Sistem Hidroponik

6 Sistem Hidroponik : Kelebihan dan Kekurangannya

Keterbatasan lahan yang semakin meningkat membuat kebutuhan akan inovasi pertanian menjadi meningkat.

Untuk itulah diciptakan sistem hidroponik yang memang dikhususkan bagi mereka yang tidak memiliki lahan luas namun tetap ingin bercocok tanam.

Sistem ini juga lebih mudah diterapkan dibandingkan ketika berkebun menggunakan lahan seperti pada umumnya.

Ada enam sistem hidroponik yang dikembangkan hingga sekarang. Beberapa di antaranya cocok digunakan untuk para pemula yang baru ingin mencoba untuk bercocok tanam.

Berikut ini penjelasan tentang beberapa sistem hidroponik

Sistem Sumbu (Wick)

Bagi para pemula, sistem ini merupakan sistem yang paling ramah. Bukan hanya karena risiko kegagalan yang rendah, namun juga instalasinya yang sederhana dibandingkan dengan sistem lainnya. Sistem ini disebut dengan sistem sumbu karena nutrisi yang diterima oleh akar dialirkan melalui sumbu.

Kelebihan Sistem Wick

  • Mudah dan murah dalam mendapatkan bahan
  • Instalasi paling sederhana
  • Tanpa pasokan listrik
  • Bisa ditanam indoor maupun outdoor

Kekurangan Sistem Wick

  • Keterbatasan jumlah tanaman yang dibudidayakan
  • Sulit mengontrol keasaman media jika terlalu banyak tanaman
  • Keterbatasan penyaluran nutrisi oleh sumbu, sehingga hanya cocok untuk tanaman yang tidak doyan air.

Sistem Irigasi (Fertigasi)

Sistem ini membutuhkan perawatan yang cukup mudah karena tidak terlalu sering memupuk, namun Anda harus meneteskan nutrisi hidroponik secara terus menerus sesuai dosisi.

Cara ini banyak dipakai oleh para petani untuk menanam sayuran dan buah dalam skala besar.

Kelebihan Sistem Irigasi

  • Kualitas tanaman lebih baik karena bebas dari hama dan penyakit
  • Akar tanaman bisa tumbuh dengan cepat
  • Nutrisi bisa diberikan dengan dosis yang sesuai dengan umur tanaman

Kekurangan Sistem Irigasi

  • Modal yang diperlukan cukup besar
  • Membutuhkan pengawasan berkala
  • Sistem pengairan berperan penting pada hasil panen

Sistem Pasang Surut ( EEB & Flow)

Sama seperti namanya, maka ketika menggunakan sistem ini akan ada masa pasang, yaitu ketika tanaman akan disuplai dengan larutan nutrisi berlimpah selama periode tertentu. Proses pasang ini membutuhkan pompa air yang di-set dengan timer. Setelah periode berakhir, yaitu pompa mati, maka akan ada masa surut karena larutan nutrisi berkurang kuanitasnya.

Kelebihan Sistem Pasang Surut

  • Penyiraman otomatis sehingga mempermudah perawatan dan pemantauan
  • Melimpahnya persediaan oksigen

Kekurangan Sistem Pasang Surut

  • Membutuhkan pasokan listrik
  • Pompa harus bekerja dengan baik
  • Setelah pemompaan berulang ada potensi berkurangnya kualitas tanaman

Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem ini bisa dibilang seperti kebalikan dari sistem pasang surut. Hal ini dikarenakan larutan nutrisi yang digunakan untuk tanaman hanya diberikan dengan dosis terbatas. Ketinggian air nutrisi pun terbilang dangkal.

Kelebihan Sistem NFT

  • Penyerapan nutrisi maksimal karena aliran air stabil
  • Cocok untuk tanaman yang doyan air
  • Masa tumbuh lebih cepat
  • Lebih mudah melakukan pengaturan nutrisi

Kekurangan Sistem NFT

  • Komponen yang dibutuhkan banyak sehingga terbilang mahal
  • Tidak cocok untuk pemula
  • Bergantung pada pasokan listrik
  • Tanaman rentan terhadap penyakit

Sistem Rakit Apung (Water Culture)

Disebut sebagai rakit apung karena memang tanaman akan terlihat seperti sedang mengapung di dalam bak berisi larutan nutrisi, Sedangkan rakit yang dimaksud adalah lembaran styrofoam yang dilapisi aluminium foil kemudian dilubangi.

Baca : Cara Menanam Hidroponik Sistem Water Culture

Kelebihan Sistem Rakit Apung

  • Modal relatif kecil
  • Dapat memanfaatkan alat dan bahan bekas
  • Mudah dalam perawatan
  • Tidak tergantung pasokan listrik
  • Lebih hemat

Kekurangan Sistem Rakit Apung

  • Hanya untuk penanaman indoor
  • Akar tanaman memiliki potensi busuk lebih besar

Sistem Aeroponik

Pada mula hidroponik dikenal, sistem inilah yang banyak digunakan, baru setelahnya muncul banyak teknik baru seperti yang dibahas di atas. Pada dasarnya, media yang dibutuhkan adalah udara bukan air, dalam hal ini larutan nutrisi.

Kelebihan Sistem Aeroponik

  • Tidak membutuhkan lahan luas
  • Pasokan oksigen untuk tanaman lebih terjamin
  • Tanaman tidak rentan hama dan penyakit karena tidak terendam
  • Gizi dalam tanaman dengan sistem ini lebih tinggi

Kekurangan Sistem Aeroponik

  • Tidak mudah mendapatkan alat penyemprot nutrisi
  • Bergantung pada pasokan listrik ketika penyemprotan
  • Perawatan cukup rumit
  • Biaya cukup tinggi untuk pengadaan alat dan juga biaya listrik

Setiap sistem hidroponik pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Baik pemula maupun profesional di bidang hidroponik pasti tetap akan menghadapi tantangan.

Baca : Nutrisi Hidroponik Organik 100%

Asalkan mau mempelajari setiap teknik dan telaten, maka sistem manapun yang digunakan pasti akan mendatangkan hasil yang maksimal.

Leave a Comment