Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Kering

Salah satu jenis pupuk yang digunakan banyak orang adalah pupuk kompos. Pupuk ini dinilai bebas dari residu karena sifatnya yang bisa menyatu kembali menjadi tanah. Selain membeli, pupuk jenis kompos juga bisa dibuat mandiri dengan tambahan bahan yang gampang ditemukan di pasaran.

Pemanfaatkan bahan-bahan sisa menjadi kompos dinilai efektif dalam usaha mengurangi sampah atau limbah. Contoh sampah yang sering dibuang dan bisa dimanfaatkan adalah daun kering dan sisa makanan. Dengan menjadikannya kompos, Anda bisa menghemat pengeluaran untuk pupuk tanaman di rumah atau kebun.

Pengertian Pupuk Kompos

Pupuk Kompos adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik. Contoh bahan yang sering digunakan adalah dedak padi, jeram, daun kering, daun-daunan, kotoran heran, hingga sampah rumah tangga. Proses dekomposisi yang dibantu mikroorganisme membuat kompos mengandung hara untuk tanah.

Bahan organik yang terdapat dalam pupuk kompos memancing jutaan sel mikro yang nantinya beraktivitas untuk perbaikan tanah secara fisika maupun kimia. Pemberian kompos merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengembalikan hara tanah yang hilang.

Proses pengomposan bisa terjadi secara alamiah seperti membusuknya daun-daun yang berada di atas tanah. Namun, Anda juga bisa melakukan pembusukan buatan dalam waktu kurang dari 3 bulan saja. Kompos bisa dikategorikan sebagai pupuk berkualitas dan minim dari residu.

Kandungan Pupuk Kompos

1. Karbon Organik

Pupuk ini mengandung unsur energi yang besar, yakni karbon organik. Fungsi utama dari kandungan ini adalah mempercepat proses metabolisme yang nantinya memperbanyak sel bakteri. Karbon organik akan menghasilkan asam organik dan alkohol karena adanya aktivitas mikroorganisme.

Nantinya, karbon melalui proses pertukaran antara udara dan tanah dalam proses dekomposisi dan fotosintesis. Sejumlah CO2 karbondioksida akan diserap oleh tanaman, lalu saat proses fotosintesis berlangsung tanaman akan melepaskan O2 atau oksigen ke udara.

Sebagian karbon organik yang tertahan di tanaman akan melakukan perpindahan ke bagian tanah. Terjadilah proses penguraian residu di dalam akar. Siklus karbon organik yang terbantu oleh pupuk ini akan memancing terjadinya siklus menjadi lebih cepat. Karbon yang dilepas juga menjadi banyak.

2. Bahan Organik

Kandungan yang paling utama dalam kompos adalah bahan organik. Hanya saja, bentuk dari awal pembuatan hingga menjadi hasil akhir akan berbeda. Kompos di bagian akhir sudah termineralisasi sehingga mineral di dalamnya berjumlah sangat sedikit.

Bahan organik menjadi energi utama yang nantinya dibutuhkan oleh tanah, baik makro ataupun mikro fauna. Populasi mikrobiologi dalam tanah bisa bertambah pesat dengan bahan organik ini. Misalnya bakteri, cacing, dan beragam mikro organisme lain yang tinggal di tanah.

Dibandingkan dengan jenis pupuk lain, pupuk inilah yang memiliki peran sangat penting dalam aktivitas tanah terhadap tumbuhan. Aktivitas seperti mineralisasi dan dekomposisi tidak akan terjadi tanpa adanya bahan organik yang telah membusuk setelah mengalami proses pembusukan kompos.

3. Nitrogen

Di dalam kompos, ada hara utama yang berupa nitrogen. Nitrogen adalah kandungan yang perannya sangat penting terkait dengan pertumbuhan tanaman. Secara vegetatif, nitrogen akan merangsang pertumbuhan daun, membentuk protein, sekaligus menggelapkan warna hijau pada daun.

Tanaman seringkali mengalami penyakit seperti kerdil, daun yang berwarna kuning, atau akar yang tak bisa berkembang sempurna. Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa tanaman kekurangan hara berupa nitrogen. Pemberian pupuk kompos bisa menjadi solusi dari masalah ini.

Unsur hara nitrogen yang ada di atmosfer akan ditarik oleh kompos ke dalam tanah bersamaan dengan air hujan. Mikroba akan membantu proses fiksasi nitrogen, yang kemudian menjadi mineral NH4 dan NO3. Sebagian hasilnya digunakan tanaman, sebagian lagi akan dilepaskan ke udara.

4. Fosfor

Fosfor atau zat besi juga terdapat dalam kompos meskipun jumlahnya tidaklah begitu besar. Unsur hara ini tidak bisa terpisahkan perannya dalam hal pertumbuhan tanaman. Meskipun fosfor jumlahnya cukup banyak di dalam tanah, namun perannya berbeda dengan yang ada di kompos.

Fosfor dalam kompos akan digunakan tanaman dalam proses respirasi dan juga selama berfotosintesis. Kekurangan fosfor akan menyebabkan tanaman memiliki bibit yang buruk dan tidak memiliki buah yang banyak. Fosfor juga menjaga tanaman dari kemungkinan kekeringan.

5. Air

Saat dipegang, pupuk kompos memiliki kelembaban yang tinggi, meski tidak pulsa dikategorikan basah. Kelembaban ini memegang peran penting untuk metabolisme mikroba dalam kompos. Kompos yang kering memiliki kualitas yang buruk karena mikroorganisme tidak memiliki energi.

6. Kalium

Tak ketinggalan, kalium juga menjadi mineral penting yang terdapat dalam kompos. Kalium nantinya diserap oleh tanaman dalam bentuk ion positif. Jenis mineral yang satu ini bersifat bisa berpindah-pindah di tanaman, seperti xylem, floem, dan jaringan sel.

Enzim-enzim yang terdapat pada tanaman juga akan teraktivasi hanya dengan mineral kalium. Masalahnya, tidak semua tanah memiliki kalium tinggi sehingga tanaman tertentu tidak bisa tumbuh. Fungsi kompos akan membantu dalam penyediaan kalium sehingga berkembang dengan baik.

Cara Membuat Pupuk Kompos

1. Pupuk Kompos dari Kertas

  • Siapkan bahan-bahan-bahan dan alat yang terdiri dari kertas bekas (majalah, koran, kertas), daun kering, sampah makanan, air, tanah, bak kompos dan terpal.
  • Sobek atau potong kertas menjadi potongan yang kecil, lalu basahi dengan air.
  • Masukkan sobekan kertas ke bak kompos, ditambah dengan daun kering yang sudah diremas dan sampah makanan ke dalamnya. Aduk hingga tercampur dengan rata.
  • Tutup bak kompos dengan menggunakan terpal, namun lubangi kecil-kecil.
  • Kompos akan siap digunakan setelah 4 minggu. Namun selama prosesnya, campuran kompos perlu diaduk atau dibolak-balik seminggu sekali.

2. Pupuk Kompos dari Daun Kering

  • Siapkan bahan-bahan cara pembuatan pupuk kompos dari daun kering dengan EM4, berikut mol buatan dari sisa-sisa kulit buah.
  • Sampah daun harus dihancurkan sehingga bentuknya menjadi lebih kecil. Masukkan sampah daun ke dalam bak pembuatan kompos. Ratakan dan jangan masukkan semua. Buatlah menjadi lapisan.
  • Setiap lapisan, siram dengan EM4 dan mol buatan.
  • Tutup tempat pembuatan kompos, namun beri sedikit udara. Pupuk jenis kompos akan bisa digunakan dalam waktu satu bulan saja dengan adanya EM4. Namun, Anda harus membalik-balikkan kompos setiap 3 hari sekali.

3. Pupuk Kompos dari Sampah

  • Cara pembuatan pupuk kompos sederhana ini hanya membutuhkan sampah rumah tangga organik, sekam, keranjang kompos, EM4, dan tanah.
  • Masukkan sampah dan sekam ke dalam kerang, kemudian aduk hingga merata. Tambahkan EM4.
  • Jika Anda tak menyukai bau yang dihasilkan kompos, tambahkan kulit jeruk ke dalam kompos sehingga aromanya tidak mengganggu.
  • Starter EM4 akan membantu dalam penguraian sampah. Sementara sekam akan menyerap air berlebih apalagi jika keranjang diletakkan di tempat terbuka.
  • Pastikan keranjang ditutup dengan terpal. Bahan keranjang sebaiknya berbentuk seperti peti kayu sehingga pembuatan kompos melibatkan udara.
  • Bolak-balik kompos setidaknya seminggu sekali. Kompos siap digunakan dalam waktu sebulan setelah pembuatannya.

4. Kompos dari Kotoran Sapi

  • Bagaimana cara pembuatan kompos jelaskan jika menggunakan kotoran sapi? Pupuk jenis kompos ini memerlukan bahan di antara lain kotoran sapi, sekam padi, mol, air, dan dekomposer.
  • Taruh kotoran sapi di bagian paling bawah dari wadah, kemudian lapisi dengan sekam padi. Siram lapisan kompos dengan mol dan dekomposer. Aduk hingga merata.
  • Pastikan jika kompos sangat lembab sehingga tidak hancur ketika dipegang.
  • Pupuk harus dibolak-balik setiap seminggu sekali selama 3 minggu.
  • Saat pupuk kotoran ini sudah tidak bau dan tidak panas, pupuk siap untuk digunakan.

5. Kompos dari Jerami Padi

  • Bahan yang perlu disiapkan adalah jerami sebanyak 50 kg dengan tempat pengomposan yang memiliki lubang.
  • Masukan jerami ke dalam tempat pengomposan, lalu tambahkan bahan lain seperti EM4 dan dekomposer. Aduk hingga merata.
  • Tempat pembuatan kompos harus ditutupi dengan mulsa. Lubangi permukaan mulsa dengan lubang yang berukuran kecil.
  • Sayangnya, untuk menunggu pupuk benar-benar siap digunakan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan.

Dekomposer bekerja maksimal di bulan kedua. Selama prosesnya, jerami perlu dibolak-balik seminggu sekali.

Manfaat Pupuk Kompos

1. Mengurangi Limbah

Limbah bisa berupa apa saja seperti sampah, kotoran ternak, hingga sisa-sisa dari pertanian. Terkadang, kita tidak tahu untuk apa limbah tersebut digunakan dan dibuang begitu saja. Penggunaan baahan-bahan tersebut bisa mengurangi jumlah limbah pada alam.

Hanya saja, Anda memang perlu menyiapkan tempat yang khusus untuk pengelolaan limbah menjadi kompos. Pembuatan kompos sangat tidak dianjurkan di dalam ruangan karena sifatnya yang bau dan panas. Anda juga butuh membeli bahan lain seperti mol atau dekomposer untuk membuatnya.

2. Memperkaya Nutrisi pada Tanah

Kondisi tanah yang sering digunakan secara aktif baik aktivitas perkebunan atau pertanian membuat nutrisinya menjadi menurun. Unsur hara dalam tanah sudah terambil oleh aktivitas sebelumnya, sehingga diperlukan pengembalian unsur hara baik mikro maupun makro.

Nutrisi tersebut bisa dikembalikan dengan penggunaan pupuk kompos. Pupuk ini memiliki istilah dari alam kembali ke alam, sehingga lebih mudah diterima oleh tanah. Pupuk dengan kata lain menambah materi organik untuk tanah sehingga penggunaannya bisa optimal.

3. Mengurangi Gas Emisi

Sampah organik maupun kotoran ternak menjadi sumber dari penghasil metana ke udara. Metana merupakan gas emisi yang turut menyumbang pemanasan global. Itu sebabnya, dengan membuat sampah menjadi kompos memiliki peran dalam mengurangi sumbangan metana ke udara.

Sebaliknya, menjadikan sampah hingga terbentuk kompos membuatnya menghasilkan nitrogen. Nitrogen adalah gas alam yang akan diolah oleh tumbuhan dan memperbaiki prosesnya. Semakin baik tumbuhan berkembang akibat nitrogen, maka emisi pun bisa dikurangi.

4. Mengurangi Hama

Hama merupakan masalah yang cukup sulit diatasi di perkebunan atau lahan pertanian. Ada hama yang berukuran besar seperti tikus, ada juga yang berukuran kecil. Hama biasanya datang jika tanah sudah memiliki tingkat residu pupuk kimia yang tinggi sehingga hama menjadi resistan.

Untuk itu, pupuk kompos bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin kebunnya bebas dari serangan hama. Hama-hama tersebut cenderung tak berani datang karena kompos yang sifatnya lebih bau dan panas untuk mereka.

5. Menetralisir Tanah

Tanah seringkali memiliki masalah tingkat keasaman, baik itu yang berasal dari pestisida maupun pengaruh dari hujan asam. Tanah bisa memiliki pH yang sangat asam atau bahkan sangat basa. Jika keasaman tidak ideal, hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang tanaman.

Agar pH-nya bisa kembali seimbang dan ideal, pupuk jenis kompos bisa sangat membantu sehingga Anda tidak perlu kesulitan dengan membeli media tanah untuk tanam. Anda bisa menghemat uang karena pupuk bisa dibuat dengan murah dan ideal untuk menanam apa saja.

6. Murah

Baik dengan cara membuat sendiri, maupun dengan membeli pupuk yang sudah jadi, pupuk ini memang memiliki harga yang sangat murah. Pasalnya, pembuatannya pun sangat mudah dan bahan yang mudah didapatkan di alam.

Terlebih jika Anda memanfaatkan limbah rumah tangga yang ada di rumah. Kompos bisa terbuat dari sampah makanan atau dedaunan kering yang ada di pekarangan rumah. Agar lebih efisien waktu, buatlah kompos dalam jumlah yang banyak karena sekali membuat memakan waktu lama.

7. Menambah Diversitas Tanah

Tanah yang baik tentunya memiliki diversitas yang sangat beragam. Artinya, di dalamnya terdapat banyak makhluk hidup berupa organisme. Pupuk kompos akan memancing biodiversitas tersebut dengan membantu bakteri dan fungi baik untuk berkembang biak.

8. Tidak Ada Residu

Hal yang menjadi catatan penting adalah jenis pupuk ini tidak memiliki residu. Kompos akan kembali ke alam. Pupuk kompos dan pupuk kandang termasuk jenis pupuk yang mudah diurai dan tidak menguap ke udara akibat panas maupun hujan.

Jual Pupuk Kompos

1. Pupuk Kompos Kotoran Sapi

Pupuk ini memiliki kadar kotoran sapi yang tinggi dibandingkan dengan material lainnya seperti dedaunan atau sekam. Pupuk jenis kompos ini umumnya digunakan untuk menanam bunga, sayuran, dan buah-buahan. Contoh merknya adalah Adara House Garden.

2. Pupuk Limbah Tanaman Organik

Pupuk ini murni terbuat dari limbah yang menggunakan campuran tanah dan mol yang berasal dari sampah buah-buahan. Warnanya seperti tanah dan tidak memiliki bau sama sekali. Contoh merknya adalah pupuk Netafarm yang bisa Anda temukan di e-commerce.

3. Pupuk Daun Teh

Daun kering yang menyusun pupuk kompos ini terbuat dari daun teh. Daun teh memang terkenal untuk menyuburkan tanaman dan mempercepat perkembangan daunnya. Campurannya adalah tanah dan pupuk kandang. Merk yang ada di pasaran adalah pupuk Tanah Subur.

4. Pupuk Tanah Lembang

Pupuk ini menggunakan tanah yang berasal dari Lembang, Bandung. Campuran utamanya adalah daun-daun kering, serbuk gergaji, dan sekam. Biasanya, jenis pupuk ini banyak digunakan sebagai pupuk untuk tanaman berjenis bunga atau tanaman hias lain. Contoh mereknya adalah DHK5.

Harga Pupuk Kompos

1. Pupuk Media Tanam

Pupuk ini menggunakan tanah lembang sebagai bahan utamanya. Campuran lainnya adalah sekam bakar dan sedikit kotoran sapi. Harga pupuk ini adalah Rp 22.500,00 dengan isi seberat 10 kg.

2. Pupuk Kocor Bmw

Pupuk ini cukup populer di e-commerce. Bentuknya adalah pupuk basah dalam kemasan seberat 1 kg. Pupuk ini harus dilarutkan dengan air, kemudian disiram ke tanaman. Harga pupuk ini hanya Rp 20.000,00.

3. Pupuk DHK-5

Campuran pupuk ini menggunakan daun bambu, cocopit, sekam bakar, humus dan tanah lembang. Satu saknya memiliki berat sekitar 5 kg. Harganya hanya Rp 18.500,00 dan cocok untuk pupuk tanaman hias.

4. Pupuk Kascing

Pupuk kascing ini juga sangat populer di e-commerce karena menggunakan bahan cacing sebagai bahan utamanya. Campuran lainnya adalah daun-daun yang kering. Pupuk ini tidak panas dan juga tidak bau. Per 1 kg, pupuk kascing dijual seharga Rp 10.000,00.

5. Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi merupakan pupuk yang terbuat dari daun kering yang difermentasi menggunakan EM4. Pupuk ini mirip seperti tanah dan dijual per kemasan 1 kg. Harganya hanya Rp 5.000,00.

Baca Juga : Apa Itu Pupuk Kandang

Demikian informasi mengenai pupuk kompos, semoga bermanfaat.

Leave a Comment