7 Jenis Sayuran Hidroponik yang Sering Dibudidayakan

7 Jenis Sayuran Hidroponik yang Sering Dibudidayakan

Sayuran hidroponik dalam hal budidaya dipilih bukan hanya karena bisa mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri, tetapi juga karena potensi pasarnya yang besar.

Seperti yang kita tahu, menanam dengan menggunakan sistem hidroponik menjadi semakin populer belakangan ini.

Namun, tidak semua sayur dan buah cocok ditanam dengan sistem hidroponik. Hanya tipe tanaman kecil yang cocok dengan sistem ini.

Berikut sayuran hidroponik yang sering dibudidayakan :

Sawi Hijau

Salah satu keunggulan dari sawi hijau adalah mudah tumbuh serta memiliki ketahanan terhadap cuaca. Selain itu, sawi hijau juga dapat dipanen sepanjang tahun.

Hal inilah yang membuat sayuran berwarna hijau ini menjadi salah satu jenis tanaman yang populer dibudidayakan dengan hidroponik.

Prospek penjualan sawi juga sangat terbuka, sebab sayuran ini sering dipakai dalam berbagai makanan rakyat di Indonesia.

Pangsa pasar di luar negeri pun memiliki peluang yang sama besar.

Ketika ditanam menggunakan sistem hidroponik, sawi akan memiliki masa siap panen yang pendek. Dengan demikian keuntungan yang akan didapatkan juga lebih cepat diterima.

Brokoli

Dahulu tanaman yang bentuknya mirip dengan buket bunga ini hanya bisa tumbuh di dataran tinggi. Untungnya berkat kemajuan teknologi dan juga sistem hidroponik, tanaman yang masih satu rumpun dengan bunga kol ini bisa ditanam di dataran rendah.

Brokoli juga merupakan salah satu tanaman yang mudah dalam hal penanaman dan perawatan. Selain itu, brokoli juga sangat digemari karena kandungan gizinya yang tinggi. Hal ini membuat nilai jual brokoli meningkat.

Maka dari itu banyak orang mulai berpikir untuk budidaya brokoli.

Seledri

Tanaman herba berbau khas ini memang merupakan salah satu tanaman yang kerap dibudidayakan lewat jalur hidroponik. Teknik yang biasanya digunakan adalah sumbu (wick) dan rakit apung (water culture).

Baca : Teknik hidroponik sistem water culture

Namun teknik yang lain pun bisa digunakan karena tanaman ini mudah sekali tumbuh.

Tantangan menanam seledri ada pada saat pasca panen. Hal ini disebabkan seledri mudah sekali layu, sehingga butuh pengemasan yang segera atau langsung digunakan untuk memasak. Jika terlalu lama di udara terbuka setelah akar dicabut, daun brokoli akan menguncup dan tidak segar.

Bayam

Bertubuh pendek dan berumpun menjadi salah satu kemudahan untuk bayam bisa ditanam dengan cara hidroponik. Selain itu, bayam juga mudah dalam pemeliharaan sehingga cocok untuk para pemula yang ingin mencoba berkebun dengan teknik hidroponik.

Tanaman dengan kandungan zat besi yang tinggi ini bisa ditanam di dalam maupun luar ruangan. Anda bisa menanam bayam hijau maupun merah, keduanya dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Waktu tumbuh dan panen juga tidak jauh berbeda.

Cabai

Menanam cabai bisa dibilang susah-susah gampang. Sebenarnya tanaman ini sangat mudah tumbuh, bahkan hanya dengan menyebar biji cabai saja, dia bisa tumbuh dengan baik asalkan akarnya mendapat ruang yang cukup untuk tumbuh. Namun untuk bisa berbuah lebat, cabai butuh perhatian ekstra.

Selain itu tanaman cabai tidak bisa dipanen terus menerus. Walau demikian, tanaman cabai termasuk komoditas paling laris, sebab masyarakat Indonesia sebagian besar terbiasa dengan citarasa pedas dan tidak bisa meninggalkan cabai. Harga jualnya pun bisa sangat mahal pada waktu-waktu tertentu.

Buncis

Tanaman yang hampir mirip dengan edamame ini merupakan sayuran yang penuh dengan protein tinggi. Selain itu kandungan vitamin dalam sayuran yang kerap ditemui di dalam sop ini juga beragam, yaitu vitamin A, B dan C. Maka dari itu buncis merupakan sayuran dengan potensi pasar yang besar.

Selain itu, pembudidayaan dengan cara hidroponik merupakan teknik yang tepat untuk menanam buncis. Hal ini disebabkan buncis bisa lebih cepat tumbuh dan dipanen, sehingga bisa lebih cepat sampai ke konsumen.

Tomat

Walaupun tomat merupakan tanaman yang tumbuh menjulang, namun tetap bisa ditanam dengan cara hidroponik. Namun tidak semua sistem cocok dengan sayuran ini.

Biasanya tomat ditanam dengan media berupa cocopeat atau sabut kelapa. Hal ini dikarenakan sabut kelapa lebih solid untuk menopang pertumbuhan tomat. Penyemaian biasanya memakan waktu hingga 30 hari sebelum benih tomat siap dipindahkan ke media tanam.

Baca : Sejarah perkembangan hidroponik di Indonesia

Pada dasarnya semua sayuran hidroponik bisa dibudidayakan, hanya saja tidak semuanya efektif ditanam dengan sistem tanpa tanah seperti ini.

Leave a Comment