pupuk memiliki N yang kecil, maka kombinasikan dengan pupuk lain dengan nilai N yang lebih besar. Begitu juga dengan persentase dari P dan K, keduanya harus diperhatikan sehingga sifat pupuk tidak menjadi residu.

8.     Proses Pembuatannya Cepat

Pembuatan pupuk jenis kandang jauh lebih cepat daripada pupuk kimia atau  jenis pupuk organik lainnya. Kebanyakan, prosesnya hanya berkisar 5 hingga 20 hari saja.

Hal ini akan sangat menguntungkan para petani yang sekaligus peternak, karena tidak harus menunggu lama untuk memiliki pupuk.

Terlebih jika Anda menggunakan dekomposer, baik itu EM4 maupun larutan mol. Pupuk akan membusuk lebih cepat dan proses dekomposisinya lebih baik. Bahan-bahan untuk dekomposisinya juga mudah didapatkan di pasaran.

Jual Pupuk Kandang

1.     Pukan Sapi

Pupuk jenis kandang dari kotoran sapi biasanya dijual dalam karung sak yang kemasannya adalah 5 kilogram hingga 50 kilogram. Pupuk dalam bentuk padat seperti tanah dan tidak lagi berbau. Pupuk yang terkenal adalah setia tani dan pupuk YPM.

2.     Pukan Kambing

Pukan kambing umumnya dijual di dalam plastik. Teksturnya tidak lagi berbentuk bulat-bulat seperti kotoran kambing, melainkan agregat yang sangat halus. Merk yang terkenal adalah setia tani dan guano.

3.     Pukan Ayam

Pukan ayam yang sudah ada dalam kemasan biasanya memiliki pH yang di atas 5 dan di bawah 6, kaya unsur hara mikro dan makro, dan mengandung NP yang tinggi. Merk yang populer adalah Ecovalue.

Harga Pupuk Kandang

  1. Pupuk YPM sapi : Rp 12.500,00 per karung.
  2. Pupuk GP : Rp 17.500,00 per karung.
  3. Pupuk Setia Tani sapi : Rp 20.000,00 per karung.
  4. Pupuk Ecovalue : Rp 60.000,00 per karung.
  5. Pupuk Kohe Sabas : Rp 3,500 per kilogram
  6. Pupuk Raja Tanaman : Rp 25.000,00 per karung.

Demikian informasi mengenai pupuk kandang, mulai dari apa itu pupuk kandang, jual, harga, dan cara membuat pupuk kandang. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment